Monday, 23 December 2013

Luis Suarez, he is not walking alone.

Luis Alberto Suarez Diaz. Striker uruguay kelahiran 24 Agustus 1987 yang baru saja memperpanjang kontraknya di Liverpool ini adalah Striker yang penuh dengan catatan kontroversi. Ia menjadi pesakitan bagi Ghana di Piala Dunia 2010 ketika menahan bola sepakan pemain Ghana di bawah mistar gawang. Ketika bermain di Ajax Amsterdam, ia menggigit telinga pemain lawan yang berbuah hukuman larangan pertandingan. Liverpool menjadi pelabuhan selanjutnya dalam karirnya di sepakbola. Kontroversinya masih berlanjut, isu rasisme, aksi diving sampai mengigit lengan Ivanovic saat pertandingan melawan Chelsea adlah kejadian-kejadian yang membuat media Inggris seakan selalu memiliki bahan untuk dijadikan headline mereka.
Luis Suarez
Sempat meminta untuk dijual, Suarez akhirnya memilih bertahan di Liverpool. Tim Merseyside merah berhasil meyakinkan bahwa di Liverpool-lah tempat yang cocok baginya. Keluarganya pun merasa betah tinggal di Liverpool. Suarez baru bermain di pekan ke 6 Liga Inggris musim ini akibat hukuman FA atas tindakan tidak profesionalnya ketika laga melawan Chelsea musim lalu yang berakhir 2-2. Saat itu Suarez tampak frustasi karena gagal menjebol pertahanan Chelsea, ditambah ia melakukan handsball yang mengakibatkan tendangan pinalti bagi Chelsea. Namun siapa sangka, mengawali musim dengan absen di 5 laga awal, Suarez kini bercokol di peringkat pertama sebagai pencetak gol terbanyak di Liga inggris dengan torehan 19 gol, tanpa pinalti.

Brendan Rodgers bersama Ian Ayre, bergerak cepat untuk memagari Suarez agar tidak diganggu oleh spekulasi isu transfer di bulan Januari tahun depan. Suarez menerima tawaran perpanjangan kontrak yang konon berdurasi hingga 2018, dan kenaikan gaji pada awal musim depan yang dikabarkan menjadi gaji termahal sepanajnag sejarah Liverpool. Ini artinya, ia akan mendapat bayaran lebih tinggi dari sang legenda Steven Gerrard.

Dengan adanya kesepakatan baru ini memang tdiak menutup ekmungkinan bahwa Suarez akan hijrah di akhir musim nanti. Spekulais akan tetap berhembus. Klub kaya raya Real Madrid tentu akan siap membobol brangkasnya lagi untuk mendapatkan Suarez. Tapi melihat gajinya yang konon melebihi 180.000 pundsterling per pekan, sepertinya Real Madrid akan berfikir 2 kali untuk mendatangkan Suarez. Apakah Arsenal masih berharap mampu membeli Suarez? mari kita tanyakan Arsene Wenger saja.

Suarez adalah tipikal striker predator yang tidak mengenal lelah. 23 gol di Liga Inggris musim lalu adalah bukti nyata. Ia hanya tertinggal 3 gol dari Robin Van Persie yang menjadi Top skor musim lalu. Kini, ia baru bermain 12 pekan, ia saudah menghasilkan 19 gol tanpa satupun ia buat dari titik putih. Fans Liverpool yang pada akhir musim lalu sudah pasrah akan penjualan dirinya, akan sangat bersyukur Suarez saat ini masih berbaju merah Merseyside.

Tanyakan saja kepada fans Liverpool saat ini, satu-satunya pemain yang tidak diharapkan cedera adalah Luis Suarez. Sejauh ini, Liverpool ditinggal oleh beberapa pemain pilar seperti Jose Enrique, Daniel Sturridge dan Steven Gerrard. Namun, ketidak hadiran 3 pemain itu mampu ditutupi oleh pemain pelapis yang berhasil mebuktikan bahawa mereka juga layak menjadi starter; Joe Allen, Jon Flanagan dan Raheem Sterling. Ketika Luis Suarez belum bermain karena masih menjalani hukuman, Liverpool mengawali musim ini dengan catatan 3 keemenangan, satu imbang dan satu kekalahan. Produktivitas Liverpool saat itu pun tidak terbilang bagus. 3 pertandingan awal hanya menang 1-0. Menghadapai Swansea di kandanganya dengan skor 2-2, dan dikalahkan oleh Soton 1-0. Comebacknya Suarez terjadi ketika Liverpool bertandang ke kandang rival abadi di Old Trafford dalam laga Capital One Cup yang berkesudahan kekalahan bagi Liverpool. Namun, pada laga itu Liverpool sebenarnya tidak bermain jelek, justru terlihat sangta dinamis dengan kehadiran Suarez. Laga melawan Crystal Palace menjadi awal kembali mengucurnya keran gol Suarez untuk Liverpool, bersama Daniel Sturridge, ia terlihat trengginas. Label SAS disematkan kepada duet striker ini. Sayang, Sturridge harus menepi setelah laga melawan Everton akibat buntut dari cedera yang ia dapatkan saat kualifikasi piala dunia 2014.

Ketika Sturridge dikabarkan akan absen hingga akhir tahun, tidak sedikti fans Liverpool yang mulai khawatir akan inkonsistensi Liverpool. Tapi Suarez berhasil meyakinkan fans bahwa Liverpool akan tetap berada pada jalur kemenangan. Sejak Suarez kembali, Liverpool menjalani 12 pertandingan dengan raihan 8 kemenangan, 2 kali imbang dan 2 kali kalah. Fans kembali dibuat khawatir ketika sang kapten, Steven Gerarrad dinyatakan harus menepi hingga 6 pekan, ini artinya Liverpool akan menjalani jadwal padat akhir tahun tanpa kehadiran sang kapten. Namun, Suarez kembali membuktikan bahwa Liverpool akan tetap kompetitif meskipun tanpa Steven Gerrard. 2 kemenangan besar Liverpool diraih ketika Gerrard tidak bermain, dan ketika melumat West Ham 4-1, 2 gol Suarez tercipta ketika Gerrard sudah ditarik keluar. Laga melawan Tottenham Hotspurs adalah pembuktian awal dari konsistensi Liverpool. Kemenangan 5-0 di White Hart Lane adalah hasil yang tdiak diprediksi sebelumnya oleh pundit manapun di dunia ini. Impresifnya Liverpool sejauh ini menjadikan banyak pundit mulai memperhitungkan Liverpool dalam persaingan gelar juara liga inggris musim ini.

Saya sendiri sebagai fans Liverpool mencoba bersikap tidak jumawa dengan raihan Liverpool saat ini. Target awal Brendan Rodgers adalah membawa Liverpool kembali ke Big Four, alias zona Liga Champions yang juga diyakini sebagai kunci terakhir untuk menahan Luis Suarez agar tidak merengek lagi untuk dijual. Seperti yang Suarez katakan, kita tidak perlu memikirkan perburuan gelar juara sebelum 2 laga pamungkas di bulan desember melawan Manchester City dan Chelsea di kandang mereka diyakini menjadi acuan kemana arah Liverpool akan mengakhiri musim ini. Ketidak hadiran Gerrard yang awalnya menjadi kekhawatiran publik Anfield sepertinya sudah mulai hilang. Jordan Henderson berkembang sangat baik, bermain apik dibelakang Suarez. Raheem Sterling mulai rajin mencetak gol. Oh, duet SAS sekarang mungkin patrut disematkan pada Suarez-Sterling?. Coutinho melakukan tugasnya seperti biasanya. Mini double pivot Liverpool Lucas-Allen, merujuk pada postur tubuhnya yang kecil, lini pertahanan yang cukup padu dipimpin Skrtel, dan ciamiknya Simon Mignolet dibawah mistar gawang adalah bukti bahwa ini buakn Suarez FC. Suarez not walk alone. 2 laga tandang di penghujung tahun benar-benar akan menjadi jawaban, apakah Liverpool menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar liga inggris musim ini atau Liverpool hanya harus menuntaskan target awla musim, yaitu finish di 4 besar. Keep calm, Liverpool. You'll never walk alone.

Monday, 16 December 2013

Is this the end of the storm, Liverpool?

When you walk through a storm, hold your head up high And don’t be afraid of the dark At the end of the storm, there’s a golden sky And the sweet, silver song of a lark

Bait diatas adalah sebagian lirik dari lagu You'll Never Walk Alone, lagu kebanggaan seluruh fans Liverpool di dunia, lagu yang mampu membangkitkan semangat bahkan tidak jarang membuat merinding para fans yang menyanyikannya ketika menonton pertandingan Liverpool. Meskipun lagu tersebut seakan tidak bertaji beberapa tahun terakhir.

Brendan Rodgers.
Sosok pelatih yang tidak dikenal sebelumnya oleh pecinta bola Liga Inggris. Sebelum menjadi manajer Liverpool, ia adalah manajer Swansea yang berhasil membawa Swansea promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris. Itulah prestasi mantan murid Jose Mourinho hingga saat ini. Ketika Mourinho menjadi manajer Chelsea, Rodgers adalah pelatih tim muda Chelsea. Ketika jendela transfer pemain baru akan dibuka, Liverpool pada medio mei 2012 justru memecat Kenny Dalglish, legenda hidup Liverpool yang menyelamatkan Liverpool dari jurang degradasi, memberikan sebuah trofi dan mengantarkan Liverpool ke final kompetisi domestik dua kali dalam setahun. Ketika kemudian FSG memilih Brendan Rodgers, mayoritas pendukung Liverpool bertanya-tanya, siapakah ia. Seberapa hebatkah ia sehingga John W. Henry memutuskan memilihnya untuk memegang jabatan manajer Liverpool.

Brendan Rodgers
Brendan Rodgers

Setengah musim awalnya di Liverpool tidak berjalan mulus, 2 pemain baru pilihannya justru harus berkutat dengan cedera; Fabio Borini dan Joe Allen. Transfer bulan januari lalu sepertinya menjadi titik awal bagaimana Rodgers benar-benar serius membawa Liverpool kembali ke jajaran klub elit Liga Inggris. dengan hanya menggelontorkan 20 Juta poundterling, Rodgers membeli Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho. Hasilnya? Liverpool terlihat atraktif dan seperti menemukan kepingan pelengkap  puzzle yang selama ini sedang disusun oleh Rodgers.

Pun dengan tarnsfer musim panas juli lalu, tidak ada nama besar yang berhasil didatangkan oleh Liverpool, sekian incaran akhirnya berlabuh di tim-tim lain yang saat itu memang lebih stabil dari Liverpool. Satu-satunya keberhasilan Liverpool di bursa transfer musim panas lalu adalah mempertahankan luis Suarez.

Luis Suarez.
Kenny Dalglish mendatangkan striker Urugay ini dari jax Amsterdam bersama dengan Andy Carroll dari Newcastel. Uang hasil penjualan Fernando Torres ke Chelsea digunakan untuk membeli kedua pemain ini. Namun, Andy Carroll justru yang berharga lebih mahal dari Suarez harus meredup dan akhirnya dijual ke West Ham United, hingga kini masih berkutat dengan cedera di West Ham.

Luis Suarez adalah striker bertalenta yang kontroversial. Kasus tuduhan rasisme terhadap Evra menjadi halaman utama cerita hidupnya di Inggris. Emosinya yang sering meluap, hingga aksi diving yang dikecam oleh banyak orang. Akhir musim lalu, ia kembali membuat media inggris sibuk memberitakan dirinya setelah kasus gigitan kepada Ivanovic. Luis Suarez akhirnya dihukum 10 pertandingan oleh FA, 4 pertandingan di akhir musim lalu, dan 6 pertandingan di awal musim ini. Absennya Suarez di 5 laga awal liga inggris memaksa Rodgers menggunakan 2 strategi dalam satu pertandingan. Ketika Liverpool berhasil unggul di babak pertama, maka Liverpool akan bermain pragmatis di babak kedua.

Luis Suarez
Luis Suarez

Saga transfer musim panas lalu sepertinya sudah membuat Luis Suarez berubah, dan sepertinya Sofia Balbi sangat penting perannya dalam hal ini. Dibalik keberhasilan seorang pria, ada wanita hebat dibelakangnya, kalimat ini sepertinya memang benar adanya. Musim 2013-2014 bergulir, Luis Suarez harus absen di 5 laga awal plus 1 pertandingan Capital One Cup. Dari 5 laga yang tidak ia ikuti, Liverpool meraih 4 kemenangan (1 diantaranya di laga Capital One Cup), 1 kali imbang dan 1 kali kalah. Pertandingan dimana ia kembali dari sanksi, Liverpool harus menelan kekalahan dari rival abadi Manchester United di laga Capital One Cup. Setelahnya?. Luis Suarez seakan ingin membuktikan bahwa ia tidak bisa dihentikan oleh sanksi FA. Absen di 5 laga awal premier league tidak membuatnya gentar dalam mencetak gol. Siapa sangka, dalam 11 pekan ia mengemas 17 gol, tanpa ada satupun yang ia cetak dari titik pinalti. Duetnya bersama Sturridge masih harus diuji meskipun mereka berdua saling mencetak gol ketika dimainkan. Tugas Rodgers adalah menyeimbangkan ego mereka berdua sehingga mampu bekerja sama di lapangan dalam hal mencetak gol. Saya sendiri sangat bersyukur manajemen Liverpool berhasil membuat Suarez bertahan di Anfield, meskipun pada jeda transfer lalu sangat mungkin ia dilepas dengan harga yang cukup mahal. 17 gol dalam 11 laga adalah bukti bahwa Suarez menjadi pemain paling penting bagi Liverpool saat ini. Masih ada yang kenal Fernando Torres?

Steven Gerrard.
Kapten Fantastik. Steven Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Steven Gerrard. Tidak dipungkiri, dalam satu dekade terakhir Liverpool sangat identik dengan Steven Gerrard. Final Istanbul 2005 menjadi titik penting baginya untuk bertahan di Liverpool. Saat itu, ia didekati oleh Jose Mourinho untuk bergabung bersama Chelsea. Bahkan ketika Mourinho menjadi manjaer INter Milan dan Real Madrid, ia tetap gagal membujuk Gerrard untuk bergabung bersamanya.

Steven Gerrard
Steven Gerrard

Sosok Gerrard sendiri menjadi sangat penting, bahkan Liverpool menjadi timpang ketika sang kapten harus absen. Namun sepertinya hal itu sudah mulai diakhiri oleh Brendan Rodgers. Sang manjaer jelas tidak mungkin menyingkirkan Gerrard begitu saja seperti Mourinho mengistirahatkan Frank Lampard di Chelsea pada beberapa laga. Satu-satunya cara agar Gerrard beristirahat adalah cedera. Pertandingan melawan West Ham United pekan ke 15 adalah waktunya. Gerrard memberikan isyarat agar digantikan sekitar menit ke 60. Seluruh fans Liverpool gusar. Bagaimana tidak, Gerrard membuat 6 assist sejauh ini, mencetak 3 gol dan menciptakan 39 peluang. Setelah Gerrard ditarik keluar, Liverpool justru kebobolan oleh gol bunuh diri Skrtel saat itu. Pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 4-1 itu menyisakan sebuah kesedihan, Gerrard divonis cedera hamstring dan harus menepi 4-6 pekan. Ini artinya Gerrard akan melewatkan pertandingan penting melawan Spurs, City dan Chelsea.

Sosok gelandang 33 tahun ini memang sangat penting keberadaannya dalam tim. Ia lebih dari sekedar seorang kapten. Namun, yang harus disadari oleh fans Liverpool adalah, sudah saatnya Liverpool tidak bergantung kepada Gerrard. Cepat atau lambat ia akan pensiun. Jika Liverpool tidak dibiasakan dengan keadaan ini, maka Gerrard justru akan menjadi bumerang tersendiri bagi Liverpool. Seakan mengamini hal ini, ketika laga melawan West Ham, Suarez mampu menciptakan 2 gol tanpa bantuan Gerrard. Banyak para analis sepakbola kemudian mengatakan bahwa inilah saat yang tepat membuktikan Liverpool tidak bergantung kepada sosok Steven Gerrard. Dan laga melawan Tottenham Hotspurs menjadi bukti awal, bahwa ketidak hadiran Gerrard tidak mengurangi keganasan Liverpool dalam menjebol gawang lawan. 5 gol dari skema open play dan tercipta ketika Gerrard tidak bermain. Sepertinya anak-anak Anfield sudah mulai tidak sopan kepada Gerrard dengan tidak mengajaknya berpesat di lapangan hijau.

Badai Cedera.
Secara bergantian, pemain-pemain Liverpool mendapat cedera. Tercatat : Daniel Sturridge, Jose Enrique dan Steven Gerrard masih harus berada menjalani masa perawatan. 3 pemain ini sangat penting perannya dalam tim. Namun, hal ini juga membuat Brendan Rodgers berani memainkan pemain-pemain muda. Pemain seperti Jon Flanagan yang berposisi di bek kanan, ia mainkan di posisi bek kiri menggantikan Jose Enrique. Hasilnya, ia menjadi man of the match pada Derby Merseyside dan semalam ia mencetak gol perdananya setelah menerima assist dari Luis Suarez. Raheem Sterling, wonderkid yang pernah dilirik oleh Ferguson musim lalu tetap menjadi pemain kepercayaan Rodgers setelaDaniel Sturridge cedera. Bahkan, hingga akhirnya Gerrard cedera, ia tetap dipercaya selalu masuk dalam starting XI. Henderson yang biasanya bergerak di sisi kanan, dengan cederanya Gerrard ia mengisi posisi Gerrard dan Sterling mengisi posisi Henderson di sisi kanan. Laga melawan Hostpurs semalam menjadi bukti bahwa anak-anak muda ini adalah pemain berbakat. Lucas dan Joe Allen yang didapuk menjadi double pivot, sukses mengontrol ritme permainan, meskipun masih ada kekurangan, hasil melawan Hotspurs kan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Liverpool.

Transfer Januari.
Beberapa pemain yang didatangkan pada transfer awal musim belum terlihat tajinya. Kolo Toure harus bersaing dengan Agger dan Sakho. Luis Alberto pun harus rela menjadi pelapis Sterling, begitu juga dengan Victor Moses. Iago Aspas?. Saya sendiri sudah lupa kapan ia terakhir kali dimainkan. Thiago Illori bahkan ingin dipinjam oleh Sporting Lisbon, klub yang menjualnya ke Liverpool. Beberapa nama sudah mulai muncul sebagai pemain incaran Liverpool di bursa transfer januari. Julian Dexler, Martin Montoya dan Mohammed Salah diantaranya. Menarik ditunggu, apakah tarsnfer januari nanti akan sangat berpengaruh kepada Liverpool layaknya Sturridge dan Coutinho?.

The end of storm?
Seperti lirik lagu You'll Never Walk Alone. Akankah ini akhir dari badai?. Sebaiknya Brendan Rodgers bersama Liverpool tetap fokus untuk mencapai hasil positif dari setiap laga yang akan dijalani. Seperti yang sudah dicanangkan di awal musim, target Liverpool adalah finish di 4 besar klasemen. Jikalau sekarng Liverpool berada di posisi 2 dibawah Arsenal dengan margin 2 poin, itu adalah hasil dari kerja keras 16 pekan liga inggris. Liverpool harus menghindari hasil negatif seperti saat melawan Hull City. Liverpool harus menghormati tim manapun yang akan dihadapi. Melihat hasil skor di 3 laga terakhir Liverpool, sepertinya Liverpool mulai tidak sopan.

Tetaplah membumi, Liverpool.

Thursday, 12 December 2013

Belajar kepada Nabi Khidir

Sebuah kisah antara Nabi Musa AS dengan Nabi Khidir yang sangat masyhur di telinga kita. Singkat cerita dalam sebuah perjalanan beliau berdua, ada 3 kejadian yang menurut Nabi Musa tidak sesuai dengan akal sehat. Kejadian pertama Nabi Khidir membocorkan sebuah perahu, kejadian kedua Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil dan kejadian ketiga Nabi Khidir mendirikan sebuah papan yang sudah rapuh. Karena perjanjian awal apabila Nabi Musa mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir, maka mereka bersepakat untuk berpisah dalam perjalanan. Dalam perpisahan itu akhirnya Nabi Khidir menjelaskan apa alasannya melakukan 3 perbuatan yang dianggap aneh oleh Nabi Musa. Membocorkan sebuah perahu adalah sebuah pencegahan karena perahu tersebut akan dirampok, membunuh anak kecil karena anak tersebut berpotensi membuat orang tuanya kafir, sedangkan sebuah papan yang rapuh didirikan kembali karena dibalik papan tersebut ada harta anak yatim.

Akan ada banyak tafsiran mengenai kisah Nabi Khidir ini. Ada yang hanya menjadikan cerita ini sebagai cerita pengantar tidur anaknya, ada juga yang mencoba menjadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga yang mungkin saja akan terjadi dimasa yang akan datang dalam skala dimensi ruang dan waktu yang berbeda.

Jika boleh saya ibaratkan Indonesia adalah sebuah perahu besar yang sangat banyak sekali asetnya. Perahu besar ini sudah dijarah berkali-kai namun entah kenapa tidak ada habis-habisnya. Ada potensi perampokan besar-besaran terhadap aset-aset bangsa ini di tahun-tahun yang akan datang. Apakah perahu yang besar ini perlu dibocorkan agar perampok mengurungkan niatnya untuk merampok perahu ini? Apakah Indonesia ini perlu dibocorkan pada skala tertentu sehingga sebuah harta masa depan tidak bisa dijarah oleh para perampok masa depan?.

Proses pembocoran perahu itu bisa bermacam-macam bentuknya. Gunung meletus, gempa bumi, banjir, tsunami dan lain sbagainya adalah beberapa opsi untuk membocorkan perahu yang besar ini. Seleksi alam terhadap calon generasi penerus yang berpotensi menjadi perampok masa depan juga merupakan bagian dari opsi tersebut.

Ada sebuah harta karun yang sangat besar yangmasih tersimpan dan belum terpublikasi di masyarakat, namun berpotensi menjadi rebutan bagi para perampok tahun depan. Dan ada sebagian orang yang sedang menegakkan pagar masa depan agar harta ini tidak mudah dicapai oleh tangan-tangan culas para perampok masa depan.

Ah, ini hanya sebuah tulisan saja. Anggap saja sebagai tulisan orang bodoh yang masih perlu banyak belajar kepada alam.

Tuesday, 12 November 2013

Ketika pria Arsenal menghancurkan Arsenal

Laga super sunday EPL minggu kedua november kali ini disajikan duel Man. United vs Arsenal. Seperti yang sudah kita ketahui, Man. United keluar sebagai pemenangnya.  Adalah Robin Van Persie yang menjadi penentu kemenangan Man. United pada laga tersebut.

Arsenal yang sedang mengalami peningkatan performa yang sangat baik terpaksa harus dihentikan oleh salah satu anak kesayangan Arsene Wenger. Sempat mengalami kekalahan mengejutkan oleh Aston Villa, Arsenal melaju mulus hingga pekan ke 10. Hanya West Bromwich Albion yang sempat menahan laju meriam london dengan hasil seri. Sempat dikalahkan Dortmund di Emirates, Arsenal membayar lunas kekalahan tersebut di Signal Iduna Park. Kemenangan beruntun melawan Liverpool dan Dortmund dalam sepekan seakan mengankat moral dan kepercayan diri para pemain Arsenal dan para fans-nya. Tidak dipungkiri, Aaron Ramsey menjadi senjata rahasia Arsenal sejauh ini. Giroud bahkan mampu membuat fans Arsenal bahwa mereka masih memiliki Podolski yang sedang cedera. Kehadiran Mesut Oziel yang dibeli dengan harga yang cukup mahal ternyata terbukti bukan pembelian gagal sejauh ini. Namun apa yang terjadi di laga Super Sunday kemarin justru memperlihatkan Arsenal yang kehilangan kreasi serangan, terutama di babak pertama. Analisis lengkapnya silahkan dibaca di beberapa media online, salah satu analisis yang menarik adalah analisis yang dirilis oleh Pandit Football Indonesia disini.

Di laga tersebut, fans Arsenal sibuk mencari-cari Ozil dan Ramsey yang tidak kunjung menampilkan gaya permainan seperti di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Secara objektif, saya menilai hanya Bacary Sagna yang bermain baik di laga tersebut. Sayangnya beberapa umpan crossingnya tidak disambut oleh Giroud yang diplot sebagai striker tunggal.

wenger van persie
Arsene Wenger dan Robin Van Persie
Seperti biasanya, beberapa hari sebelum pertandingan Wenger melakukan konfrensi pers. Dalam konfrensi pers tersebut, Wenger mengatakan bahwa Van Persie masih "Arsenal man". Wenger juga mengatakan bahwa dirinya masih belum legowo melihat Van Persie berbaju setan merah. Hal ini sangat wajar, karena Wenger adalah orang yang sudah memoles Van Persie dari yang sebelumnya hanya striker biasa menjadi striker papan atas.

Wenger admits it still does not sit well to see the player he signed as a 20-year-old in 2004 wearing the red of United rather than Arsenal. "Of course it's strange because for me he is an Arsenal man," said the Frenchman. "I took him when he was a very, very young player. We have gone together through very difficult periods and he became a world-class player and for me he is an Arsenal player."

Gayung bersambut, David Moyes pun seakan tidak mau melewatkan psywar yang dilancarkan oleh Wenger. Secara lugas The Choosen One mengatakan bahwa Robin Van Persie tidak menyesal bergabung dengan Man United.

Hingga akhirnya "The Arsenal Man" versi Wenger; Robin Van Persie benar-benar menghancurkan Arsenal malam itu. Fans Arsenal yang sedang berada dalam kepercayaan tinggi harus tersenyum kecut melihat tim kebanggaanya justru dibuat merana oleh pemain yang beberapa tahun yang lalu dielu-elukan oleh mereka sendiri. 8 tahun berbaju meriam london tak membuat Van Persie terhanyut dalam CLBK, Van Persie bukan seorang ABG yang susah move on dari sang mantan. Justru fans Arsenal yang sepertinya dibuat galau dengan kepergian Van Persie. Smakin ia dibenci oleh fans Arsenal, justru semakin ia bernafsu untuk membuktikan bahwa keputusannya (untuk pindah ke klub rival) adalah sebuah pilihan yang tepat. Gol Van Persie malam itu seakan memberi perasan air lemon kedalam luka hati fans Arsenal. Perih dan menyakitkan.

Memang aneh melihat permainan Arsenal di kandang Man United dalam laga tersebut. Lini tengah mereka yang dalam beberapa laga sebelumnya tampil menawan, justru terlihat medioker jika dibandingkan dengan skuad David Moyes yang beberapa laga sebelumnya terlihat medioker. Jika melihat performa Arsenal beberapa pertandingan sebelumnya, maka Arsenal berpeluang mengulangi hasil West Bromwich Albion yang berhasil meraih 3 poin di Old Trafford beberapa pekan sebelumnya. Namun apa lacur, kekuatan Arsenal yang begitu menakutkan di lini tengah malah terlihat seperti macan ompong saat menghadapi sang rival. Adalah Phill Jones dan Michael Carrick yang sukses menjalani peran sebagai double pivot untuk menahan gemouran peluru-peluru london. Jika melihat statistik pertandingan, Arsenal memang menguasai jalannya pertandingan. Satu-satunya kesalahan Arsenal adalah membiarkan Robin Van Persie tidak terjaga saat United mendapat kesempatan set piece. Dan kesalahan itu harus dibayar mahal dengan kehilanagan 3 poin yang akhirnya memangkas jarak menjadi 2 poin dengan Liverpool di peringkat kedua klasemen sementara.

Jangan pertanyakan kesetiaan dalam dunia bisnis sepakbola, karena impian terbesar pemain sepakbola adalah membawa tim yang dibelanya menjadi yang terbaik. Profesionalitas seorang pemain sepakbola adalah memberikan penampilan terbaik kepada klub yang sudah membayarnya, dan Robin Van Persie tidak bisa disalahkan atas selebrasi emosionalnya setelah membobol (lagi) gawang Arsenal. Karena malam itu, ia harus mengantarkan United bertengger di posisi 5 klasemen setelah seblumnya si tetangga berisik dan london putih sebagai dua pesaing terdekat united menelan kekalahan.

Friday, 25 October 2013

Steven Gerrard is not a top player?

Beberapa hari terakhir ini dunia sepakbola diramaikan dengan berita seorang kakek tua yang baru saja pensiun dari posisi pelatih sebuah klub, sebut saja Ferguson. Dalam sebuah bab dalam buku yang dia anggap sebagai otobiografi, ia mengatakan bahwa Steven Gerrard bukanlah pemain top di dunia sepakbola. Sepertinya otobiografi ferguson memang ia rancang untuk menyerang Liverpool.



Sebagai fans Liverpool, saya tentu sangat menghormati Steven Gerrard. Saya hanya tersenyum ketika membaca beberapa kicauan di twitter yang menyebarkan berita bahwa Ferguson tidak menganggap Steven Gerrard sebagai pemain top di dunia sepakbola. Lantas, kenapa ia dulu pernah mencoba untuk merekrut Gerrard?. Apakah karena Gerrard adalah pemain Liverpool sehingga ia tidak memasukkan Gerrard dalam daftar pemain top versinya sendiri?. Sebagai penikmat sepakbola, saya tidak segan mengatakan bahwa Rooney adalah salah satu striker terbaik dalam satu dekade terakhir. Saya juga tidak memungkiri bahwa Frank Lampard adalah salah satu gelandang terbaik yang juga dimiliki oleh tim nasional Inggris. Jika parameter yang digunakan oleh ferguson dalam menentukan pemain terbaik versinya adalah pemain yang pernah bermain untuk manchester united, maka seharusnya Roy Keane yang jumlah golnya lebih sedikit dari Gerrard seharusnya masuk dalam daftar tersebut.



Steven Gerrard
What they said about Steven Gerrard

Tapi mungkin memang ferguson ditakdirkan untuk memiliki saraf otak yang terkadang konslet dalam beberapa saat. Toh sampai saat ini Gerrard juga tidak begitu menanggapi pernyataan sampah kakek tua itu. Jika saya menjadi Gerrard, maka hanya satu pertanyaan yang saya sampaikan kepada ferguson: Prestasimu sebagai pemain sepakbola apa, fergie?.

Saya bukanlah fans sepakbola yang menganut faham fanatik buta. Dalam sebuah tim, pasti akan ada pemain-pemain yang memang overrated. Di tim lain, bahkan tim rival, bahkan ada pemain yang memang harus saya akui kualitasnya sebagai pemain.

Saya pikir hanya orang yang bodoh yang tidak tahu tentang sepakbola yang kemudian menganggap bahwa Steven Gerrard adalah bukan pemain sepakbola yang berada di top level. Simak beberapa penuturan pemain-pemain sepakbola berikut tentang Steven Gerrard.

" For me, he is one of the best ever. I have always said this, he (Gerrard) will be regarded as one of the greatest midfielders ever when he finishes his career. No doubt." - Thierry Henry 
”Sometimes you have a player like Gerrard. For me, for the last five years Gerrard has been the best player in the world." - Pele
“Is he (Gerrard) the best in the world? He might not get the attention of Messi and Ronaldo but, yes, I think he just might be." - Zinedine Zidane
"For me, in the position he plays, he is one of the very best in the world. for me he is one of the greatest" - Ronaldinho
"Steven Gerrard, who for me is the complete modern player.”  - Kaka'
"The best midfielder I would say is Steven Gerrard. I really rate him as a player and as a man." - Vieira
"Steven Gerrard is undoubtedly a world-class player and I wish he'd played for United." - Garry Neville

Jadi, apa prestasi terbaikmu sebagai pemain sepakbola, fergie?.

Friday, 11 October 2013

Garuda muda, teruslah terbang tinggi.....

Evan DImas

Sebagai penikmat sepakbola, tentu menjadi kebanggan tersendiri ketika menyaksikan perjuangan tim nasional Indonesia berlaga dan menampilkan permainan yang impresif dan meyakinkan. Indra Sjafrie dengan skuat Timnas U-19 yang ia pilih sendiri membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu menampilkan permainan bola yang indah.

Melihat Evan Dimas dan kawan-kawan bermain, seakan tidak percaya bahwa mereka mampu bemain sangat impresif. Pada kejuaraan Piala AFF U-19 beberapa pekan yang lalu, mereka membuktikan bahwa mereka bisa juara. Sempat dikalahkan oleh Vietnam di fase grup, Evan Dimas dkk mampu mengalahkan Vietnam di babak Final melalui adu pinalti. Setelah 22 tahun Timnas Indonesia nir-gelar, akhirnya lewat Timnas U-19 kita Juara.

Setelah gelaran Piala AFF U-19, Evan Dimas dkk melanjutkan pembuktiannya di ajang kualifikasi Piala AFC U-19. Berada satu grup dengan Laos, Filipina dan Korea Selatan. Di pertandingan melawan Laos, Evan Dimas dkk berhasil membungkam Laos dengan skor 4-0. Evan DImas tercatat sebagai pemain terbaik di pertandingan tersebut dengan torehan 1 gol dan 2 assist serta satu key pass. Kemenangan dengan skor 4 gol tersebut bukan didapat dengan mudah, Evan Dimas dkk harus meladeni pressing tinggi pemain Laos yang tampil dengan formasi 4-2-3-1. Bahkan striker Laos, Phithack seringkali melakukan tekel terhadap pemain Indonesia. Praktis di babak pertama Indonesia sangat minim kreasi, bahkan shoot on target Laos lebih banyak ketimbang Indonesia. Permainan high pressing Laos memaksa mereka bermain cenderung kasar, hal ini dimanfaatkan denganbaik oleh anak asuh Indra Sjafrie, Gol pertama Indonesia pun bermula dari sebuah pelanggaran yang dilakukan oleh pemain bertahan Laos. 3 gelandang dan 3 striker Laos melakukan serangan sporadis yang acapkali merepotkan pertahanan Indonesia di babak pertama. Indra Sjafrie membuktyikan kelihaianannya meracik strategi. Menghadapi Laos dengan pressing ketat, Hargianto yang diplot sebagai Defensive Midfielder diganti oleh Paulo Sitanggang yang memiliki kemampuan sebagai box-to-box midfielder. Dengan strategi ini, 3 gelandang Indonesia seringkali bertarung dengan 3 gelandang Laos di daerah pertahanan  Laos. Strategi ini mengakibatkan Laos cenderung bermain keras dalam perebutan bola dan mengakibatkan 2 kartu merah bagi pemain mereka. Tekanan di babak kedua berpindah kepada Laos. Di babak kedua Laos bahkan tidak memiliki satu percobaan pun yang mengarah ke gawang Ravi Murdiyanto. Berbanding terbalik dengan Indonesia yang berhasil melakukan 11 tendangan mengarah ke gawang Laos, dengan 5 diantaranya on goal, dan 3 berbuah gol. Babak kedua menjadi milik Evan DImas dkk.

Laga kedua tadi malam melanjutkan kegemilangan strategi Indra Sjafrie. Filipina yang sejak babak pertama menerapkan skema bertahan total, memaksa anak asuh Indra Sjafrie untuk melakukan tembakan dari luar kotak pinalti lawan. Beberapa kali Indonesia melakukan shooting dari luar kotak pinalti yang memaksa Kiper Filipina menghalau bola. Gol pertama Indonesia tadi malam adalah gol yang sangat indah hasil dari sepakan keras Hargianto yang mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak pinalti setelah sebelumnya Evan Dimas melakukan percobaan pertama yang mengenai mistar gawang. Setelahnya, berkali-kali pemain Indonesia melakukan tendangan dari luar kotak pinalti dikarenakan Filipina menumpuk pemain mereka di area pertahanan mereka. Seringkali kita melihat setidaknya 9 pemain Filipina berada di area final third.  Evan Dimas dkk mampu mengontrol permainan bahkan menguasai ball posession  mencapai 70%. Umpan dari kaki ke kaki para pemain Indonesia diperagakan dengan sangat atraktif dan tenang. Bahkan beberapa kali mereka berani memainkan bola di dalam kotak pinalti lawan. Adalah Yabes Roni Malaifani yang akhirnya menambah gol bagi Indonesia, menggantikan posisi sayap yang sebelumnya diisi Dinan Yahdian Javier, Yabes menusuk dari sisi kiri pertahanan Filipina memanfaatkan umpan Paulo Sitanggang dan membuahkan gol di menit ke 84. Sepakan kerasnya tidak mampu ditahan oleh Kiper Filipina, Vallez Bayan. Toal Indonesia melakukan 37 percobaan ke gawang Filipina dengan 17 diantranya on target. Sedangkan Filipina hanya melakukan 7 percobaan dengan 2 diantaranya on target.

Besok malam, Evan Dimas dkk akan menghadapi Korea Selatan di laga pamungkas kualifikasi Piala AFC 2014. Jika Indonesia ingin lolos ke fase grup Piala AFC 2014, Indonesia harus mengalahkan Korea Selatan. Hasil imbang hanya akan menguntungkan Korea Selatan yang memiliki produktivitas gol yang lebih baik dari Indonesia. Jika skenario ini yang terjadi, maka Indonesia akan berharap menjadi salah satu tim yang lolos ke babak berikutnya dengan status Runner-Up terbaik.

Teruslah terbang Garuda muda......

Saturday, 14 September 2013

Pantat Inul adalah Wajah kita semua

Oleh : Emha Ainun Nadjib.

DI wilayah kerajaan dangdut, Inul adalah warganya sang Raja Dangdut, atau mungkin lebih intim kalau kita sebut anaknya Rhoma Irama. Ia berada dalam asuhan, ayoman, dan perlindungan bapaknya. Kalau si anak benar, bapak men-support-nya. Kalau anak salah, bapak mengingatkannya. Kalau anak jaya, bapak bergembira. Kalau anak terpuruk, bapak menolongnya.
Apalagi ternyata anak-anak lain sebenarnya juga melakukan hal yang sama dengan Inul. Penyanyi-penyanyi dangdut yang lain, baik yang tampil di televisi, dan apalagi yang di luar itu-sejak Inul terkenal, setengah mati mencari pola-pola joget yang diperkirakan bisa bersaing melawan Inul, yang produknya sama sekali tidak kalah sensual dibanding Inul.

Kosmos dangdut berguncang oleh kehadiran Inul. Konstelasi pentas dangdut berubah total oleh adanya Inul. Inul menjadi bintang gemintang dan yang lainnya menjadi figuran. Keindahan musikalitas dangdut menjadi sekunder karena yang primer adalah fenomena budaya ngebor yang dilansir oleh Inul. Ngebor menantang lahirnya ngecor, ngezor, ngelor, ngedor… atau apa pun.

“Ngebor” adalah “avant-garde” budaya dangdut

Sesungguhnya apa yang dilakukan Inul adalah angka 9 dari 1, 2, 3… 6, 7, 8 yang sebelumnya secara bertahap dicapai oleh dinamika musik dan budaya dangdut. Joget ngebor Inul adalah garda depan dari perkembangan panjang budaya joget dangdut. Ia bukan anak jadah. Ia anak yang normal, relevan, dan bahkan setia serta kreatif terhadap aspirasi budaya joget dangdut. Kalau Anda perhatikan atmosfer pentas dangdut, orang yang cerdas bahkan berani memastikan bahwa yang semacam Inul itu akan pasti lahir, lambat atau cepat.
Tidak ada yang aneh dengan Inul karena budaya joget yang berkembang dalam kultur dangdut memang sangat akomodatif terhadap jenis kultur semacam ini. Dan, mohon maaf, Pak Haji sejak awal kebangkitan dangdut memang tidak antisipatif terhadap fenomena ini. Pak Haji secara tidak sengaja ikut memupuknya sehingga mengherankan kalau seakan-akan sesudah hadirnya Inul beliau baru tahu tentang budaya goyang aurat dalam pentas dangdut. Sudah lama Pak Haji terlibat dalam atmosfer goyang semacam itu dan tidak tampak merasa risi olehnya.
Awal tahun 1980-an saya pernah menulis tentang pentas dangdut yang diawali dengan tuturan ayat Quran atau hadis Nabi kemudian musik berbunyi dan penyanyinya menggoyang aurat, depan maupun belakang. Inul bahkan hanya mengolah aurat belakang, tidak terlalu membuat kaum lelaki pingsan sebagaimana kalau yang digoyang adalah bagian depan-yang biasanya dikomposisikan dengan mikrofon yang disodorkan tepat di depan kemaluan si penyanyi.
Sejak puluhan tahun lalu masyarakat terheran-heran oleh paradoks antara syair dakwah dangdut dengan praktik budaya joget dangdut. Pak Haji seakan-akan baru hari ini menjumpai fenomena itu. Dan, para pejoget dangdut yang lain seakan-akan suci dari tradisi budaya joget Inul.

Rekapitulasi nilai budaya dangdut

Maka, yang saya bayangkan adalah sang Raja atau si bapak dangdut memanggil anak garda depan itu. Ia panggil juga semua anaknya yang lain. Mungkin dinasihatinya, atau diajak berdiskusi, berunding, bersama-sama memproses dialog menuju keputusan bersama yang mewakili citra seluruh keluarga-kalau memang semua memandang bahwa atmosfer dunia dangdut harus mengalami perubahan. Katakanlah mereka berpendapat bahwa perlu ada semacam rekapitulasi nilai budaya dangdut.
Kalau ternyata si anak bersikap egois, tidak bisa melakukan moderasi atau persuasi sama sekali, maka bapak dan seluruh keluarga tidak punya kemungkinan lain kecuali bersikap memisahkan diri dari si anak.
Saya tidak berada di Indonesia ketika kasus Inul-Rhoma ini meledak, juga tatkala saya menulis ini. Dengan demikian, saya tidak tahu persis bagaimana kronologinya. Tidak tahu apakah sudah terlebih dulu ada proses dialog masyarakat dangdut dengan Inul, ataukah tiba-tiba saja masyarakat mendengar sikap Pak Haji Rhoma dan masyarakat dangdut terhadap Inul. Tiba-tiba saja Rhoma dan masyarakat dangdut adalah sebuah pihak, dan Inul adalah pihak yang lain.
Kalau yang terakhir ini yang terjadi, maka kayaknya di sini letak ketergesaan dan kekurangarifan Pak Haji. Di dalam wilayah internal kerajaan dangdut, Inul tidak memperoleh hak runding, hak islah, hak mempertahankan pendapat, dan hak mendapatkan bimbingan.

Fokus gugatan bukan Inul

Kekurangarifan yang lain adalah bahwa Inul dijadikan fokus jihadnya Pak Haji. “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dengan kecenderungan untuk tergesa-gesa”, Allah berfirman. Dan, Pak Haji sungguh tergesa-gesa.
Kalau ada makanan beracun, Pak Haji, jangan melotot hanya pada makanan itu. Kita perhatikan juga warungnya, siapa yang bikin dan kirim makanan beracun itu, dengan segala interelasi pihak-pihak di sekitarnya. Bahkan, kita perhatikan apa isi pikiran si empunya warung, apa ideologi pembikin makanan, mereka punya apa saja dan tak punya apa saja-entah modal, alat-alat produksi, skala pasar, otoritas politik, dan apa saja yang nanti akan bergoyang kalau kita banting-banting itu makanan beracun.
Bahkan, Pak Haji, kalau ada sepiring nasi beracun, apakah nasi itu harus kita buang beserta piringnya sekalian, ataukah kita cari cara untuk membersihkan piring dan nasi dari racun sehingga yang kita musuhi dan buang hanyalah racunnya?
Maka, sekali lagi, kalau ada makanan beracun, jangan sampai konsentrasi terhadap racun kalah besar dibanding perhatian terhadap makanannya. Yang harus didiskusikan oleh Raja dan masyarakat dangdut bukan Inul, melainkan fenomena jogetnya. Bukan figurnya, melainkan keseniannya. Bukan orangnya, melainkan kriteria nilainya.

Sejak umur 10 tahun Inul bergoyang

Sejak umur 10 tahun, di sekitar pertengahan tahun 1980-an, dari daerah Japanan, Jawa Timur, Inul sudah mulai show dan sudah dikenal banyak orang keistimewaannya dalam menggoyang badan dengan fokus pantatnya. Kalangan-kalangan masyarakat kelas bawah di berbagai wilayah di Jawa Timur sudah tidak “pangling” dengan goyang Inul.
Dan, semua aktivitasnya itu relatif tidak mendapat halangan apa-apa. Karena latar belakang budaya dan infrastruktur alam pikiran masyarakat kita pada dasarnya tidak pernah memiliki kesungguh-sungguhan atau konsistensi substansial untuk menyikapi gejala apa pun; kemaksiatan, pencurian, korupsi, perjudian, pelacuran, atau apa pun saja-meskipun secara teoretis itu bertentangan dengan nilai-nilai agama yang mereka anut.
Ketidaksungguhan itu maksudnya begini: ya menyembah Allah, tapi juga mengingkari-Nya. Ya mencintai-Nya, tapi juga menyakiti hati-Nya. Shalat juga, tapi beli togel juga. Puasa Ramadan juga, tapi minum arak rajin juga. Naik haji juga, tapi puncak ibadah di Mekkah itu tidak dijamin pasti menghalanginya melakukan pencurian, kecurangan, menyakiti orang lain, berselingkuh, merendahkan orang kecil, mengoordinir pencurian kayu hutan, menyantet kompetitornya dalam memperebutkan jabatan, melakukan penindasan dan kezaliman, dan berbagai macam perilaku yang membuat Allah sakit hati.

Jangan korupsi, kecuali saya kecipratan

Kita adalah masyarakat yang melarang siapa pun melakukan korupsi, kecuali kita ikut kecipratan. Kita tidak ikhlas ada KKN, kalau kita tidak dilibatkan di dalamnya. Korupsi tidak haram asalkan yang melakukan adalah keluarga kita sendiri, bapak kita, tokoh parpol kita, atau ulama panutan kita. Meniduri pembantu rumah tangga itu zalim dan dosa besar, tetapi kalau yang melakukan adalah tokoh kita sendiri, maka wajib kita tutupi, kalau perlu anak hasil perzinahan itu kita upayakan penanganan dan penampungannya.
Bagi kita, yang dimaksud tokoh adalah orang yang kita dorong, kita perjuangkan, dan kita bela untuk menjadi pemimpin nasional karena kalau berhasil, maka kita semua akan mendapatkan akses-akses dari beliau, bisa dapat proyek, bisa makelaran jabatan, atau sekalian ditempatkan menjadi pejabat ini-itu.
Calon presiden adalah orang yang kalau dia menjadi presiden kita harapkan memberi keuntungan kepada kita. Sekurang-kurangnya memberi keuntungan kepada golongan kita, ormas/orpol kita, kelompok kita: kalau terpaksanya tidak bisa maksimal, ya, yang penting bisa memberi keuntungan bagi kita pribadi dan keluarga kita.
Calon presiden itu boleh pelawak, boleh malaikat, boleh orang dungu, boleh setan, boleh siapa saja, asalkan menguntungkan kita. Yang dimaksud kita, tidak harus kita bangsa Indonesia, bahkan tak harus kita segolongan, yang penting kita sendiri ini, seorang saja pun, mendapat keuntungan. Dan yang dimaksud keuntungan, sederhana saja: uang sebanyak-banyaknya. Dengan atmosfer nilai semacam itu, fenomena Inul tidak a-historis dan bukan sesuatu yang istimewa.

Perampok dan pengemis

Kalau ada rezim korup, kita akan memperjuangkan satu di antara tiga kemungkinan. Pertama, kita tumbangkan rezim itu agar kita bisa menggantikannya melakukan korupsi. Atau kedua, kita tekan rezim itu pada level yang kita mampu, agar supaya mereka tidak egoistik dalam melakukan pencurian uang negara dan harta rakyat. Mereka harus berbagi dengan kita, korupsi dalam koordinasi dengan kita, berkolusi dalam jaringan dengan kita.
Kemungkinan ketiga, kalau kita tidak memiliki “bargaining power” apa-apa untuk melakukan negosiasi, maka kita upayakan cara-cara untuk mengemis. Tentu saja kalau bisa jangan sampai tampak mengemis, kita bisa hiasi dan tutupi dengan retorika, jargon dan tema-tema yang indah dan penuh nasionalisme.
Penduduk Indonesia ada dua. Perampok dan pengemis. KTPnya ganti setiap diperlukan. Kalau sedang berkuasa, merampok. Kalau tak berkuasa, mengemis, pindah parpol, pindah koalisi, pindah tema dan komitmen, atas nama dinamika demokrasi.
Inul tidak termasuk penduduk yang bisa merampok atau mengemis dalam konteks itu. Ia hanya punya kemampuan menggoyang pantat, dan ia tidak mengerti hubungan antara goyang pantat dengan peta nilai apapun-filosofi, moral, akhlak, akidah atau apapun-kecuali logika bahwa kalau ia mau bergoyang maka ia menerima honor sekian rupiah. Dengan atmosfir nilai semacam itu, fenomena Inul bukanlah sesuatu yang aneh dan mengherankan.

Togel dan istikamah

Aa Gym bertanya kepada Inul, “Apakah Mbak Inul tidak pernah berpikir bahwa yang Mbak Inul lakukan itu bisa merusak moral generasi muda bangsa kita?”, Inul menjawab dengan penuh kejujuran: “Alhamdulillah nggak….”
Nuansa jawabannya seperti seorang pembeli nomor judi undi yang menjual sepedanya untuk memborong angka 97 (sembilan tujuh), karena ia mendapat ramalan 79 (tujuh sembilan) kemudian ia mistik otak-atik menjadi 97 (sembilan tujuh). Padahal, yang kemudian keluar adalah 79 (tujuh sembilan) persis seperti angka ramalan. Ia sudah telanjur jual sepeda…. Istrinya marah habis. Seorang sahabatnya memberi nasihat: “Makanya orang hidup itu harus istikamah, jangan plintat-plintut. Kalau sudah 79 ya 79, jangan dibolak-balik. Iman harus teguh….”
Inul tidak merasa melakukan apa pun yang berkaitan dengan kerusakan moral masyarakat. Sehingga kalau ada pengadilan moral, Inul ada di urutan sangat belakang. Urutan terdepan adalah orang yang mengerti moral namun mengkhianatinya, orang yang memahami hukum tapi melanggarnya, yang mengerti menjadi wakil rakyat artinya adalah mewakili kepentingan rakyat namun sibuk dengan kepentingan diri dan golongannya.
Sama dengan Sumanto, ia sekadar kanibal kelas teri. Ia beraninya hanya makan mayat, itu pun nenek-nenek. Itu pun sesudah si mayat ada di kuburan baru ia mencurinya. Sumanto tidak berani makan daging rakyat sebagaimana banyak pengurus negara. Pantat Inul dan perilaku Sumanto, secara kualitatif, adalah wajah kita semua.

Membayar untuk dipantati

Mohon maaf harus saya kemukakan bahwa Pak Haji Rhoma perlu memastikan di dalam kesadarannya bahwa beliau hidup di negara yang politiknya sekular dan perekonomiannya industri, dan kebudayaan berada di bawah otoritas dua kekuasaan itu.
Siapa pun yang tidak setuju atas kenyataan itu bisa memilih satu di antara tiga kemungkinan. Pertama, melakukan pemberontakan dan mengambil alih kekuasaan. Kedua, menciptakan lingkaran “negeri” sendiri untuk menerapkan prinsip-prinsip nilainya di wilayah-wilayah nilai yang memungkinkan, tanpa harus menabrak konstitusi negara. Ketiga, melakukan sejumlah kompromi terbatas berdasarkan prinsip persuasi dan strategi sejarah berirama.
Sebagai orang yang hidup dengan pandangan agama, Pak Haji bisa mengambil wacana sujud shalat untuk menilai Inul. Tuhan menyuruh Muslim bersujud. Dalam sujud pantat kita letakkan di tataran tertinggi, sementara wajah di level terendah.
Wajah itu lambang eksistensi kita, icon kepribadian kita, dan display dari identitas kita. Kalau bikin KTP tidak dengan foto close up pantat, melainkan wajah.
Ritus sujud menjadi semacam metode cermin untuk menyadari terus-menerus bahwa kalau tidak hati-hati dalam berperilaku, manusia bisa turun martabatnya dari wajah ke pantat. Ketika bersujud yang diucapkan oleh orang shalat adalah “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”. Jadi jelas sujud itu memuat substansi martabat atau derajat manusia hidup.
Pak Haji cemas karena sekarang orang bukan hanya tidak takut martabat kepribadiannya merosot. Orang bahkan mendambakan pantatnya Inul, dan membayar untuk dipantati Inul.

“Market” dangdut tanpa sensualitas

Tetapi itu wacana agama. Itu urusan orang beragama. Sekularisme dan industrialisme tidak relevan terhadap martabat, derajat, akhlak dan akidah. Tidak ada agenda di dalam sekularisme dan industrialisme yang menyangkut itu semua.
Ini negara sekular, Pak Haji. Jangankan joget Inul: berzinah pun tak apa-apa. Boleh atau tidak menjadi kafir tak ada undang-undangnya. Bersikap munafik juga boleh-boleh saja. Negara ini tidak keberatan kalau kita mengkhianati Tuhan. Tuhan bukan subjek utama. Tak ada Tuhan pun negara ini tak keberatan. Dan Pak Haji tak usah menangis, tinggal mengambil satu di antara tiga kemungkinan sikap yang tertuang di atas.
Industri tidak berpikir baik atau buruk, akhlaqul karimah atau sayyiah. Industri tidak ada kaitannya dengan Tuhan, surga dan neraka. Industrialisme bekerja keras dalam skema laku atau tak laku, marketable atau tidak marketable, rating tinggi atau rendah. Bad news is good news. Kalau yang laku ingus, jual ingus. Kalau yang ramai di pasar adalah Inul, jual Inul. Dan Pak Haji adalah figur yang juga sangat marketable-industrial selama ini. Sekarang Pak Haji harus membuktikan kesaktian bahwa musik Pak Haji akan tetap marketable meskipun minus joget dan sensualitas.
Pak Haji, ada saat-saat di mana ternyata yang enak adalah orang yang tidak laku seperti saya.
Ya Allah, reformasi masih gagal, petani makin sengsara, buruh menderita, krisis nasional tak kunjung berakhir, pemilu demi pemilu tidak menambah keselamatan bangsa, berbagai problem besar belum mampu kami atasi-dan hari ini aku harus menulis tentang pantat, ya Allah…. 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini pernah dipublikasikan di harian Kompas pada 4 mei 2003.

Tuesday, 3 September 2013

Liverpool (mulai) Pragmatis?

Liga Inggris kembali bergulir, di tiga laga pembuka, Liverpool sukses mengantongi poin sempurna. 3 pertandingan, 3 kali tanpa kebobolan, dan memuncaki klasemen sementara. Meskipun hanya dengan 3 gol Daniel Sturridge.

Daniel Sturridge dan Martin Skrtel

Ini adalah start terbaik Liverpool dalam kurun waktu 19 tahun terakhir. Brendan Rodgers sepertinya mulai memahami bahwa tidak selamanya kemenangan didapatkan dengan permainan yang bagus. We are not Barcelona, guys. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Liverpool adalah salah satu pesaing juara liga Inggris musim ini. Tidak dipungkiri, City, United dan Chelsea lebih diunggulkan oleh para pundit dan rumah taruhan eropa. Pasca kemenangan atas United akhir pekan kemarin Rodgers mengatakan, bahwa masih ada 35 pertandingan lagi yang harus dijalani Liverpool. Baginya, meraih 3 poin di setiap pertandingan jauh lebih diutamakan ketimbang memikirkan peluang menjadi juara. He is a Boss!!.

Permainan Liverpool pragmatis?

Mengawali musim 2013/2014 menjamu Stoke City di Anfield, sebagian besar pendukung Liverpool merasa ragu Liverpool akan meraih 3 poin di pekan pertama, seperti yang sudah kita ketahui, Stoke City adalah tim yang sering mengutamakan adu fisik dalam pertandingan liga inggris, tidak jarang mereka disebut sebagai tim rugby. Daniel Sturridge seakan menjadi jawaban ditengah isu hengkangnya Suarez di bursa transfer musim panas kali ini. Golnya di babak pertama membuat seluruh fans Liverpool yang menyaksikan pertandingan laga perdana musim ini bersorak gembira. Namun, yang tyerjadi di babak kedua adalah, Stoke menekan Liverpool, bahkan mereka mendapatkan sebuah tendangan pinalti di 10 menit terakhir. Saya bersyukur Liverpool mengontrak Simon Mignolet dari Sunderland, eksekusi pinalti Walters  dimentahkan. 3 poin pertama musim ini diamankan.

Pekan kedua, Liverpool melakoni lawatan pertamanya ke kandang Aston Villa yang pekan sebelumnya mereka sukses membungkam Arsenal di Emirates dengan skor telak 1-3. Sturridge kembali menjadi pahlawan kemenangan Liverpool dengan gol tunggalnya di menit ke 20. Di babak kedua, Liverpool kembali tertekan, Aston Villa beberapa kali mengancam pertahanan Liverpool. Bahkan di menit-menit akhir, Benteke hampir saja membutyarkan kemenangan Liverpool jika bola sepakannya tidak ditepis oleh Mignolet.

Sebelum menjalani laga pekan ketiga, Liverpool melakoni laga piala liga melawan Notts County. Meskipun menang 4-2, Liverpool harus meraihnya lewat babak extra time, padahal sudah unggul 2-0 di babak pertama. Dalam pertandingan ini, Kolo Toure mengalami cedera yang kemudian membuatnya absen saat laga kontra United di pekan ketiga EPL. Laga Capital one Cup selanjutnya, Liverpool akan berhadapan dengan United pada pekan ketiga bulan september. Dan Luis Suarez akan kembali dari hukuman 10 pertandingan pada hari itu. Hi Evra, are you miss Suarez???.

Pekan ketiga EPL, Liverpool menjamu sang juara bertahan Man. United di Anfield. Laga yang berjalan sangat sengit, 6 kartu kuning menjadi bukti bahwa laga ini benar-benar menguras emosi para pemain kedua tim. David moyes kembali gagal meraih kemenangan di Anfield setelah gol cepat Daniel Sturridge di menit ke 4 sukses mengamankan 3 poin bagi Liverpool. Sekali lagi, Liverpool terlihat tertekan di babak kedua, bahkan secara keseluruhan, Liverpool kalah dalam penguasaan bola. Suatu hal yang sangat jarang dirasakan Liverpool musim lalu.

Sepertinya, memang fans Liverpool harus mulai terbiasa melihat tim kebanggannnya tidak menampilkan permainan umpan dari kaki ke kaki. Di tida pertandingan awal liga inggris sudah terlihat, bahwa ketika Liverpool berhasil unggul, para pemain bertahan menumpuk di depan kotak pinalti. Sehingga mereka bermain sabar, menanti lawan lengah, kemudian melakukan serangan balik. 

Delapan pemain baru.

Simon Mignolet, Kolo Toure, Iago Aspas, Luis Alberto, Aly Chissoko, Tiago Illori, Mamadou Sakho dan Victor Moses.

Simon Mignolet sejauh ini berhasil membuat fans Liverpool bahwa musim lalu ada Pepe Reina dibawah mistar gawang. Beberapa penyelamatan gemilang membuat kepercayaan dirinya meningkat. Kolo Toure berhasil menggantikan peran Carragher, memimpin pertahanan bersama Agger. Iago Aspas masih harus membuktikan bahwa ia adalah pemain no 9 yang tepat bagi Liverpool sebelum Suarez kembali dari masa hukumannya. Jika tidak, bangku cadangan akan sering ia rasakan sejak menit pertama di setiap pertandingan. Luis Alberto pun demikian, sepertinya ia harus terbiasa merasakan bangku cadangan di tiap pertandingan. 4 pemain lainnya baru akan bermain pada pekan keempat liga inggris.

Terserah apa yang mereka bilang jika Liverpool bermain pragmatis. Setidaknya selama 2 minggu kedepan, Liverpool berada di puncak klasemen Liga Inggris. #YNWA

Monday, 6 May 2013

Akhir dari kejayaan sepakbola Spanyol?



Sebagian besar pecinta sepakbola eropa memiliki pendapat yang sama ketika menyaksikan laga semifinal Liga Champions pekan lalu, yang kemudian meloloskan Borussia Dortmund dan Bayern Munchen ke partai puncak di Wembley 25 mei mendatang. Era kejayaan Spanyol dihentikan oleh Jerman. Bagitulah kira-kira kalimat yang keluar dari beberapa penikmat sepakbola eropa.

Lambang DFB (PSSI-nya Jerman)
Jerman adalah sebuah negara eropa yang memiliki sejarah indah di dunia sepakbola, 3 kali mereka menjuarai Piala Dunia, meskipun pada saat itu mereka masih terbagi menjadi dua, yaitu Jerman barat dan Jerman timur. 3 kali pula Jerman menjadi kampiun Piala Eropa. Namun, kesuksesan mereka di kejuaraan antar negara terhenti pada tahun 1996, ketika Piala Eropa dihelat di Inggris, Jerman yang saat itu masih diperkuat Oliver Bierhoff mengalahkan Ceko melalui golden goal di masa perpanjangan waktu. Itulah kejayaan terakhir Jerman di kancah Internasional. Setali tiga uang, di ajang bergengsi antar klub eropa, Liga Champions, tim Jerman terakhir kali mengankat trofi kuping lebar yaitu pada musim kompetisi 200-2001. Adalah Bayern Munchen yang menjuarai kompetisi ini setelah mengalahkan Valencia melalui babak adu pinalti. Partai final dalam sejarah Liga Champions Eropa dimana seluruh gol yang tercipta berasal dari titik putih. Bersama Ajax Amsterdam, Bayern Munchen adalah klub kedua yang pernah merengkuh trofi bergensi antar klub di benua biru sebanyak 3 kali berturut-turut, sedangkan Real Madrid adalah klub yang pertama kali dan satu-satunya pernah meraih trofi ini 5 kali berturut-turut.

Piala Dunia 1998 adalah awa mula menurunnya kualitas sepakbola Jerman, gagal melangkah ke semi final karena kalah oleh “negara baru” Kroasia. Di Piala Eropa 2000, Jerman lebih tragis lagi nasibnya, Jerman adalah Juara bertahan Piala Eropa pada tahun 1996, justru menjadi tim juru kunci pada babak penyisihan grup A piala Eropa 2000. Kegagalan di Piala Eropa 2000 menjadi bahan evaluasi DFB (PSSI-nya Jerman). Sejumlah riset dan penelitian dilakukan. Tidak hanya ahli sepakbola, namun juga ahli gizi sampai ahli matematika dilibatkan. Dua tahun waktu yang mereka perlukan untuk mematangkan cetak biru pembinaan baru sepakbola mereka. Piala Dunia 2002, Jerman memang berhasil melaju ke partai Final, namun harus mengakui kekuatan Brasil saat itu. Meskipun Jerman saat itu diisi oleh pemain-pemain yang masih berada dalam usia produktif, sebut saja Miroslav Klose, Christoph Metzelder dan Torsten Frings. Namun skuad Jerman kalah kualitas dibanding skuad Brasil yang didominasi oleh pemain-pemain yang juga bermain di Final Piala Dunia 1998.

Syarat mutlak cetak biru pembinaan sepakbola Jerman yang dirintis mulai tahun 2002 adalah mewajibkan 36 klub yang berlaga di Bundesliga 1&2 untuk memiliki akademi klub mandiri. Apabila ada klub yang tidak bersedia mendirikan akademi mandiri ini, maka klub tersebut akan dicoret dari keikutsertaan di Bundesliga. Tidak hanya itu, pembenahan juga berlaku pada sistem finansial. Setiap akademi diharuskan memiliki setidaknya 12 pemain yang memenuhi syarat untuk menjadi pemain tim nasional Jerman. Dengan menghabiskan dana kurang lebih 100 juta dolar AS untuk pembangunan akademi pada setiap klub, sistem ini seperti menyempurnakan kebijakan 6+5 yang dimiliki oleh FIFA.

Tidak hanya itu, DFB membangun setidaknya 121 pusat sepakbola nasional di seluruh Jerman, dikhususkan untuk mendidik pemain berusia 10-17 tahun. Setiap akademi menghabiskan biaya 15,6 juta dolar AS, dan hanya difokuskan untuk mendidik skill individu, setiap akademi ini dilatih oleh dua pelatih kepala dengan lisensi terbaik. Selain itu, pemerintah Jerman menyetujui usulan DFB untuk merubah UU Imigrasi Jerman. Konsep liberalisasi kependudukan yang diterapkan, memudahkan para anak muda imigran untuk mendapatkan paspor Jerman. Sistem ini sangat menguntungkan DFB, siapa tak kenal Mesut Ozil dan Sami Khedira?. Kurikulum kepelatihan pembinaan sepakbola usia 9-13 tahun dirubah. Berdasarkan penelitian mahasiswa Universitas Koln, mereka tidak merekomendasikan sistem pelatihan 11vs11 bagi anak-anak dibawah usia 14 tahun.

"Anak usia 9 tahun dilatih 4 vs 4 dalam lapangan kecil. Ini berguna untuk memancing skil dan tehnik individu. Mereka tidak dikenalkan strategi dan tidak digembleng secara fisik. Bermain dengan 11 pemain baru dikenalkan pada usia 13 tahun," ungkap direktur pembinaan pemain VfB Stuttgart, Thomas Albeck.

Kurikulum dengan sistem baru ini juga diterapkan di 29 sekolah khusus, Elite Football Schools. Di Akademi ini, mereka  hanya menerima anak usia 11-14 tahun, dan kurikulum sepakbola adalah materi utama, meskipun mereka juga mempeljari pelajaran umum.

DFB tidak berhenti pada titik tersebut, bersama sejumlah Universitas, DFB merancang penerapan psikologi olahraga, pusat kebugaran, fitnes, dokter dan fisioterapis. Sejumlah data fisik, statistik, analisa, performa hingga karakter personal dari seluruh pemain muda dikumpulkan. Hasilnya; tim yunior sepakbola Jerman merajai Eropa dalam kurun waktu 6 tahun setelah cetak biru pembinaan sepakbola Jerman tersebut diterapkan. Jerman U-19 menjadi kampiun Euro 2008, Jerman U-17 menjadi jawara di Euro 2009, dan Jerman U-21 juga mengangkat piala pada ajang Euro 2009. Bahkan Sekjen DFB saat itu, Wolfgang Niersbach tidak menyangka bahwa revolusi sepakbola Jerman membuahkan hasil dalam kurun waktu yang sangat cepat.

Puncaknya, meski tidak juara, Jerman memiliki rata-rata pemain dengan usia 24,7 tahun di Piala Dunia 2010 lalu alias yang termuda sepanjang sejarah turnamen bergengsi tersebut. Status tim termuda sepanjang turnamen Eropa juga ditorehkan Jerman di Euro 2012, 24,52 tahun. Gelandang Mario Goetze, yang ikut menjuarai Euro U-17 2009, adalah termuda (20 tahun) dan penyerang Miroslav Klose adalah pemain tertua (33 tahun).

Dalam dua turnamen Internasional yang diikuti oleh Jerman, setidaknya Jerman selalu lolos ke partai Semifinal mulai tahun 2002, dimana 2 diantaranya mereka berhasil menembus partai Final, yaitu Piala Dunia 2002 dan Euro 2008.

Bayern Munchen dan Borussia Dortmund akan berlaga di Final Liga Champions Eropa 25 mei 2013 mendatang. Bayern adalah tim yang dalam 4 tahun terakhir berhasil lolos ke partai Final, tahun ini untuk ketiga kalinya. Terakhir kali mereka menjuarai ajang bergengsi antar klub eropa ini adalah pada tahun kompetisi 2000-2001. Dortmund, tim kuda hitam musim ini, lolos ke Liga Champions eropa dengan status Juara Bundesliga, tergabung dengan 4 juara liga eropa lainnya, berhasil mematahkan hampir sebagian besar prediksi pengamat sepakbola yang mengatakan bahwa Real Madrid akan meraih trofi Liga Champions untuk ke sepuluh kalinya musim ini. Dalam sejarah keikut sertaannya di Liga Champions Eropa, Dortmund baru sekali melaju hingga partai Final, yaitu pada musim kompetisi 1996-1997, dimana pada saat itu Dormund berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 3-1, di kandang Bayern Munchen, Stadion Olimpiade yang menjadi stadion penyelenggara partai Final saat itu.

Wembley akan menjadi saksi, siapakah diantara duo Jerman ini yang akan mengangkat trofi. Simpan dulu prediksi kalian. Mari kita bicarakan Spanyol.

Spanyol adalah kiblat sepakbola eropa dalam kurun waktu 6 tahun terakhir. Barcelona dan Real Madrid adalah aktor utama mereka. Euro 2008 menjadi tonggak sejarah sepakbola Spanyol. Mulai tahun 2008, seakan silih berganti antara Tim Nasional dan Klub Sepakbola Spanyol menjadi kampiun di berbagai ajang Internasional. Trofi Euro 2008 seakan menjadi awal, berlanjut ke trofi Liga Champions Eropa, Trofi Piala Dunia antarklub, hingga Trofi Piala Dunia 2010. Perhelatan Euro 2012 adalah puncaknya. Tidak bisa dipungkiri, Barcelona dan Real Madrid adalah aktor utamanya.

Barcelona yang mewakili publik Catalan tidak tinggal diam, mereka memilih jalur yang berbeda, mengandalkan sebagian besar pemain binaan mereka sendiri di akademi La Masia. Melalui jalan pintas, Real Madrid meraih trofi Liga Champions Eropa pada musim kompetisi 2002-2003, setelah mengalahkan Bayern Leverkusen di partai Final. Gol Zinedine Zidane menjadi penentu kemenangan Real Madrid pada Final yang dihelat di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia. 4 tahun berselang, giliran Barcelona yang meraih trofi bergengsi ini, mereka berhasil mengangkat trofi setelah mengalahkan Arsenal di partai puncak Liga Champions Eropa musim 2005-2006 di Stade de France, Prancis. Adalah Frank Riijkard yang merintis skuad Barcelona, yang kemudian disempurnakan oleh Pep Guardiola dengan sangat fenomenal meraih 6 trofi dalam satu tahun. Namun, fans Barcelona tentu tidak akan melupakan jasa Johan Cruyff, legenda sepakbola Belanda ketika menjuarai Piala Dunia 1974, sosok yang bermain sebagai pemain Barcelona pada tahun 1973-1978, kemudian menjadi pelatih Barcelona pada tahun 1988-1996. Dialah sosok utama dibelakang strategi tiki-taka. Peletak fondasi utama permainan Barcelona saat ini. Total football ala Belanda ia terapkan di Barcelona ketika ia menjadi pelatih Barcelona, strategi itu membuahkan hasil Juara Liga Champions Eropa pada musim 1991-1992. Pep Guardiola degan tiki-taka ramuannya total meraih 14 trofi bersama skuad Barcelona dalam kurun waktu 4 tahun. Tito Vilanova yang menjadi asisten Pep Guardiola urung melanjutkan kesuksesan Pep, terganggu faktor kesehatan dirinya, ditambah badai cedera beberapa pemain pilarnya, skuad Barcelona dibawah Tito Vilanova seakan-akan diajarkan tiki-taka versi 2.0 oleh Bayern Munchen di 2 pertandingan semifinal pekan lalu.

Bagaimana dengan Real Madrid?. Di awal 2000-an, Real Madrid membangun skuad mega bintang sehingga mereka mendapat julukan Los Galacticos.Klub terkaya dalam beberapa tahun terakhir ini lebih memilih mendatangkan pemain-pemain berkualitas nan mahal, seolah ingin melahirkan Los Galacticos jilid 2, pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Xabi Alonso, Mesut Ozil sampai Luca Modric didatangkan dengan harga yang tidak murah. Hasilnya, 1 trofi Juara Liga Spanyol, 1 trofi Piala Raja dan 1 trofi Piala Super Spanyol. Sangat njomplang  jika dibandingkan dengan uang yang sudah dihabiskan untuk memborng pemain. Banyak pengamat sepakbola memprediksi, bahwa tahun ini adalah tahun dimana Real Madrid akan menuntaskan dahaga trofi mereka di kancah eropa, sekaligus menggenapi koleksi trofi kuping lebar menjadi sepuluh di lemari mereka. Bukan hanya dengan mendatangkan pemain megabintang, pelatih-pelatih hebat seperti Fabio Capello dan Jose Mourinho didapuk untuk menukangi skuad Los Galacticos jilid 2 (wannabe). Namun apadaya, berkali-kali pula mereka gagal. Ironisnya, tiga musim terakhir mereka lolos ke partai semifinal, pada kesempatan itu dua kali mereka disingkirkan oleh tim Jerman.

Bagi fans Real Madrid pasti akan berujar, "Setidaknya kami tidak kalah dengan agregat 7-0". Apadaya, tim sekuat Real Madrid yang diisi oleh komposisi pemain-pemain berpostur ideal, harus kandas oleh tim kuda hitam, Borussia Dortmund. Berapapun skornya, kalah tetaplah kalah. Real Madrid harus berjuang lebih keras lagi untuk meraih La Decima yang mereka kampanyekan satu dekade terakhir. Barcelona sedikit lebih baik, tanpa mengeluarkan uang yang besar, dalam 7 tahun terakhir, 3 trofi Liga Champions Eropa sudah mereka raih.

Sepakbola tidak lepas dari mitos. Salah satu mitos dalam Liga Champions Eropa adalah, klub yang mengalahkan Barcelona di semifinal, maka klub tersebut akan menjadi Juara Liga Champions Eropa musim tersebut. Manchester United, Inter Milan dan Chelsea sudah membuktikan. Apakah tradisi dalam mitos ini juga berlaku pada Bayern Munchen?. Silahkan kalian prediksi sendiri-sendiri, yang pasti Juaranya berasal dari Jerman. Final Wembley kali ini menguatkan keteguhan saya untuk menjagokan Jerman menjadi Juara Piala Dunia 2014 tahun depan. How about you?.