Thursday, 25 April 2013

Suarez, striker bertaji penuh kontroversi


Luis Alberto Suarez Diaz, atau lebih dikenal dengan nama Luis Suarez. Striker kelahiran Urugay 24 Januari 1987, saat ini tercatat sebagai pemain Liverpool. Sejarah perjalanan karirnya silahkan cek di wikipedia.

Yup, di laga terakhir saat Liverpool menjamu Chelsea di Anfield, Suarez kembali membuat kontroversi yang kemudian menjadi headline berita di seantero dunia. Dalam pertandingan itu ia tertangkap kamera menggigit lengan pemain belakang Chelsea, Barisnlav Ivanovic. Entah apa yang ada di benak Suarez saat pertandingan tersebut. Pertandingan yang berakhir imbang 2-2, dimana Suarez menjadi sang penyelamat Liverpool dari kekalahan melalui gol nya di menit terakhir pertandingan. Bukan hanya gigitannya terhadap Ivanovic yang menjadi cerita tentang dirinya pada pertandingan itu, pinalti yang didapatkan oleh Chelsea juga akibat handsball yang dilakukannya. Gol penyeimbang Liverpool di awal babak kedua yang dicetak oleh Daniel Sturridge merupakan assist cemerlang dari kejeniusan Suarez melihat posisi Sturridge yang tepat didekat gawang Chelsea.

Namun, gigitan Suarez terhadap Ivanovic tentunya lebih menjual untuk dijadikan headaline berita paska pertandingan. Pupus sudah apa yang dilakukan Suarez pada pertandingan tersebut. Padahal, ia berkali-kali membongkar pertahanan Chelsea. Satu Assist dan satu gol adalah bukti nyata betapa Suarez adalah bintang lapangan saat itu. Gol dimenit terakhir menjadi gol ke 30 baginya untuk Liverpool di semua ajang kompetisi musim ini.

Sejak insiden tersebut, saya secara pribadi lebih menyarankan Liverpool untuk melepas Suarez di akhir musim. Bayern Munchen dan Barcelona pernah mengungkapkan ketertarikan padanya. Saya percaya, kejeniusan Suarez belum habis, namun Liga Inggris nampaknya bukan tempat yang cocok untuknya. Media di Inggris dan Federasi sepakbola di Inggris tidak bisa berbuat adil terhadapnya. Ia memiliki masa depan yang cerah. Seorang striker yang jenius, lincah, tidak mengenal lelah. Entah apa jadinya Liverpool musim ini tanpa Suarez. Insiden ini melengkapi sekian banyak insiden sebelumnnya yang sudah ia lakukan, tuduhan rasialis kepada Evra yang sampai detik ini Evra sepertinya masih menaruh dendam kepadanya, hingga tuduhan sebagai striker spesialis diving.

FA sebagai federasi sepakbola di Inggris terbukti tidak bisa berbuat adil kepada Suarez. Ketika tuduhan rasialisnya kepada Evra berbuah hukuman larangan 8 pertandingan, John Terry pada kasus yang sama hanya dihukum 4 pertandingan, itupun setelah dilakukan banding. Rio Ferdinand pada kasus yang sama juga, heuheuheuheu.... silahkan cari sendiri infonyan. Pada insiden gigitannya terhadap Ivanovic, FA menjatuhkan sanksi larangan bertanding 10 laga. Jika banding yang diajukan Liverpool dan Suarez tidak diterima oleh FA, maka Suarez sudah harus mengakhiri musim kompetisi lebih awal, dan ia akan memulai kompetisi musim depan setelah berjalan 6 pekan. Adilkah FA?. Silahkan cari berita-berita tentang sanksi yang pernah dijatuhkan FA kepada para pemain Liga Inggris.

Suarez memiliki keluarga, ia juga memiliki potensi yang luar biasa. Seluruh fans Liverpool tentu sangat berharap ia bertahan. Namun demikian, dengan kondisi yang ada di lapangan, sepertinya Inggris bukanlah tempat yang cocok baginya. Ia adalah seorang striker jenius, tidak mengenal lelah, seorang petarung handal di lini depan. Bayangkan jika Suarez berada di Barcelona atau Bayern Munchen musim depan.

Keputusan hengkang atau tidaknya Suarez ada ditangan Suarez sendiri. Fihak Liverpool sudah pasti tidak akan gegabah mengambil keputusan di bursa transfer musim panas nanti. Sebagai seorang fans Liverpool, tentu saya berharap bahwa Suarez bertahan di Anfield, namun sebagai seorang pecinta sepakbola, saya menyarankan agar Suarez dan Liverpool mempertimbangkan jika ada tawaran dari klub besar eropa yang ingin merekrutnya dengan harga yang pantas. Suarez memiliki mimpi, Suarez memiliki target pribadi, begitu juga Liverpool. No Bigger Than Club.

0 komentar: