Saturday, 26 November 2011

Blackberry sukses di Indonesia

Yup,, ane berani bilang bahwa Blackberry besutan RIM sukses meraih pangsa pasar yang besar di Indonesia. Contoh teranyar adalah kemarin, RIM memilih Indonesia sebagai lokasi peluncuran Blackberry seri terbaru mereka. Peluncuran produk dengan judul "Diskon 50%" justru memakan korban, beberapa calon pembeli pingsan, bahkan ada yang patah tulang.

Sebenarnya sudah lama bahwa bangsa Indonesia ini selalu menjadi sasaran pabrikan gadget sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat pembelian yang cukup tinggi. Dan sekarang, bisa jadi penjualan handset blackberry di Indonesia adalah tertinggi dibanding kompetitor lainnya (iPhone, Android, Nokia dll). Selain harga yang masih dapat dijangkau, kebutuhan komunikasi menjadi alasan utama. Pertanyaan selanjutnya, untuk apakah seseorang membeli sebuah handset Blackberry?. Lifestyle?, Kebutuhan?, Biar dibilang gaul?. Well, semua orang berhak punya alasan masing-masing, toh mereka membeli dengan uang mereka sendiri.

Namun, sejauh mana pemilik sebuah handset Blackberry memaksimalkan fitur yang ada didalam handset tersebut?. Mungkin jika ada sebuah penelitian, fitur terbanyak yang digunakan oleh Blackberry user adalah BBM dan Social Network (Twitter dan Facebook), berapa prosentase pengguna Blackberry yang memanfaatkan push email?, browsing?, e-banking?.

Maka tidak heran jika kemudian Blackberry masih sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, ane yakin, jika peluncuran seri terbaru Blackberry dilakukan di Amerika, tidak akan terjadi antrian seperti di jakarta kemarin, karena saat ini Apple sangat mendominasi disana, bahkan di beberapa negara lain juga demikian. Lantas kenapa Blackberry begitu laku dan diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia?. Selain harga yang terjangkau, (handset seri paling bawah atau second), sifat "latah" sepertinya sudah mendarah daging di Indonesia, mungkin kalau iPhone dijual bebas seperti handset lain dengan harga yang juga terjangkau, kejadian serupa juga akan terjadi saat peluncuran iPhone di Indonesia. Namun memang harus diakui, Blackberry memiliki kekuatan utama yang bernama BlackBerry Messenger atau BBM. Fitur ini yang belum dimiliki oleh handset kompetitor, sekalipun muncul aplikasi serupa di handset lain seperti WhatsApp atau iMessage, belum bisa mengalahkan dominasi BBM di Indonesia saat ini. Fitur social network, browsing, push email sudah ada di handset kompetitor Blackberry, namun fitur BBM adalah fitur yang menjadi kekuatan utama Blackberry. Maka banyak yang mengatakan, jika ada sebuah aplikasi yang mampu menyaingi BBM, apalagi bisa digunakan oleh berbagai handset (multiplatform), maka popularitas Blackberry akan turun.

Yang masih selalu menjadi pertanyaan lain adalah, bagaimana dengan handset yang beredar dengan label Black Market?. Di satu sisi, keberadaan barang tersebut sangat merugikan negara, namun sangat mungkin, justru menguntungkan perusahaan produsen pembuat handset tersebut.

Pilihan ada ditangan konsumen.

Tuesday, 22 November 2011

Garudaku, aku bangga kepadamu!

Dan kita masih harus menunggu lagi akan datangnya masa kejayaan Sepakbola kita. Timnas U 23 yang sangat kita harapkan meraih medali emas pada ajang Sea Games tahun ini, gagal. Saya tidak akan banyak mengulas tentang hal-hal teknis, karena banyak yang lebih menguasai pembahasan hal tersebut.

Mental pemain adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi performa di lapangan. Titus bonai dan kawan-kawan sudah membuktikannya di lapangan. Hanya saja, mereka belum siap jika harus menyelesaikan pertandingan dengan adu pinalti. Tidak semua pemain mampu melaksanankan eksekusi tendangan pinalti, apalgi didepan puluhan ribu suporter pendukung. Tidak mudah!. Sekilas kita melihat, "hanya" sebuah tendangan dari titik putih di sebuah kotak pinalti. Namun, justru ketika 1 lawan 1 anatara eksekutor dengan kiper, disinilah pertandingan mental yang sebenarnya, mental siapa yang lebih siap, eksekutor atau kiper. Jangankan seorang gunawan atau ferdinan sinaga, Andrey Shevcenko dan Cristiano Ronaldo pun pernah gagal dalam eksekusi tendangan pinalti. Rahmad Darmawan mengaku, bahwa saat akan dilaksanakan tendangan pinalti, hanya 3 pemain yang siap melakukannya, ini sudah membuktikan bahwa pemain kita belum siap, bahkan bisa dikatakan sudah kalah mental.

Namun ada satu hal yang cukup menggangu di fikiran saya. Kenapa justru kembali oleh Malaysia kita dipecundangi di sepakbola?. Setiap pertandingan olahraga yang melibatkan antara Indonesia dan Malaysia, tidak bisa dipungkiri, isu sentimen antar negara atas konflik yang terjadi selama ini selalu menjadi bumbu. Entah siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas masalah ini, namun yang ane lihat, hal ini sangat mengganggu kosentrasi pemain, dengan dipublishnya isu sentimen karena konflik bilateral ini, secara tidak langsung mengganggu psikologis para pemain saat bertanding, mereka seperti berada dibawah tekanan "harus menang" saat melawan Tim dari Malaysia. Pertandingan sepakbola hanyalah satu contoh, dimana kita melihat pemain Malaysia tetap tenang bermain dan fokus, padahal mereka bermain dihadapan puluhan ribu suporter tim lawan. Satu  kuncinya, Mental. Mereka sangat mampu mengendalikan emosi mereka, kita tidak buta dengan yang terjadi akhir-akhir ini di ajang Sea Games, lagu kebangsaan mereka selalu dihina oleh suporter Indonesia saat dinyanyikan, ingat kawan, kita punya Indonesia raya yang juga pasti akan membuat kita marah jika lagu kebangsaan kita dihina bukan?. Seakan menjadi pelecut semangat, para pemain Malaysia tadi malam justru bermain seperti baisanya, bahkan saat mereka kebobolan di menit-menit awal, mereka tidak panik, mereka sabar menunggu waktu yang tepat untuk bisa menembus pertahanan Indonesia, dan itu berhasil di menit-menit setelahnya.

Dan semua itu sudah berlalu, kalah atau menang dalam sebuah pertandingan itu hal yang biasa, tidak mungkin tidak ada yang menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan. Bahwa kita merindukan kejayaan sepakbola Indonesia, iya. Namun kita masih harus bersabar, ingat, bahwa Timnas U 23 dibawah asuhan RD hanya disiapkan selama 3 bulan saja dengan sedikit laga uji coba, Malysia membangun Timnas U 23 selama 2 tahun yang lalu, pasca Medali emas yang mereka raih di Sea Games 2009. Dan Timnas U 23 Indonesia berhasil menembus Final. Ini tidak buruk, sangat sedih memang melihat kenyataan bahwa kita ahrus kembali melihat Malaysia menjadi Juara di kandang kita.

Bagi saya, Egi Melgiansyah dan kawan-kawan adalah para pahlawan pemersatu bangsa. Mereka berjuang di lapangan hijau selama ajang sea games kali ini, mereka mempersatukan Sabang samapai Merauke, mereka berjuang atas nama bangsa, mereka berjuang demi mengharumkan Indonesia. Saya bangga kepada kalian kawan!!. Teruslah bermain bola, masih ada kompetisi yang lain di depan kalian, masih ada Piala AFF, masih ada Piala Asia, masih ada Piala Dunia 2018 yang bisa menjadi pembuktian kalian. Teruslah bermain bola untuk Indonesia.

Saturday, 19 November 2011

Belajar dari Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah

Kita harus berani mengkhalifahi diri kita sendiri, dan harus mampu menertawakan diri kita sendiri  - Cak Nun
Kita harus khawatir jika kita sudah kehilangan ketahanan dalam berfikir, ketahanan spiritual, ketahanan dalam berlogika, Contoh teranyar adalah saat laga pamungkas Group A penyisihan Sea Games Indonesia vs Malaysia kamis, 17 November 2011. Indonesia yang sudah memastikan diri melaju ke babak semi final melawan Malaysia yang masih membutuhkan minimal 1 poin untuk bisa lolos ke babak semi final. Rahmad Darmawan, sang arsitek Timnas Indonesia memasang pemain lapis kedua untuk melawan Malaysia yang turun dengan kekuatan penuh karena mereka membutuhkan poin. Ekspektasi supporter Indonesia berbanding terbalik dengan skenario Rahmad Darmawan, Coach RD memasang pemain lapis kedua, karena kalah atau menang, Indonesia sudah memegang tiket semi final, sehingga tidak akan berpengaruh, dan di hari-hari sebelumnya, RD sudah mengatakan, bahwa para pemain harus siap untuk melawan Vietna atau Myanmar di babak semi final. Nah, jika kita tidak bisa memahami apa yang ada di fikiran RD, maka hasil akhir kekalahan 0-1 yang dialami Indonesia akan sangat mengecewakan. Namun jika kita berfikir rasional, apa yang diskenariokan oleh RD malam itu adalah memberikan kesempatan untuk pemain lapis kedua agar merasakan atmosfir pertandingan internasional. Secara psikologis ini sangat menguntungkan bagi Indonesia. Terbukti, permainan para Garuda lapis kedua tidak mengecewakan, hanya kecolongan 1 gol di babak pertama. Satu hal lagi, lini belakang Malaysia adalah para pemain yang bermain saat piala AFF tahun lalu.

Setiap kita mengalami kesedihan, maka kita harus memiliki kecerdasan dalam memahami kesedihan yang kita alami - Cak Nun

Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah yang diberikan kepada beberapa orang yang terpilih adalah untuk meneguhkan 5 prinsip nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai tersebut adalah :
  • Kebenaran
  • Kesungguhan
  • Otensitas
  • Kesetiaan
  • Keikhlasan
Orang-orang yang mendapatkan kehormatan diberikan Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah adalah mereka yang memegang 5 nilai kehidupan itu sendiri. Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah tidak diberikan bagi mereka yang memiliki keunggulan profesional. Karena dalam Maiyah, manusia tidak perlu mengungguli sesama manusia. Mayoritas manusia saat ini sedang bahkan sudah mengalami puncak kebobrokan dan kebusukan karena mereka terperdaya oleh pilihan mereka sendiri, mereka tertipu oleh kebanggaan mereka sandiri, terbentur dan terjerembab didalam apa yang mereka unggulkan dan yang mereka banggakan. Maiyah menemukan bahwa salah satu jenis kehancuran yang mendasar yang sedang kita alami secara nasional dan sebentar lagi akan berada di titik puncak kehancuran itu sendiri adalah, bahwa dimanapun manusia berada, sebagai apapun ia, perilakunya semakin memiliki kecenderungan untuk tidak bermaksud sesuai dengan kosakata yang termakna dari kosakata tersebut. Saat ini kita melihat "manusia", tapi mereka bisa seperti "hewan", "setan", atau "benda". "Masyarakat" yang dimaksud saat ini sangat bias, yang bisa saja berarti "penduduk", "gerombolan", atau bahkan tidak ada perbedaannya dengan "ummat", "kaum", "bangsa" atau "suku". "Negara" saat ini pada kenyataanya adalah "Perusahaan". dan masih banyak lagi kosakata-kosakata yang tidak sesuai dengan makna aslinya.


Mereka yang mendapatkan Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah adalah mereka yang membuktikan konsistensi mereka dalam memegang teguh 5 nilai kehidupan diatas. Kita melihat Bunda Cammana adalah Bunda Cammana yang konsisten berdakwah puluhan tahun dengan metode yang ia pilih. Cak Kartolo adalah Cak Kartolo yang tidak pernah menjadi orang lain dalam menekuni bidangnya. Begitu juga Pak Joko Temon, ia adalah Joko Temon yang sesungguhnya.

Apa yang bisa kita ambil dari mereka?. Lima nilai dasar yang menjadi "Passing Grade" Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah adalah nilai-nilai kehidupan yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan kita. Kita melihat banyak sekali manusia yang hancur, gagal atas apa yang dijalaninya, karena mereka tidak memiliki Kebenaran, tidak Sungguh-sungguh, tidak memiliki Otensitas, tidak Setia dan tidak Ikhlas dalam menjalani apa yang mereka pilih.

Setiap hari, bahkan setiap waktu, kita harus mampu dan berani membunuh diri kita sendiri dan melahirkan diri kita yang baru - Cak Nun

Kalau disebut ‘manusia’, ternyata bisa berarti ‘hewan’, ‘setan’ atau ‘benda’.
Kalau diucapkan ‘masyarakat’, yang dimaksud bias ‘penduduk’, ‘gerombolan’, juga tidak diurus perbedaannya dengan ‘ummat’, ‘kaum’, ‘bangsa’ atau ‘suku’.
Dikatakan ‘Negara’, padahal kenyataannya ‘Perusahaan’.
Dibilang ‘Demokrasi’ faktanya ‘Jebakan’.
Disebut ‘Agama’, maksud tersembunyinya adalah ‘Komoditas’.
Diumumkan kata ‘Umroh’, maksud aslinya adalah ‘Money Laundring’.
Dipidatokan ‘Pembangunan’, kandungannya adalah ‘Pegadaian’.
Diorasikan ‘Kemajuan’, prakteknya adalah ‘Kemacetan’.
Membangga-banggakan ‘Kesejahteraan’ tanpa menyebutkan bahwa itu tidak dimaksudkan untuk rakyat.
Menuturkan ‘Keadilan’, tidak ada ilmunya, sehingga tak ada pula kenyataannya.
Kita pikir ‘Pemerintah’, ternyata Buruh yang berlaku Juragan.
Ngomongnya politik, ternyata yang dimaksud adalah Penipuan.
Yang dimaksud ‘Nabi’ adalah Dukun
Yang dimaksud ‘Malaikat’ adalah adalah Peri
Yang dimaksud ‘Tuhan’ adalah Artis.


Sabrang Mowo Damar Panuluh

Oleh-oleh Maiyah Mocopat Syafaat 17 November 2011 dan cuplikan dari "Kalam Maiyah"

Thursday, 17 November 2011

Sepakbola menyatukan semua

Malam ini, sekitar 30 menit lagi, di stadion Gelora Bung Karno akan digelar laga pamungkas Group A antara Indonesia melawan Malaysia. Tidak bisa dipungkiri, pertandingan melawan Indonesia melawan Malaysia akan selalu berjalan dalam tensi yang tinggi, hal ini dikarenakan banyaknya konflik antara Indonesia dengan Malaysia. Konflik klaim kebudayaan lah, sengketa ambalat lah, kasus penyiksaan TKI dan lain sebagainya sudah sangat menyakiti hati rakyat Indonesia pada umumnya. Tak pelak, setiap pertandingan sepakbola yang melibatkan antara Indonesia dan Malaysia pasti akan berjalan dalam tensi tinggi. Selain sepakbola, badminton juga selalu dihiasi aroma konflik yang sama ketika Indonesia melawan Malaysia di berbagai kejuaraan.

Sayangnya, dalam dua tahun terakhir, Indonesia justru lebih sering dipecundangi oleh Malaysia. Masih ingat tentunya ketika di Piala AFF tahun lalu, Timnas Indonesia menghancurkan Malaysia di fase group dengan skor telak 6-0, tapi saat di Final, justru Indonesia yang harus gigit jari karena Malaysia yang mengankat piala. Aroma dendam ini juga akhirnya akan terbawa pada pertandingan malam ini.

Sepakbola menyatukan semua rakyat Indonesia. Sejenak kita akan melupakan sejumlah kekecewaan kita terhadap pemerintah saat ini, banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat, anggota dewan yang bergaya hidup hedon dan lain sebagainya, sejenak akan dilupakan oleh rakyat. Semua bersatu. Sayangnya, apa yang selalu tersaji saat pertandingan Olahraga, tidak mengetuk hati para pejabat-pejabat itu, mereka asyik saja dengan apa yang menjadi rutinitas mereka.

Well, laga malam ini memang tidak merubah kepastian bahwa Indonesia sudah lolos ke babak semi final, tapi sekali lagi, laga malam ini tetap dengan judul yang sama. "Laga Harga Diri". Salam olahraga!

Wednesday, 16 November 2011

Indonesia sudah penuh dengan Lobang Tikus

Hampir semua orang saat ini membenci Koruptor, sampai Koruptor itu sendiri juga membenci Koruptor lainnya, karena ia merasa dikalahkan nilai korupsinya.....

Ibaratnya, saat ini KPK sedang menguber-uber tikus di lumbung tikus, tapi sebenarnya KPK juga sadar bahwa mereka dibawah penguasa Tikus itu sendiri, sehingga sudah ndak jelas sebenarnya KPK ini benar-benar dibentuk untuk memberantas Tikus atau ndak, lha yang berada di belakang KPK itu sendiri adalah Raja Tikus. secara kasat mata mungkin Raja Tikus itu tidak secara langsung ada di belakang KPK, tapi dia memiliki kekuatan yang bisa mengatur KPK, memberi isyarat kepada KPK untuk bergerak kearah mana. Tapi KPK itu sendiri juga ndak tahu, siapa sebenarnya Raja Tikus itu. Dimana dia berada, dimana markasnya. Ini yang terjadi sekarang.

Kapitalisme di Indonesia sudah meluas, sampai dibidang Pertanian yang dulunya adalah Indonesia ini dikenal sebagai negara penghasil beras terbesar, kita bahkan sempat menjadi negara Swasembada beras. Kapitalisme di pertanian adalah di bidang Pupuk. Kiasannya begini, dulu kita makan itu ndak perlu memakai kerupuk, lalu muncul inovasi manusia menciptakan makanan pendamping yang namanya kerupuk. Sampai akhirnya, mayoritas merasakan bahwa makan tanpa kerupuk rasanya tidak lengkap. Nah, saya sambungkan ke Pupuk, dahulu petani di Indonesia ini tidak memakai Pupuk, lantas kemudian dibuatlah sebuah skenario bagaimana caranya agar petani ini menggunakan Pupuk, dari mulai kampanye kemajuan teknologi lah, pupuk dan bibit akan disubsidi lah, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, petani di Indonesia sudah merasa ketergantungan dengan Pupuk, harga padi tergantung dengan harga Pupuk. Nah disinilah lubang tikus di bidang pertanian Indonesia. Lubang ini awalnya kecil, namun semakin tahun semakin menyiksa para petani, dengan Pupuk ini secara tidak langsung merusak lahan pertanian, petani gk perduli, yang penting padi yang ditanam subur, masalah nanti saat panen harganya kemudian jatuh, itu urusan lain, karena harga jual padi saat panen juga sudah ada tikus lain yang mengatur. Inilah lubang yang cukup besar di Indonesia saat ini.

Wednesday, 2 November 2011

Masih tentang Komodo

Komodo


Yup, kita tahu bahwa beberapa hari terakhir, Komodo menjadi perbincangan yang sangat ramai di dunia maya, terutama di Twitter. Salah satu kontestan New 7 Wonders ini ternyata mendapat perhatian yang sangat banyak dari pengguna twitter, kita tahu banyak pro kontra terhadap sebuah organisasi yang membuat kontes New 7 Wonders, bahkan UNESCO sendiri mengeluarkan sebuah pernyataan resmi di laman websitenya, yang pada intinya, Kampanye 7 kejaiban dunia yang didirikan oleh Bernard Webber ini tidak ada sangkut pautnya dengan UNESCO.

Dari berbagai Informasi yang saya dapatkan, bahkan UNESCO sudah sejak 1986 menetapkan Pulau Komodo sebagai situs warisan dunia. Kampanye Pulau Komodo sebagai salah satu dari New 7 Wonders ini sudah dimulai sejak Jero Watjik masih menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, hal ini juga bertujuan untuk mengangkat nama Pulau Komodo di mata Internasional, tapi pada faktanya, Pulau Komodo sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Kontroversi muncul ketika pihak penyelenggara menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan kontes New 7 Wonders ini, ternyata Indonesia diharuskan mengeluarkan sejumlah uang yang nominalnya mencapai ratusan milyar agar bisa melaksanakan event tersebut, karena uang yang dibutuhkan sangat banyak, kabarnya Indonesia memutuskan untuk megundurkan diri menjadi tuan rumah acara ini, tapi pihak penyelenggara tidak terima dengan keputusan ini, bahkan pernah mencoret Pulau Komodo dari finalis New 7 Wonders karena masalah ini. Aneh, hanya karena menolak menjadi tuan rumah, terus dicoret. Belakangan, panitia lokal, menunjuk Pak Jusuf Kalla untuk menjadi salah satu Ambassador untuk mengkampanyekan Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 kejaiban dunia. Hingga akhirnya, digalakkan sebuah dukungan dengan sistem SMS. Perbincangan tentang masuknya Pulau Komodo sebagai salah satu finalis New 7 Wonders terekam di situs salingsilang.

UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.

Ramainya perbincangan tentang Pulau Komodo semakin hari semakin ramai, sehingga banyak sekali informasi yang beredar di Twitter, yang lucu, tadi malam (1 November 2011), muncul sebuah hastag (tagar) #komodomovie , terpantau hastag tersebut muncul sekitar pukul 9 malam, dan sangat ramai, sehingga banyak tweet yang menggunakan tagar tersebut. Statistik yang direkam oleh salingsilang menunjukkan, bahwa tagar tersebut di tweet oleh sekitar 1800-an user.

Bagi saya, tanpa pengakuan dunia, Pulau Komodo adalah sebuah Kejaiban Dunia yang dianugerahkan oleh Allah swt kepada bangsa Indonesia.

Link terkait yang lain :

Komodo dan Nasinalisme buta kita
Maladewa mundur dari kontes 7 Keajaiban Dunia
Ancaman pencoretan Pulau Komodo dari daftar finalis New 7 Wonders