Monday, 17 March 2014

We are genuine Title Challenger

 
Steven Gerrard
Steven Gerrard
"We are genuine title challenger", itulah kalimat yang keluar dari Steven Gerrard setelah laga tadi malam adalah kalimat yang bernada optimis. Liverpool saat ini berada pada posisi yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fans mulai melupakan musim-musim dimana mereka melihat Liverpool bahkan tidak berdaya saat melawan klub-klub papan tengah. Tapi musim ini, pelan namun pasti, Brendan Rodgers mengantarkan skuad Liverpool berada pada posisi yang sangat meyakinkan.

Brendan Rodgers diwarisi skuad King Kenny yang dipenuhi oleh pemain berharga mahal, namun minim kontribusi. Andy Carroll dan Stewart Downing hanyalah contoh. Di tahun pertamanya, Brendan Rodgers mendatangkan pemain terbaiknya di Swansea, Joe Allen. 6 bulan kemudian, Philippe Coutinho yang tidak terpakai di Inter Milan dibelinya bersamaan dengan Daniel Sturridge yang juga tersingkirkan di skuad Chelsea era Rafael Benitez. Awal musim ini, pemain-pemain yang didatangkan oleh Rodgers pun bukan pemain kelas atas apalagi pemain terkenal, fans Liverpool hanya disuguhi rumor-rumor yang berhembus mulai dari Christian Erikssen, Henrikh Mikhtaryan dan yang terakhir adalah Yevhen Konoplyanka. Saya pribadi tidak begitu berharap banyak pada bursa transfer beberapa tahun terakhir,  tidak bermain di Liga Champions memang menjadi satu alasan tersendiri kenapa pemain-pemain bagus sulit untuk didatangkan. Jika berbicara strategi transfer pemain, maka fans Liverpool akan sangat bersyukur dengan keputusan Kenny Dalglish yang mendatangkan Luis Suarez dari Ajax Amsterdam 3 tahun lalu, meskipun juga harus legowo karena Fernando Torres memilih untuk dijual ke Chelsea saat itu.

Luis Suarez
Luis Suarez
 Musim ini Liverpool mengawali dengan 3 kemenangan dan 3 gol dari Daniel Sturridge yang memang harus menanggung beban sebagai striker utama karena Luis Suarez masih menjalani sanksi 6 pertandingan. Di paruh musim pertama, Liverpool sempat terjungkal di Anfield oleh Saints FC, kemudian 4 kali takluk di kandang lawan; Arsenal, Hull City, Man. City dan Chelsea. Kekalahan atas Arsenal dan Hull City sudah dibayar lunas pada awal paruh kedua musim ini. Bahkan, kemenangan telak atas Arsenal di Anfield awal februari silam sepertinya akan menjadi salah satu dari 100 laga terbaik sepanjang masa Liverpool. Seperti yang sudha pernah saya kemukakan di blog ini, transfer terbaik Liverpool musim ini adalah mempertahankan Luis Suarez, yang kemudian bersedia memperpanjang kontrak di Anfield. Terima kasih Steven Gerrard, yang telah berhasil membujuk Suarez untuk bertahan di Liverpool.

Brendan Rodgers bersama staffnya sejauh ini sukses mengkondisikan psikologis para pemain. Sejak awal musim, ia hanya menargetkan finish di 4 besar untuk memastikan 1 tiket Liga Champions musim depan. Secara hitung-hitungan diatas kertas, target tersebut sudah tercapai meskipun musim belum selesai. Melihat posisi klasemen dalam perolehan poin dan melihat lawan-lawan yang akan dihadapi oleh Liverpool di 9 pekan tersisa, banyak sekali fans yang kemudian memiliki ekspektasi bahwa Liverpool akan menjadi Juara Liga Inggris musim ini. Saya sendiri tidak menafikkan ekspektasi mereka, laga terberat Liverpool di 9 pekan tersisa adalah melawan Man. City, Spurs dan Chelsea yang kesemuanya akan dihelat di Anfield. Ya, di Anfield tempat dimana Everton dan Arsenal dibantai dengan skor yang besar.

Anfield sendiri sudah kembali menjadi Stadion yang angker. Setiap tim yang datang ke Anfield akan disambut oleh riuhnya chant dan teriakan Kopites yang datang ke stadion. Melihat performa Man. City dan Chelsea yang akhir-akhir ini mulai inkonsisten, tidak berlebihan jika fans sangat optimis akan hasil positif pada dua laga tersebut, terlebih dua laga tersebut akan dihelat pada jeda waktu yang cukup jauh. Spurs? Saya rasa kemenangan 5-0 di kandang mereka November silam bisa saja terulang di Anfield. Setidaknya, 3 poin akan mudah didapatkan oleh Liverpool saat menjamu Spurs di Anfield. 6 pertandingan lainnya, jika melihat performa anak asuh Brendan Rodgers saat ini, 3 poin bukanlah hal yang sulit diraih, meskipun harus bertanding di kandang lawan.

Brendan Rodgers
Brendan Rodgers

Steven Gerrard secara tegas setelah laga melawan Man. United mengatakan, bahwa Liverpool adalah salah satu pesaing dalam perburuan juara liga inggris musim ini. Meskipun Brendan Rodgers lebih memilih untuk fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, saya yakin dalam hati kecilnya pun merasa bahwa Liverpool memang berada pada jalur perburuan gelar juara musim ini, hanya saja Rodgers lebih memilih untuk menahan diri dalam hal ekspektasi. Bagi pria Irlandia utara ini, laga selanjutnya lebih penting dibandingkan memikirkan peluang dalam perburuan gelar juara. Teruslah membumi, B-Rod.

Liverpool juara atau tidak, itu bukan masalah bagi saya. Melihat Steven Gerrard cs bermain dengan wajah optimis dan penuh semangat setiap laga, sudah cukup bagi saya untuk merasa bangga kepada Liverpool. Just remember, Form is Temporary, but Class is Permanent. You'll Never Walk Alone, Liverpool.

Monday, 10 February 2014

Anfield yang kembali angker

This is Anfield. Jika anda mencoba mengetik kalimat tersebut di mesin pencari Google, maka anda akan disajikan sebuah poster Lambang Liverpool jaman dulu yang terpamapang di lorong menuju lapangan Anfield. Poster ini sudah disentuh oleh banyak pemain Liverpool,  seakan menjadi aturan wajib yang tidak tertulis, bahwa menyentuh poster ini adalah syarat bagi pemain dan pelatih sebelum memasuki lapangan hijau di Anfield. Bahkan para fans yang berkesempatan mengunjungi Anfield, pasti akan memamerkan foto dirinya menyentuh poster tersebut.

Lorong Anfield menuju lapangan
Anfield merupakan salah satu stadion yang disegani oleh tim sepakbola manapun. Atmosfer stadion yang mampu menampung 45.276 penonton ini memang luar biasa. Anda tak perlu datang kesana untuk mengetahui seperti apa suasana Anfield. Anda cukup menyaksikan pertandingan Liverpool yang dihelat di Anfield lewat layar televisi anda dan dengarkan suara suporter Liverpool bagaimana selama 90 menit tidak berhenti menyanyikan chant, yel-yel, lagu You'll Never Walk Alone sampai lagu-lagu buatan mereka untuk menyemangati pemain-pemain Liverpool. 

Keangkeran Anfield seakan sirna ketika Liverpool rutin absen dari kancah Liga Champions sejak tahun 2009. Anfield seakan tidak bertaji bagi tuan rumah. Manchester United dan Arsenal bahkan pernah pulang dari Anfield dengan 3 poin penuh. Belum lagi tim-tim semenjana yang memaksa Liverpool bermain imbang di Anfield, seakan Anfield sudah tidak menyeramkan lagi bagi siapa saja yang datang ke kandang Liverpool ini.

Tapi musim ini sedikit berbeda. Jika beberapa tahun sebelumnya Liverpool mengawali liga dengan pertandingan tandang, musim ini jadwal yang disusun memberi kesempatan Liverpool untuk membuka liga dengan pertandingan kandang melawan Stoke City. Hasilnya, kemenangan perdana dengan skor tipis mengantarkan Liverpool memuncaki klasemen di laga pembuka EPL musim ini. Meskipun setelahnya harus tergusur ke posisi kedua. Namun perlahan, Steven Gerrard cs berhasil membuat para tamu yang datang ke Anfield pulang membawa tangan hampa. Hanya Southampton yang berhasil membawa 3 poin dari Anfield di awal musim. Dan Aston Villa yang mencuri 1 poin di pertengahan Januari lalu. Sisanya, semua klub yang bertamu ke Anfield harus pulang dengan tangan kosong.

Jika pada paruh pertama musim ini, Liverpool membenamkan tim sekelas Fulham, Norwich, West Ham dan West Bromwich dengan skor yang cukup telak, lain halnya pada paruh musim kedua. Pada bulan Januari, Everton sebagai tim rival sekota dibenamkan dengan skor yang sangat telak, 4-0. Akhir pekan lalu, giliran Arsenal sang pemuncak klasemen dipaksa bertekuk lutut sejak 20 menit pertama. Jika tren positif ini dapat terus dilanjutkan oleh anak asuh Brendan Rodgers, maka para tim tamu yang sudah memegang kartu antrian wajib waspada ketika datang ke Anfield. Kombinasi suporter dan atmosfer stadion Anfield seakan menjadi suplemen tambahan bagi Luis Suarez cs saat bertanding di di kandang sendiri.

Brendan Rodgers di musim keduanya menukangi The Reds berada dalam jalur yang benar. Sejak awal musim dirinya memasang target untuk menempatkan Liverpool kembali finish di 4 besar yang artinya tiket ke Liga Champions musim depan dapat diraih oleh Liverpool. Masih ada 13 pertandingan tersisa dimana 6 diantaranya akan dihelat di Anfield. 3 dari 6 pertandingan itu adalah menjamu Chelsea, Tottenham Hotspurs dan Manchester City. Tim yang juga merupakan pesaing dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Semoga Brendan Rodgers tetap membumikan para pemain-pemain Liverpool, sehingga hasil positif yang selama ini mereka raih dapat terus berlanjut. This is Anfield!.