Friday, 26 April 2013

Suarez, Antagonis atau Protagonis di Premier League?


Luis Suarez, striker pujaan fans Liverpool saat ini. 30 Gol di semua kompetisi musim ini yang sudah dicetaknya membuktikan bahwa Suarez adalah seoarang Striker yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun. Suarez adalah Suarez, dia adalah seorang manusia biasa yang juga memiliki sisi baik dan sisi buruk. Bagai yin dan yang. Namun, perlakuan terhadapnya di Liga Inggris oleh FA, media massa dan tentunya oleh tim-tim rival Liverpool sangat tidak fair.

Kontroversi pertama Suarez di Liga Inggris adalah ketika ia terlibat kasus rasialis terhadap Evra pada sebuah pertandingan Liga Inggris, setelah ia menjalani hukuman larangan 8 pertandingan, ketika Liverpool bertadang ke Old Trafford, Suarez memberikan "bumbu tambahan" berupa penolakan jabat tangan kepada Evra sebelum pertandingan. Kontroversi teranyar Suarez di Liga Inggris adalah gigitan terhadap Ivanovic pada akhir pekan lalu. Hingga akhirnya FA memutuskan menghukum Suarez larangan 10 pertandingan. Dunia diajarkan oleh FA bahwa sebuah gigitan yang tidak begitu membahayakan ternyata lebih mengerikan ketimbang tekel yang dilakukan oleh beberapa pemain di Liga Inggris. Masih ingatkah anda tentang tekel Martin Taylor kepada Eduardo da Silva?. Atau tekel Ryan Shawcross yang mematahkan kakai Aaron Ramsey?. Atau injakan kaki Kun Aguero kepada David Luiz saat semifinal FA Cup beberapa minggu yang lalu?. Ternyata hal itu tidak lebih membahayakan ketimbang sebuah gigitan Suarez kepada Ivanovic. 

Seandainya Luis Suarez bermain di Liga Inggris, tapi bukan untuk Liverpool. Apakah ia akan mengalami hal yang sama seperti yang ia alami ketika ia sekarang membela bendera Liverpool?. Apakah FA akan begitu mudahnya memberi sanksi berat kepadanya ketika ia melakukan sebuah aksi kontroversi diatas lapangan pertandingan?.

Atau adakah yang berani membayangkan jika Luis Suarez bermain untuk Bayern Munchen atau Barcelona?. Sebagai catatan, Pep Guardiola adalah salah satu pelatih yang sangat mengagumi Luis Suarez. Kesampingkan semua kontroversinya yang terjadi, namun nilailah berdasarkan kemampuannya mengolah bola. Dia adalah seorang pemain jenius dan berbakat, salah seorang nominasi PFA tahun ini. Jika Suarez membela Manchester United atau Chelsea katakanlah, dan anda juga salah seorang fans dari klub tersebut, tentu akan membela Suarez bukan?.

Masih ingatkah anda apa yang ia lakukan di piala dunia 2010 yang lalu. Demi negaranya, ia rela menahan bola dengan tangannya tepat dibawah mistar gawang kesebelasan Uruguay, ia mempertaruhkan nama baiknya demi Negaranya, ia rela diganjar kartu merah. Bagi masyarakat Ghana, Suarez adalah penjahat, pembuyar mimpi indah mereka. Namun bagi Uruguay, Suarez adalah pahlawan. Hal ini berlaku saat ini bagi para fans Liverpool, apapun yang terjadi, Kopites selalu berada dibelakang Suarez. Suarez tidak perlu mempertanyakan loyalitas Kopites di seluruh dunia bahwa mereka akan selalu mendukungnya. Hukuman 10 pertandingan, jika banding tidak diterima FA, akan dilalui Suarez dengan tenang seperti hukuman 8 pertandingan yang dilaluinya musim lalu.

Tapi, Suarez adalah pemain yang sangat berbakat, pemain jenius penuh mimpi. Silahkan tanya ke pemain bola manapun, siapa yang tidak bermimpi bermain di Liga Champions?. Tidak salah jika akhirnya Brendan Rodgers memaklumi apabila Suarez memutuskan untuk hengkang dari Liverpool di akhir musim ini. Sebagai seorang kopite, saya tentu ingin melihat Suarez masih mengenakan kostum no 7 berwarna merah di Anfield musim depan, namun sekali lagi, sebagai penikmat sepakbola, saya pun akan memaklumi jika Suarez akhirnya memilih  pergi dari Liga Inggris. Karena pada faktanya, ia tidak didukung penuh oleh media di inggris, juga oleh FA sendiri sebagai federasi sepakbola di Inggris. Keputusan akhir ada ditangan Suarez.

0 komentar: