Tuesday, 2 October 2012

Konsep hidup yang paling TOP (versi saya)


Sebelumnya, postingan ini adalah tweet-ku di @FahmiAgustian pada jum'at pagi minggu yang lalu (28/09/2012)

SABAR -> PRASANGKA BAIK -> SYUKUR -> IKHLAS

Yap, sabar adalah level yang paling dasar. Ikhlas adalah Top Level.

SABAR, sering kan kita dinasehati sabar? Biasanya pas lagi marah atau dapat musibah nasihat sabar sering kita dengar. Kalau gak bisa sabar, gak bisa naik ke level prasangka baik. Ketika marah, kemudian mampu untuk bersabar, naik ke level prasangka baik. Berprasangka baik terhadap sesuatu yang membuat kita marah.

BerPRASANGKA BAIK kepada Allah SWT. Karena Allah SWT adalah sesuai prasangka hambanya. Ingat ayat tentang hak manusia untuk merubah nasib?. Di titik mana sebenarnya kita mampu merubah nasib kita?. Free Will??. Tuhan Maha Memberi……………..Titik-titiknya sesuai persangkaan kita. Ketika sakit, kita bersabar dan mampu berprasangka baik kepada Allah SWT, Yang Maha Menyembuhkan. Kalau mengeluh, sakitnya bisa nambah.Ketika sakit, kita mampu berprasangka baik terhadap Allah SWT yang memberi kita sakit, air putih malah mampu jadi obat sakit. Pernah dengar kan tentang teori bentuk kristal air yang menyesuaikan keadaan sekitarnya? Menurutku, teori kristal air itu adalah contoh paling mudah dari prasangka baik kita terhadap sesuatu. Dan teori kristal air tadi, kayanya juga berlaku pada molekul-molekul benda lain. Kayanya lho ya…

Nah naik level lagi ke SYUKUR. Ngucap Alhamdulillah tok? gak sesederhana itu. “Alhamdulillah, hari ini bisa makan.” Cukupkan kalimat syukur sampai disitu, jangan ditambah-tambahi lagi membandingkan dengan hal lain. “Alhamdulillah hari ini ada makanan, banyak orang diluar sana nggak bisa makan.” Kalimat setelah koma, bisa jadi bumerang, turun level deh. Maka ketika bersyukur, ndak usah membandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain. Cukup untuk diri sendiri saja. Jangan tambahin objeknya.

Naik level lagi ke IKHLAS. Iki TOP level. Paling ampuh! Praktek ikhlas yang mudah difahami adalah dari teori beol. Sorry agak jorok. Tapi itu faktanya. Rumus hidup TOP level dicontohkan dengan aktivitas yang jorok. Beol……kenapa? Adakah orang yang menyesal setelah beol? Kemarin makan sate, gurameh atau makanan apapun yang paling enak, besoknya tetep beol, ya gak? Apa ada yang menyesal setelah beol tadi pagi? “diancuk, semalem aku makan steak holycow, nggur dadi tai” ada? Kalau bukan ikhlas, apa itu namanya? Ikhlas itu ya begitu, nggak menyesal, nggak ngeluh, nggak ngresulo dsb. terhadap apapun dalam hidup kita. Anda mau kaya? Syaratnya, anda siap untuk tidak kaya (miskin). Anda mau punya mobil? Syaratnya, anda siap untuk tidak punya mobil. Ikhlas.

Dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw, Berfirman Allah Yang Maha Agung:

“Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersama-nya ke
tika ia menyebut Aku. Bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam Diri-Ku. Bila ia menyebut Aku dalam khalayak, Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu. Bila ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku datang kepadanya berlari-lari”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, At-Tirmidzi, Ibn Hanbal)

Nah antara syukur dengan ikhlas ada jebakan betmen. Hati-hati. Bersyukur punya uang banyak, lalu mengikhlaskan bersedekah. baik? Nanti dulu, tujuannya melayani diri sendiri atau orang lain? Tentu paling baik ya melayani orang lain. Menurutku lho ya. Kalau sedekah terus berharap kembali berlipat ganda, itu melayani dirinya aja. Kalau sedekahnya bener-bener ikhlas, ya udah gak mau tau setelahnya, akan balik lagi atau nggak, nggak diingat-ingat lagi, apalagi itung-itungan. Jangan berniaga dengan Allah SWT. Itu kuncinya.

Ketika sudah mencapai ikhlas, eh tau-tau kena jebakan betmen tadi, turun level lagi deh. Mending kalau cuma satu level. Kalau sampai terjun? kalau terjun bebas, ya mulai lagi dari awal. Sabar»Prasangka baik»Syukur»Ikhlas. Berat mulainya lagi…. Lha untungnya, kita dikasih tau shortcut lain ama Kanjeng Nabi Muhammad SAW. itu bernama “doa minta diampuni dosa”. Ketika kena jebakan betmen kaya tadi, langsung minta ampunan sama Allah, jadi turun levelnya gak drastis. Apapun saja, kita melayani diri sendiri atau orang lain. Manusia kalau udah di level ikhlas, dunia gak ada apa-apanya. Enteng, gak tergoda. Tapi aku dhewe yo durung iso. Hehehehe. Jeh sinau okeh…. Masih harus belajar buanyak banget...

Manusia yang TOP Level, ya manusia ikhlas. Kalau udah ikhlas, ia mampu sabar, mampu berprasangka baik, mampu bersyukur, TOP Level! Allah SWT selalu ada di setiap kehidupan kita. Apapun, kapanpun, dimanapun. Jadi teoriku, berprasangka baik aja lah terhadap semua hal. Karena Allah SWT ada dibalik semua yang terjadi di dunia ini. Kalau gak berprasangka baik maka akan berat untuk bersyukur apalagi ikhlas…belum bisa syukur dan ikhlas, paling nggak udah mampu bersabar dan berprasangka baik. Opo wae lah, sabar»prasangka baik»syukur»ikhlas. Tenang hidupnya. Gak ada lagi yang dikejar-kejar… Emang sabar cuma pas dapet musibah? Pas marah? Myatane! Dapat nikmat dan anugerah yo kudu tetep sabar…Rumangsane…

Ini hanya penjabaran dari keyword-keyword yang diinfokan mas sabarang, jadi penjabaran ini bisa saja berbeda dengan penjabaran versi sampeyan.
 
Makasih buat mas Sabrang (@noegeese) yang udah ngasih keyword-keyword untuk postingan ini, makasih juga buat  @puputrusian yang udah ngrekap tweetku di tumblrnya dia...