Monday, 10 October 2011

TEDx Bandung 091011 Counting Forward - Part II

Sesi ketiga sepertinya memang disetting untuk Gong dari acara TEDx Bandung, speakers di sesi ke 3 adalah Pandji Pragiwaksono, Ridwan Kamil dan Sudjiwo Tedjo. 

Sebelum Pandji naik kepanggung, Panitia memutarkan Video Pidato Steve Jobs di Stanford University.

You can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. I'm convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You've got to find what you love. Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma. The only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. Stay Hungry. Stay Foolish. And I have always wished that for myself. And now, as you graduate to begin anew, I wish that for you. - Steve Jobs ( 1955-2011)

 Setelah Video Steve Jobs selesai diputar, giliran Pandji naik keatas panggung mempresentasikan "Merdeka dalam Bercanda". Kita pasti masih ingat semboyan warkop DKI dulu, "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang". Dan sekarang baru kita bisa merasakan apa makna dari semboyan tersebut. Pandji menjelaskan kenapa dia membuat acara Provocative ProActive di Metro TV, karena menurut pandji, kebiasaan anak muda di Indonesia itu adalah nongkrong, di cafe, di mall dimanapun banyak anak muda nongkrong, tapi sayangnya tidak ada yang ngobrol tentang negara ketika mereka nongkrong, maka dari itu ia menyetting acara Provocative ProActive dengan settingan tempat nongkrong yang sederhana, bukan di cafe tapi seperti di angkringan atau warung kopi biasa, namun yang dibicarakan adalah situasi politik Indonesia. Sesuai namanya, Pandji bertujuan memprovokasi anak muda agar semakin "ngeh" membicarakan dan mendiskusikan Politik Indonesia, bahkan ia pernah didatangi fans seorang anak SMP yang merasa senang dengan acara Provocative ProActive. Karena menurut Pandji, semakin anak muda tidak mau membicarakan Politik, maka semakin senang para Politikus Indonesia, dan semakin sering mereka membohongi kita di belakang kita.

Merdeka dalam Bercanda - Pandji Pragiwaksono

Negara ini gak maju-maju? tanyakan kepada Pemuda, kemana aje loe? Pandji Pragiwaksono.

Setelah Pandji, diundanglah Bang Ridwan Kamil, seorang arsitek handal, yang sudah sangat terkenal, bahkan banyak sekali karyanya yang dipakai di luar negeri ( jadi, kata siapa anak Indonesia gk laku di Luar Negeri?). Namun kali ini beliau tidak mempresentasikan tentang arsitek, tapi tentang "Indonesia Berkebun". Kalau kalian pernah lihat iklan Google Chrome tentang Indonesia Berkebun, pasti tahu apa yang dimaksud dengan gerakan Indonesia Berkebun yang digalakkan oleh Bang Riwan Kamil ini.





Indonesia Berkebun adalah sebuah project untuk mensiasati semakin sempitnya ladang hijau di perkotaan, hingga saat ini sudah ada 16 kota yang bergabung dalam gerakan ini (kalau gk salah Jogja belum... hehehe),, jadi menurut Bang Emil, tidak hanya dalam rangka penghijauan kota, namun juga ada sisi edukasinya, saat menanam kita mengajarkan anak-anak kecil menanam, kemudian mengajak mereka merawat apa yang mereka tanam, hasilnya, sama seperti para petani, saat sudah waktunya dipanen, kita panen bersama, jadi Hiajunya Kota kita dapat, penghasilan tambahan kita juga dapat dari penjualan hasil berkebun. Amazing!!. Saat ini Bang Emil sudah memiliki sekitar 230 sepeda di rumahnya yang akan digunakan untuk project Cycle Rent di Bandung, dan project tersebut tidak ada sama sekali bantuan dari dana PEMERINTAH. Sama seperti gerakan Indonesia Berkebun, semuanya murni dana dari pribadi masing-masing yang bergabung dalam gerakan tersebut. Jangan pernah berfikir melakukan perubahan di dunia ini sendirian, karena kalian nggak akan mampu, maka lakukanlah bersama banyak orang.

The measure of betterment is not money, but happiness - Ridwan Kamil


Definisi kebahagiaan (Happy) itu bukan berdasarkan jumlah banyaknya uang yang kita miliki, tapi kalau hati kita bahagia, sekalipun kita miskin uang, suasananya akan tetap bahagia .   Ridwan Kamil

Menutup sesi ketiga, sekaligus sebagai The Gong Sepaker, Sudjiwo Tedjo memaparkan tentang Konsep Matematika dalam kehidupan. Bahwa sesungguhnya, semuanya itu berhubungan dengan matematika, bikin lagu, bikin pusisi, bikin lawakan, bikin statement, semuanya adalah hasil utak-atik yang dilakukan oleh Otak kita. Menurut Mbah Tedjo, indonesia kurang maju karena Matematikanya kurang maju, matematika itu bukan tentang kepastian tapi tentang kesepakatan. Orang yang jago dalam Seni, menurut Mbah Tedjo, seharusnya Jago dalam Matematika juga. Maka heran, ketika seorang seniman kok matematikanya nggak jago, bisa jadi gurunya salah dalam mengajarkan Matematika kepada mereka. Matematika adalah kemampuan menangkap pola dari sesuatu yang tidak memiliki pola. Keindahan puisi itu ketika seseorang membaca puisi dengan meledak-ledak, tapi keindahan matematika adalah "dingin", meskipun dingin tapi tetap indah.  Inti dari Matematika adalah mencari PERSAMAAN.

Aku akan bertanya suatu saat kepada anakku ketika ia menikah kelak, kau mencintai pasanganmu karena apa? Kalau dia bisa menjawab, itu bukan Cinta tapi itu Kalkulasi.    Sudjiwo Tedjo
Untuk melatih Logika, nggak ada yang lebih baik dari Matematika - Sudjiwo Tedjo


 Akhirnya acara selesai sekitar pukul 12.00 siang, dan seluruh peserta satu persatu meninggalkan Saung Angklung Udjang. Semoga lain kali bisa kesini lagi dalam event yang lebih dahsyat lagi. Thanks TEDx Bandung sudah memberikan ane kesempatan ikut hadir dalam event kali ini!

0 komentar: