Monday, 10 February 2014

Anfield yang kembali angker

This is Anfield. Jika anda mencoba mengetik kalimat tersebut di mesin pencari Google, maka anda akan disajikan sebuah poster Lambang Liverpool jaman dulu yang terpamapang di lorong menuju lapangan Anfield. Poster ini sudah disentuh oleh banyak pemain Liverpool,  seakan menjadi aturan wajib yang tidak tertulis, bahwa menyentuh poster ini adalah syarat bagi pemain dan pelatih sebelum memasuki lapangan hijau di Anfield. Bahkan para fans yang berkesempatan mengunjungi Anfield, pasti akan memamerkan foto dirinya menyentuh poster tersebut.

Lorong Anfield menuju lapangan
Anfield merupakan salah satu stadion yang disegani oleh tim sepakbola manapun. Atmosfer stadion yang mampu menampung 45.276 penonton ini memang luar biasa. Anda tak perlu datang kesana untuk mengetahui seperti apa suasana Anfield. Anda cukup menyaksikan pertandingan Liverpool yang dihelat di Anfield lewat layar televisi anda dan dengarkan suara suporter Liverpool bagaimana selama 90 menit tidak berhenti menyanyikan chant, yel-yel, lagu You'll Never Walk Alone sampai lagu-lagu buatan mereka untuk menyemangati pemain-pemain Liverpool. 

Keangkeran Anfield seakan sirna ketika Liverpool rutin absen dari kancah Liga Champions sejak tahun 2009. Anfield seakan tidak bertaji bagi tuan rumah. Manchester United dan Arsenal bahkan pernah pulang dari Anfield dengan 3 poin penuh. Belum lagi tim-tim semenjana yang memaksa Liverpool bermain imbang di Anfield, seakan Anfield sudah tidak menyeramkan lagi bagi siapa saja yang datang ke kandang Liverpool ini.

Tapi musim ini sedikit berbeda. Jika beberapa tahun sebelumnya Liverpool mengawali liga dengan pertandingan tandang, musim ini jadwal yang disusun memberi kesempatan Liverpool untuk membuka liga dengan pertandingan kandang melawan Stoke City. Hasilnya, kemenangan perdana dengan skor tipis mengantarkan Liverpool memuncaki klasemen di laga pembuka EPL musim ini. Meskipun setelahnya harus tergusur ke posisi kedua. Namun perlahan, Steven Gerrard cs berhasil membuat para tamu yang datang ke Anfield pulang membawa tangan hampa. Hanya Southampton yang berhasil membawa 3 poin dari Anfield di awal musim. Dan Aston Villa yang mencuri 1 poin di pertengahan Januari lalu. Sisanya, semua klub yang bertamu ke Anfield harus pulang dengan tangan kosong.

Jika pada paruh pertama musim ini, Liverpool membenamkan tim sekelas Fulham, Norwich, West Ham dan West Bromwich dengan skor yang cukup telak, lain halnya pada paruh musim kedua. Pada bulan Januari, Everton sebagai tim rival sekota dibenamkan dengan skor yang sangat telak, 4-0. Akhir pekan lalu, giliran Arsenal sang pemuncak klasemen dipaksa bertekuk lutut sejak 20 menit pertama. Jika tren positif ini dapat terus dilanjutkan oleh anak asuh Brendan Rodgers, maka para tim tamu yang sudah memegang kartu antrian wajib waspada ketika datang ke Anfield. Kombinasi suporter dan atmosfer stadion Anfield seakan menjadi suplemen tambahan bagi Luis Suarez cs saat bertanding di di kandang sendiri.

Brendan Rodgers di musim keduanya menukangi The Reds berada dalam jalur yang benar. Sejak awal musim dirinya memasang target untuk menempatkan Liverpool kembali finish di 4 besar yang artinya tiket ke Liga Champions musim depan dapat diraih oleh Liverpool. Masih ada 13 pertandingan tersisa dimana 6 diantaranya akan dihelat di Anfield. 3 dari 6 pertandingan itu adalah menjamu Chelsea, Tottenham Hotspurs dan Manchester City. Tim yang juga merupakan pesaing dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Semoga Brendan Rodgers tetap membumikan para pemain-pemain Liverpool, sehingga hasil positif yang selama ini mereka raih dapat terus berlanjut. This is Anfield!.

0 komentar: