Monday, 19 December 2011

Sedikit catatan Mocopat Syafaat Desember 2011

Hujan mengguyur Jogja sejak sabtu sore hari menjelang maghrib, namun guyuran hujan tidak menyurutkan niat ikhlas para jama'ah maiyah Mocopat Syafaat untuk tetap hadir di forum ilmu Mocopat Syafaat edisi Desember 2011. Dalam sejarah saya ikut maiyah di Mocopat Syafaat, ketika hujan mengguyur lokasi sejak dimulainya acara, jama'ah tetap setia "ngangsu kawruh", ada yang berbasah-basahan, ada yang beralaskan tikar yang sudah basah, namun kehangatan dan kemesraan Maiyah tidak berkurang sedikitpun. Memang jama'ah yang hadir malam itu tidak sebanyak biasanya, karena faktor cuaca.

Seperti biasanya, tadarusan mengawali acara maiyah, dilanjutkan penampilan beberapa nomor-nomor oleh Kiai Kanjeng, Kiai Tohar a.k.a Toto Raharjo juga tetap setia menjadi moderator maiyah Mocopat Syafaat. Yang spesial malam itu adalah, hadirnya Cak Fuad, Kiai Padhang Bulan yang sudah sejak lama berhasrat ingin hadir di Mocopat Syafaat namun baru diberi kesempatan oleh Allah swt pada edisi Desember 2011 ini. Maka, bliau pun di daulat menjadi narasumber utama malam itu.

"Islam itu agama yang mudah", Cak Fuad mengawali tausiahnya malam itu. Statemen ini adalah statemen yang sangat mendasar, Rasulullah saw sering mengatakan demikian. Ajaran Islam itu sebenarnya simpel, ringan, namun yang membikin berat dan rumit adalah manusianya sendiri. Cak Fuad kemudian menjelaskan beberapa definisi istilah-istilah yang sering kita dengar. Muslim adalah orang yang tidak mencelakai dan menyakiti orang lain, baik perkataan maupun perbuatan. Senantiasa menjaga tangan dan lidah agar tidak mencelakai orang lain. Mu'min adalah orang yang memberi jaminan keamanan terhadap manusia yang tinggal disekitarnya, kemanaan tersebut melingkupi harta, martabat dan nyawa. Definisi ini sesuai dengan isi khutbatul wada' pada ibadah haji yang terakhir dilaksanakan oleh Rasulullah saw. Sejarah menuliskan, bahwa Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji hanya 2 kali semasa hidupnya. Salah satu indikator kehormatan seseorang adalah ketika dia merdeka dari jajahan orang lain. Muhajir adalah orang yang berhijrah. pada zaman Rasulullah saw, hijrah itu wajib hukumnya. Suatu ketika Rasulullah saw ditanya seseorang tentang siaakah Muhajir itu. Rasulullah saw menjawab : Muhajir adalah orang yang berhijrah dari apa yang tidak disukai oleh Allah swt. Mujahid adalah pejuang. Menurut Rasulullah saw, Mujahid adalah orang yang berjuang agar dirinya tunduk kepada Allah swt. Tidak selamanya Jihad mengandalkan fisik, berperang dan lain sebagainya. Namun, Jihad juga dapat dilakukan dengan harta, tenaga, fikiran, waktu bahkan nyawanya.

Agama adalah Nasihat. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah saw, namun memaknai hadits ini juga harus lengkap, jangan sepenggal saja. Agama adalah Nasihat, nasihat ini ditujukan untuk manusia yang memiliki 5 kriteria, yaitu mereka yang setia kepada Allah, Rasulullah, Kitabullah, pemimpin dan sesama muslim. Dari 5 hal tadi, 3 yang pertama hukumnya adalah wajib, sedangkan 2 yang terakhir kondisional.

Begitu mudahnya Islam difahami dan diamalkan, Rasulullah saw banyak sekali memberikan rumusan yang sederhana. Contohnya : "Sayangilah penduduk bumi, maka engkau akan disayang oleh Penghuni Langit". atau contoh yang lain, "Barang siapa yang memudahkan (urusan) orang lain, maka ia akan dimudahkan (urusannya) oleh Allah swt".

Kemudian Cak Fuad menjelaskan pertanyaan dari seorang JM yang menanyakan bagaimana jika kita mendoakan orang non muslim dan bagaimana jika kita mentahlilkan orang meninggal yang non muslim. Cak Fuad menjelaskan dengan penjelasan yang sangat mudah difahami, bahwa sah-sah saja kita mendoakan orang non muslim, misalkan kita mendoakan teman kita yang non muslim akan melaksanakan ujian, maka kita mendoakan agar dia lulus ujian, itu bukan sesuatu hal yang salah. Namun, lebih baik lagi jika kita juga mendoakan mereka agar mereka mendapat hidayah oleh Allah swt sehingga mereka masuk Islam. Terkait tahlilan kepada orang yang non muslim, Cak Fuad menjelaskan, kalau orang yang sudah mati, maka sudah menjadi urusan Allah swt, sudah tidak ada lagi sangkut pautnya dengan manusia yang lainnya, kita saja tentu tidak akan rela kalau diantara orang muslim meninggal, kemudian yang sibuk justru orang non muslim, begitupun sebaliknya. Secara budaya memang Tahlilan sering dilaksankan, namun jangan dicampur adukan antar umat beragama, jangan mentang-mentang tahlilan adalah budaya, kemudian identitas agama dikesampingkan.

Kemudian Dr. Henrich menjelaskan sedikit tentang Adolf Hitler. Kita tahu dalam sejarah, bahwa Hitler adalah pemimpin yang sangat kejam, membunuh sekian manusia yahudi pada zamannya. Konon hitler dimakamkan di Indonesia. Adolf Hitler adalah seorang pemimpin [artai buruh dan sosialis di Jerman pada zamannya, karena dia dikenal sebagai orator yang handal, maka dia bisa menjadi pemimpin Jerman.

Menjelang tengah malam, Cak Nun akhirnya ikut bergabung, meskipun kondisi badan beliau masih belum fit, namun sebagai bukti kecintaan beliau dan kesetiaan beliau kepada Jama'ah Maiyah, beliau tetap hadir di Mocopat Syafaat malam itu. Dan malam itu pun, Cak Nun tidak memberikan bahan diskusi atau materi yang berat, sehingga beliau hanya meneruskan apa-apa yang sudah disampaikan oleh narasumber sebelumnya. pada malam itu juga, diperkenalkan Maiyah Magelang, Meneges Qudroh, forum maiyah yang sudah berjalan 9 bulan. Kemudian dilanjutkan pemaparan teman-teman PUKAT UGM yang akan punya gawe di UC UGM pada tanggal 18 Desember 2011, "Berani Jujur, hebat!". (reportasenya di postingan selanjutnya). Hadir juga malam itu adalah Mas Kimpling, aktivis Tim SAR DIY, karena pada bulan ini, tepat 1 tahun erupsi merapi 2010, sehingga beliau ikut hadir di Mocopat Syafaat. Diskusi tengah malam itu pun diselingi nomor-nomor oleh Kiai Kanjeng, duet antara Mas Kimpling dengan Mbak Yuli, juga penampilan Dr. Henrich bermain drum. Pada sesi dialog, Cak Nun kemudian meminta salah seorang penanya dan juga kepada Dr. Henrich untuk menyebutkan 3 orang yang paling buruk di dunia dan 3 orang yang paling baik di dunia. Yang paling buruk, muncul nama-nama seperti Hitler, Stalin, George Bush, Soeharto, dan 3 orang yang baik muncul nama Rasulullah Muhammad saw dan beberapa nama yang lain, termasuk Cak Nun.

Sekitar jam 2 dinihari, Mas Sabarang dan teman-teman dari Jepara memperkenalkan "Kampus Sawah", dimana komunitas ini adalah mengajak seluruh elemen masayrakat untuk kembali ke sawah, kembali bertani. Fenomena saat ini, anak petani tidak mau jadi petani, apalagi yang bukan petani, lantas 5-10 tahun lagi siapa yang akan bertani. Menurut Mas Sabarang, PR yang cukup besar dan panjang penyelesaiannya adalah, menumbuhkan kepercayaan diri kepada petani, bahwa pekerjaan petani adalah bukan pekerjaan yang rendahan, mau makan apa manusia kalau tidak ada petani. Kemudian Cak Nun menambahkan, mundurnya pertanian Indonesia adalah akibat dari kapitalisasi di sektor pertanian itu sendiri, salah satu contohnya adalah pupuk, ketika para petani sedang musim bertanam, harga pupuk dinaikkan, begitu masa panen, harga gabah malah dihancurkan. Menurut Mas Sabrang, dahulu ada sebuah jenis kupu-kupu yang menebarkan bau yang tidak disukai oleh wereng, namun karena dianggap sulit dikembang biakkan, maka akhirnya punah. Tanah itu butuh maintenance, butuh perawatan, namun bukan dengan bahan kimia.

Cak Fuad kemudian didaulat untuk menutup Maiyah Mocopat Syafaat dengan memberikan sebuah pesan, bahwa setiap Forum Maiyah, baik itu Mcocpat Syafaat, Pdhang Bulan, bangbang Wetan, Kenduri Cinta, gambang Syafaat dan yang lainnya biarkan memiliki ciri khas tersendiri, jangan diatur atau diklasifikasikan, sehingga justru menghilangkan unsur alami Maiyah itu sendiri, dan Cak Fuad menutup maiyah malam itu dengan memimpin do'a.


Sekian, sedikit catatan Mocopat Syafaat Desember 2011, mohon maaf jika ada kesalahan.

0 komentar: