Wednesday, 16 November 2011

Indonesia sudah penuh dengan Lobang Tikus

Hampir semua orang saat ini membenci Koruptor, sampai Koruptor itu sendiri juga membenci Koruptor lainnya, karena ia merasa dikalahkan nilai korupsinya.....

Ibaratnya, saat ini KPK sedang menguber-uber tikus di lumbung tikus, tapi sebenarnya KPK juga sadar bahwa mereka dibawah penguasa Tikus itu sendiri, sehingga sudah ndak jelas sebenarnya KPK ini benar-benar dibentuk untuk memberantas Tikus atau ndak, lha yang berada di belakang KPK itu sendiri adalah Raja Tikus. secara kasat mata mungkin Raja Tikus itu tidak secara langsung ada di belakang KPK, tapi dia memiliki kekuatan yang bisa mengatur KPK, memberi isyarat kepada KPK untuk bergerak kearah mana. Tapi KPK itu sendiri juga ndak tahu, siapa sebenarnya Raja Tikus itu. Dimana dia berada, dimana markasnya. Ini yang terjadi sekarang.

Kapitalisme di Indonesia sudah meluas, sampai dibidang Pertanian yang dulunya adalah Indonesia ini dikenal sebagai negara penghasil beras terbesar, kita bahkan sempat menjadi negara Swasembada beras. Kapitalisme di pertanian adalah di bidang Pupuk. Kiasannya begini, dulu kita makan itu ndak perlu memakai kerupuk, lalu muncul inovasi manusia menciptakan makanan pendamping yang namanya kerupuk. Sampai akhirnya, mayoritas merasakan bahwa makan tanpa kerupuk rasanya tidak lengkap. Nah, saya sambungkan ke Pupuk, dahulu petani di Indonesia ini tidak memakai Pupuk, lantas kemudian dibuatlah sebuah skenario bagaimana caranya agar petani ini menggunakan Pupuk, dari mulai kampanye kemajuan teknologi lah, pupuk dan bibit akan disubsidi lah, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, petani di Indonesia sudah merasa ketergantungan dengan Pupuk, harga padi tergantung dengan harga Pupuk. Nah disinilah lubang tikus di bidang pertanian Indonesia. Lubang ini awalnya kecil, namun semakin tahun semakin menyiksa para petani, dengan Pupuk ini secara tidak langsung merusak lahan pertanian, petani gk perduli, yang penting padi yang ditanam subur, masalah nanti saat panen harganya kemudian jatuh, itu urusan lain, karena harga jual padi saat panen juga sudah ada tikus lain yang mengatur. Inilah lubang yang cukup besar di Indonesia saat ini.

0 komentar: