Saturday, 10 December 2011

Cultural Night at UIN Jogja

Sebenarnya,,, saya nggak mau bikin reportase maiyahan tadi malam di UIN, karena memang faktanya saya bingung mau nulis apa, karena tadi malam lebih banyak nyanyi-nyanyi bersama Kiai Kanjeng di Auditorium UIN Jogja. Memang sejak awal Cak Nun sudah bilang, bahwa kita nggak akan diajak diskusi yang berat, yang penting pulang dari acara ini, kita memiliki niatan yang baru lagi untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Saya datang sekitar jam 7 lebih sedikit, ketika acara belum dimulai, jadi tempat masih sepi, dan akhirnya saya iseng jalan-jalan ke belakang panggung,  ternyata temen-temen kiai kanjeng lagi duduk-duduk di sana, jadi ya ikut nimbrung aja lah, sempet salaman sama mas Imam fatawi, mas adit, mas helmy, dan yang lainnya, setelah itu, mereka naik ke panggung dan membawakan 2 lagu pembuka, salah satunya adalah Wild World, semua yang hadir sudah sangat antusias, walapun baru sedikit, yaitu kebanyakan adalah [eserta Indonesia Youth Forum. Kiai Kanjeng kembali turun panggung, karena acara di ambil alih oleh IYF, saya pun kembali ke belakang panggung, saat asyik duduk-duduk,  Cak Nun datang, dan ikut duduk-duduk di parkiran motor. Nggak lama kemudian, beliau ngajak masuk, karena acara akan dimulai. Seperti biasanya, dimanapun maiyah diadakan, begitu Cak Nun naik ke panggung, seperti sudah menjadi sebuah sistem yang otomatis, para audience mendekat ke panggug utama acara, mendekat ke Cak Nun. Dan tadi malam, saya tidak kebagian tempat di depan panggung, akhirnya harus ikhlas berada di samping kanan panggung :-) . Tapi walaupun nggak di depan panggung, saya disamping panggung duduk bersama Cak Zaky, manajemen Kiai Kanjeng, dan ngobrol banyak disamping panggung. Salah satunya tentang "perang" dengan Kompas pasca maiyah 30 November 2011 lalu di Taman Siswa bersama KPK.

Suatu saat nanti, Demokrasi yang dibangun Indonesia akan membawa kasih sayang ke seluruh bangsa di dunia, dan bukan untuk menjajah mereka.


Karena memang sejak awal Cak Nun nggak ingin mengajak diskusi yang berat dan panjang, beliau mengundang beberapa mahasiswa dari negara-negara peserta IYF, dan diminta untuk menyanyikan lagu khas negaranya masing-masing diiringi oleh Kiai Kanjeng tentunya. Dan begitu Cak Nun mengundang Mbak Via Sanganingrum alias Novia Kolopaking, seluruh audience kembali riuh bertepuk tangan. Sesaat setelah itu, Kiai Kanjeng membawakan Saloom elechem, sebuah nomor dengan genre campur Islam-Yahudi-Kristen. Kalau orang baru mendengarnya, pasti merasa aneh, bahkan mungkin tidak bisa menerima, video rekaman lagu ini yang beredar di youtube saja menuai banyak kecaman dan kritikan. Dan Cak Nun tadi malam juga tidak menjelaskan kenapa Kiai Kanjeng membawakan lagu tersebut.

Walaupun Cak Nun tidak mengajak diskusi yang berat, tapi ada beberapa poin yang memang bisa menjadi oleh-oleh maiyahan tadi malam. " Pada saatnya nanti, Indonesia dengan demokrasi yang dibangun saat ini, akan membawa kasih sayang ke seluruh bangsa di Dunia, bukan untuk menjajah mereka, tidak seperti Amerika yang menggunakan Demokrasi mereka untuk menjajah Iran, Irak, Libya dan lain sebagainya untuk menjajah minyak mereka". Orasi Cak Nun membuat seluruh yang hadir bertepuk tangan. "Pemerintahan Indonesia bisa saja hancur, tetapi Rakyat Indonesia, Bangsa Indonesia tidak akan bisa dihancurkan oleh Bangsa manapun di Dunia ini dengan cara apapun, bangsa indonesia adalah bangsa yang selalu mengambil resikp-resiko berat dan juga besar dalam kehidupan ini". Dan memang benar adanya, kita mau apa lagi dengan pemerintahan Indonesia?, setiap hari, korupsi bukannya berkurang, malah sekarang berjama'ah. nggak mau kalah dengan sholat dan haji. Jadi, pemerintahan Indonesia akan hancur oleh dirinya sendiri, bukan oleh orang lain, dan jangan harap akan ada kejadian seperti di Mesir atau Libya untuk menggusur pemerintahaan yang ada saat ini di Indonesia, karena bagi Indonesia itu sudah bukan waktunya lagi, apa yang dilakukan Mesir dan Libya, sudha dilakukan Indonesia 1998 silam. Bahkan campur tangan Amerika pun, tidak akan sanggup menghancurkan Indonesia. Kita bisa melihat sekarang Mesir dan Libya kebingungan membangun kembali pemerintahan mereka, salah sendiri nyontek reformasi kok ke Indonesia? hehehehe. "Wahai sekutu, jangan coba-coba kalian datang menjajah Indonesia, jangan sekali-sekali kalian mencoba menginvasi Indonesia, karena akan kalian hadapi ribuan pasukan berani mati syahid yang ada di Indonesia, mereka adalah pasukan pengangguran Indonesia", seklias, orasi Cak Nun memang mengundang gelak tawa,, dan benar saja, seluruh yang hadir pun tertawa dengan orasi Cak Nun tersebut. Namun memang ada benarnya, Nasionalisme rakyat Indonesia sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, kalau saja reog dan beberapa kebudayaan yang di klaim oleh Malaysia itu mengakibatkan perang, Malaysia sudah hancur sekarang. Tapi, itulah Bangsa Indonesia, bangsa yang murah hati, pemaaf, penuh kasih sayang, jangankan kepada Malaysia, kepada pemerintahannya sendiri pun sangat murah hati, tiap hari uang rakyat di korupsi, rakyat Indonesia bisa ketawa-ketawa, masih bisa makan, masih bisa ngutang di warung. Sepakbola kalah dari Malaysia pun, bukan sebuah masalah yang besar, sekalipun komentator sepakbola kemudian banyak mengeluarkan argumen, toh rakyat Indonesia pada akhirnya bisa menerima kekalahan. Wong Sea Games sudah juara umum, masak Sepakbola juga mau diambli, jangan lah, kita bagi satu-satu ke negara tetangga, kebetulan Malaysia dapat jatah Sepakbola. hehehehe....

"Jangan berkeringat untuk sesuatu yang tidak jelas di kemudian hari". Cak Nun kembali mengeluarkan sebuah kalimat, sebelum mengajak jama'ah maiyah ber sholawat. Cak Nun memancing statement itu saat mengajak jama'ah bersholawat, karena memang kita diajarkan untuk bersholawat untuk Rasulullah SAW, dan itu jelas imbalannya di kemudian hari. Dan memang benar apa yang dikatakan Cak Nun, buat apa kita berkeringat, bekerja keras, untuk sesuatu yang tidak jelas hasilnya di kemudian hari. Setiap anda yang membaca postingan ini, pasti anda bisa mengartikan sendiri-sendiri.

Acara semakin hangat, "Apakah kalian setuju dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini?!!", Cak Nun bertanya dan serempak dijawab oleh para hadirin"Tidaaaaaakkkk", "Dadi sakjane koe iki podho gak setuju SBY dadi presiden to??!!". Kemudian seorang mahasiswa diminta naik ke panggung oleh Cak Nun untuk menyampaikan beberapa penguat statement diatas, dan ketika Cak Nun bertanya apakah 10 tahun lagi, dia masih mengatakan hal yang sama atau tidak, mahasiswa tersebut dengan tegas menjawab Iya!. Menurut saya, ini bukan nada pesimis bahwa dalam 10 tahun yang akan datang, tidak ada perubahan yang signifikan di Indonesia, justru ini adalah tantangan kepada para pemuda Indonesia, kalaupun memang tidak cukup waktunya, paling tidak kita tidak menambahi kerusakan yang ada, tidak ikut nambahi korupsi.

Ternyata mahasiswa tersebut adalah orang madura, Cak Nun akhirnya memancing dengan sebuah statement yang sebenarnya sudah lama saya dengar. "Kalau bunyi kokok ayam di Jawa itu kukuruyuk, di sunda kongkorongkong, di Madura, kukurunuuk. Jadi sebenarnya bunyi kokok ayam itu seperti apa?". Seperti biasa, orang madura selalu menjadi bahan lawakan Cak Nun saat maiyahan, kemudian Cak Nun melanjutkan diskusi kecil tersebut dengan menghubungkan keberadaan Muhammadiyah, NU, Syi'ah dan lain sebagainya yang merupakan organisasi Islam. Kalau menurut Muhammadiyah Islam itu seperti ini, menurut NU, Islam itu seperti itu, menurut Syi'ah, Islam itu kayak gitu dan lain sebagainya, jadi sbenarnya Islam itu seperti apa?. Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya itu bukan agama. " Agama kamu apa? NU?", Cak Nun bertanya kepada mahasiswa madura tersebut, "Di madura NU itu agama, bahkan ayamnya saja NU", seluruh hadirin tertawa. Dan memang itu yang terjadi saat ini, munculnya gerakan-gerakan baru, justru membuat masyarakat bingung sebenarnya Islam itu yang seperti apa?. Saya jadi ingat statement Cak Nun di Kenduri Cinta beberapa bulan yang lalu, beliau mengatakan bahwa yang kita cari adalah Islamnya Rasulullah SAW.

"2 jam malam ini tidak akan cukup untuk merubah Indonesia, tetapi saat kita selesai dari acara ini, kita memiliki sebuah niatan yang baru lagi, untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi, bahkan merubah Dunia".
Acara tadi malam sangat meriah, semua aliran musik dibawakan oleh Kiai Kanjeng, mulai dari Rock, Jazz, Campur Sari, sampai Dangdut semua ada. Lagu "Kemesraan" kembali menjadi ending acara maiyahan tadi malam, seperti maiyahan minggu kemarin dengan KPK. Yang juga tidak kalah ramai, walaupun menyisakan sebuah konflik dengan Kompas. (Ini off te record ya). hehehehe.....

Maaf ya, ndak ada photo-photonya, soalnya tadi malam nggak dapat tempat yang bagus, dan juga nggak punya kamera yang bagus juga. hehehehe. Cari aja di Twitter dengan hastag #CNKKUIN , ada beberapa photo acara tadi malam yang diupload temen-temen maiyah.

2 komentar:

hidayat said...

nice info gan...
kayaknya seru klo melihat langsung...

Rizky said...

mantep iki reviewnya.....

tinggal nunggu youtubenya dah