Monday, 16 December 2013

Is this the end of the storm, Liverpool?

When you walk through a storm, hold your head up high And don’t be afraid of the dark At the end of the storm, there’s a golden sky And the sweet, silver song of a lark

Bait diatas adalah sebagian lirik dari lagu You'll Never Walk Alone, lagu kebanggaan seluruh fans Liverpool di dunia, lagu yang mampu membangkitkan semangat bahkan tidak jarang membuat merinding para fans yang menyanyikannya ketika menonton pertandingan Liverpool. Meskipun lagu tersebut seakan tidak bertaji beberapa tahun terakhir.

Brendan Rodgers.
Sosok pelatih yang tidak dikenal sebelumnya oleh pecinta bola Liga Inggris. Sebelum menjadi manajer Liverpool, ia adalah manajer Swansea yang berhasil membawa Swansea promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris. Itulah prestasi mantan murid Jose Mourinho hingga saat ini. Ketika Mourinho menjadi manajer Chelsea, Rodgers adalah pelatih tim muda Chelsea. Ketika jendela transfer pemain baru akan dibuka, Liverpool pada medio mei 2012 justru memecat Kenny Dalglish, legenda hidup Liverpool yang menyelamatkan Liverpool dari jurang degradasi, memberikan sebuah trofi dan mengantarkan Liverpool ke final kompetisi domestik dua kali dalam setahun. Ketika kemudian FSG memilih Brendan Rodgers, mayoritas pendukung Liverpool bertanya-tanya, siapakah ia. Seberapa hebatkah ia sehingga John W. Henry memutuskan memilihnya untuk memegang jabatan manajer Liverpool.

Brendan Rodgers
Brendan Rodgers

Setengah musim awalnya di Liverpool tidak berjalan mulus, 2 pemain baru pilihannya justru harus berkutat dengan cedera; Fabio Borini dan Joe Allen. Transfer bulan januari lalu sepertinya menjadi titik awal bagaimana Rodgers benar-benar serius membawa Liverpool kembali ke jajaran klub elit Liga Inggris. dengan hanya menggelontorkan 20 Juta poundterling, Rodgers membeli Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho. Hasilnya? Liverpool terlihat atraktif dan seperti menemukan kepingan pelengkap  puzzle yang selama ini sedang disusun oleh Rodgers.

Pun dengan tarnsfer musim panas juli lalu, tidak ada nama besar yang berhasil didatangkan oleh Liverpool, sekian incaran akhirnya berlabuh di tim-tim lain yang saat itu memang lebih stabil dari Liverpool. Satu-satunya keberhasilan Liverpool di bursa transfer musim panas lalu adalah mempertahankan luis Suarez.

Luis Suarez.
Kenny Dalglish mendatangkan striker Urugay ini dari jax Amsterdam bersama dengan Andy Carroll dari Newcastel. Uang hasil penjualan Fernando Torres ke Chelsea digunakan untuk membeli kedua pemain ini. Namun, Andy Carroll justru yang berharga lebih mahal dari Suarez harus meredup dan akhirnya dijual ke West Ham United, hingga kini masih berkutat dengan cedera di West Ham.

Luis Suarez adalah striker bertalenta yang kontroversial. Kasus tuduhan rasisme terhadap Evra menjadi halaman utama cerita hidupnya di Inggris. Emosinya yang sering meluap, hingga aksi diving yang dikecam oleh banyak orang. Akhir musim lalu, ia kembali membuat media inggris sibuk memberitakan dirinya setelah kasus gigitan kepada Ivanovic. Luis Suarez akhirnya dihukum 10 pertandingan oleh FA, 4 pertandingan di akhir musim lalu, dan 6 pertandingan di awal musim ini. Absennya Suarez di 5 laga awal liga inggris memaksa Rodgers menggunakan 2 strategi dalam satu pertandingan. Ketika Liverpool berhasil unggul di babak pertama, maka Liverpool akan bermain pragmatis di babak kedua.

Luis Suarez
Luis Suarez

Saga transfer musim panas lalu sepertinya sudah membuat Luis Suarez berubah, dan sepertinya Sofia Balbi sangat penting perannya dalam hal ini. Dibalik keberhasilan seorang pria, ada wanita hebat dibelakangnya, kalimat ini sepertinya memang benar adanya. Musim 2013-2014 bergulir, Luis Suarez harus absen di 5 laga awal plus 1 pertandingan Capital One Cup. Dari 5 laga yang tidak ia ikuti, Liverpool meraih 4 kemenangan (1 diantaranya di laga Capital One Cup), 1 kali imbang dan 1 kali kalah. Pertandingan dimana ia kembali dari sanksi, Liverpool harus menelan kekalahan dari rival abadi Manchester United di laga Capital One Cup. Setelahnya?. Luis Suarez seakan ingin membuktikan bahwa ia tidak bisa dihentikan oleh sanksi FA. Absen di 5 laga awal premier league tidak membuatnya gentar dalam mencetak gol. Siapa sangka, dalam 11 pekan ia mengemas 17 gol, tanpa ada satupun yang ia cetak dari titik pinalti. Duetnya bersama Sturridge masih harus diuji meskipun mereka berdua saling mencetak gol ketika dimainkan. Tugas Rodgers adalah menyeimbangkan ego mereka berdua sehingga mampu bekerja sama di lapangan dalam hal mencetak gol. Saya sendiri sangat bersyukur manajemen Liverpool berhasil membuat Suarez bertahan di Anfield, meskipun pada jeda transfer lalu sangat mungkin ia dilepas dengan harga yang cukup mahal. 17 gol dalam 11 laga adalah bukti bahwa Suarez menjadi pemain paling penting bagi Liverpool saat ini. Masih ada yang kenal Fernando Torres?

Steven Gerrard.
Kapten Fantastik. Steven Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Steven Gerrard. Tidak dipungkiri, dalam satu dekade terakhir Liverpool sangat identik dengan Steven Gerrard. Final Istanbul 2005 menjadi titik penting baginya untuk bertahan di Liverpool. Saat itu, ia didekati oleh Jose Mourinho untuk bergabung bersama Chelsea. Bahkan ketika Mourinho menjadi manjaer INter Milan dan Real Madrid, ia tetap gagal membujuk Gerrard untuk bergabung bersamanya.

Steven Gerrard
Steven Gerrard

Sosok Gerrard sendiri menjadi sangat penting, bahkan Liverpool menjadi timpang ketika sang kapten harus absen. Namun sepertinya hal itu sudah mulai diakhiri oleh Brendan Rodgers. Sang manjaer jelas tidak mungkin menyingkirkan Gerrard begitu saja seperti Mourinho mengistirahatkan Frank Lampard di Chelsea pada beberapa laga. Satu-satunya cara agar Gerrard beristirahat adalah cedera. Pertandingan melawan West Ham United pekan ke 15 adalah waktunya. Gerrard memberikan isyarat agar digantikan sekitar menit ke 60. Seluruh fans Liverpool gusar. Bagaimana tidak, Gerrard membuat 6 assist sejauh ini, mencetak 3 gol dan menciptakan 39 peluang. Setelah Gerrard ditarik keluar, Liverpool justru kebobolan oleh gol bunuh diri Skrtel saat itu. Pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 4-1 itu menyisakan sebuah kesedihan, Gerrard divonis cedera hamstring dan harus menepi 4-6 pekan. Ini artinya Gerrard akan melewatkan pertandingan penting melawan Spurs, City dan Chelsea.

Sosok gelandang 33 tahun ini memang sangat penting keberadaannya dalam tim. Ia lebih dari sekedar seorang kapten. Namun, yang harus disadari oleh fans Liverpool adalah, sudah saatnya Liverpool tidak bergantung kepada Gerrard. Cepat atau lambat ia akan pensiun. Jika Liverpool tidak dibiasakan dengan keadaan ini, maka Gerrard justru akan menjadi bumerang tersendiri bagi Liverpool. Seakan mengamini hal ini, ketika laga melawan West Ham, Suarez mampu menciptakan 2 gol tanpa bantuan Gerrard. Banyak para analis sepakbola kemudian mengatakan bahwa inilah saat yang tepat membuktikan Liverpool tidak bergantung kepada sosok Steven Gerrard. Dan laga melawan Tottenham Hotspurs menjadi bukti awal, bahwa ketidak hadiran Gerrard tidak mengurangi keganasan Liverpool dalam menjebol gawang lawan. 5 gol dari skema open play dan tercipta ketika Gerrard tidak bermain. Sepertinya anak-anak Anfield sudah mulai tidak sopan kepada Gerrard dengan tidak mengajaknya berpesat di lapangan hijau.

Badai Cedera.
Secara bergantian, pemain-pemain Liverpool mendapat cedera. Tercatat : Daniel Sturridge, Jose Enrique dan Steven Gerrard masih harus berada menjalani masa perawatan. 3 pemain ini sangat penting perannya dalam tim. Namun, hal ini juga membuat Brendan Rodgers berani memainkan pemain-pemain muda. Pemain seperti Jon Flanagan yang berposisi di bek kanan, ia mainkan di posisi bek kiri menggantikan Jose Enrique. Hasilnya, ia menjadi man of the match pada Derby Merseyside dan semalam ia mencetak gol perdananya setelah menerima assist dari Luis Suarez. Raheem Sterling, wonderkid yang pernah dilirik oleh Ferguson musim lalu tetap menjadi pemain kepercayaan Rodgers setelaDaniel Sturridge cedera. Bahkan, hingga akhirnya Gerrard cedera, ia tetap dipercaya selalu masuk dalam starting XI. Henderson yang biasanya bergerak di sisi kanan, dengan cederanya Gerrard ia mengisi posisi Gerrard dan Sterling mengisi posisi Henderson di sisi kanan. Laga melawan Hostpurs semalam menjadi bukti bahwa anak-anak muda ini adalah pemain berbakat. Lucas dan Joe Allen yang didapuk menjadi double pivot, sukses mengontrol ritme permainan, meskipun masih ada kekurangan, hasil melawan Hotspurs kan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Liverpool.

Transfer Januari.
Beberapa pemain yang didatangkan pada transfer awal musim belum terlihat tajinya. Kolo Toure harus bersaing dengan Agger dan Sakho. Luis Alberto pun harus rela menjadi pelapis Sterling, begitu juga dengan Victor Moses. Iago Aspas?. Saya sendiri sudah lupa kapan ia terakhir kali dimainkan. Thiago Illori bahkan ingin dipinjam oleh Sporting Lisbon, klub yang menjualnya ke Liverpool. Beberapa nama sudah mulai muncul sebagai pemain incaran Liverpool di bursa transfer januari. Julian Dexler, Martin Montoya dan Mohammed Salah diantaranya. Menarik ditunggu, apakah tarsnfer januari nanti akan sangat berpengaruh kepada Liverpool layaknya Sturridge dan Coutinho?.

The end of storm?
Seperti lirik lagu You'll Never Walk Alone. Akankah ini akhir dari badai?. Sebaiknya Brendan Rodgers bersama Liverpool tetap fokus untuk mencapai hasil positif dari setiap laga yang akan dijalani. Seperti yang sudah dicanangkan di awal musim, target Liverpool adalah finish di 4 besar klasemen. Jikalau sekarng Liverpool berada di posisi 2 dibawah Arsenal dengan margin 2 poin, itu adalah hasil dari kerja keras 16 pekan liga inggris. Liverpool harus menghindari hasil negatif seperti saat melawan Hull City. Liverpool harus menghormati tim manapun yang akan dihadapi. Melihat hasil skor di 3 laga terakhir Liverpool, sepertinya Liverpool mulai tidak sopan.

Tetaplah membumi, Liverpool.

0 komentar: