Monday, 10 October 2011

TEDx Bandung 091011 Counting Forward - Part I

Sebenernya ane gk tahu banyak tentang TEDx Bandung ini,, cuman tengah pekan kemarin ane dipamerin sama kakak ane (@saturdaytia) dan keponakan ane (@hilmyhilmyx) kalau mereka berdua sudah dapet undangan dari TEDx Bandung. Ane jadi penasaran, apa sich TEDx Bandung itu, akhirnya ane googling, dan pada hari kamis malam, ane nyoba ikut pendaftaran Batch III, siapa tau rejeki ane nich bisa ikutan. Setelah daftar, ane sambil berharap dapet undangannya, kamis malam ane habisin waktu hingga tengah malam ikut gowes dalam rangka Hari Ulang Tahun Jogja ke 255 dari Nol Kilometer menuju Tugu Jogja.

Jum'at malam, e-mail yang ane tunggu-tunggu akhirnya datang juga, wuihhh senengnya bro!!!, mendapat kesempatan menjadi salah satu dari 100 peserta yang terpilih mengikuti event ini.

Akhirnya, sabtu malam ane berangkat dari Jogja menggunakan Kereta Api Lodaya Malam, sampai di bandung sekitar jam 6 pagi, setelah sholat (sholat subuh ane terlambat, gara-gara kereta api bisnis yang terlambat nyampe di stasiun Bandung... :-( ),, setelah itu, langsung naik angkot menuju Saung Angklung Udjo, karena venue Tedx Bandung dilaksanakan disitu.

Sampai di Saung Angklung Udjo, suasana masih sepi, dan saat itu sudah ada speaker yang datang, yaitu Pandji Pragiwaksono, setelah registrasi, ane nyari sarapan dulu di sekitar Saung Angklung Udjo. Saat mau beli sarapan, ane lihat Speaker lainnya sudah datang, yaitu Sudjiwo Tedjo.

Akhirnya, Acara dimulai pukul 8.00, diawali presentasi sesi pertama, 3 pembicara di sesi pertama adalah Aria Widyanto, Anton Abdul Fatah dan Denny Darko. Aria mepresentasikan tentang konversi energi, presentasinya adalah buah karyanya yang memenangkannya dalam British Council 2011 E-Idea, keren lho! Setelah Aria, giliran Anton Abdul fatah yang mempresentasikan tentang Rehabilitasi lahan Pertanian Sindang Sari, yang rusak akibat pemanfaatan lahan pertanian oleh developer untuk membuat batu bata, Proyek yang digalakkan oleh Anton ini awalnya ditentang oleh warga sindang sari, hingga pada akhirnya mereka bisa menerima proyek ini perlahan-lahan. Anton Abdul Fatah, AsGar (asli Garut) adalah pemenang E-Idea British Council 2011 kategori Waste Management. Dia adalah salah seorang pegawai di KEMENKEU, Senin-Jum'at di Jakarta, week end pulang kampung ke Garut untuk menjalankan proyek rehabilitasi lahan pertanian di Sindang Sari. Presentasi sesi pertama ditutup oleh Denny Darko, seorang magician, salah satu peserta The Master, mengenalkan bagaimana cara kita berfikir yang benar, yaitu tidak hanya konsentrasi pada visualisasinya saja, namun juga pada suara, karena terkadang kita hanya konsentrasi pada apa yang kita ingin perhatikan saja, padahal disekitar kita, banyak sekali yang juga seharusnya kita perhatikan.

Sugesti membuat kita semakin kuat dari biasanya
Apa yg diproses indera kita? 55% Nonverbal Communication, 38% tone, 7% words. Jadi "kata-kata" itu tidak berarti banyak. - Denny Darko

Sesi pertama selesai, lalu peserta diberi waktu istirahat sejenak, dan diberi kesempatan untuk ngobrol dengan speakers di taman belakang Saung Angklung Udjo, kebetulan, pas ane ke taman belakang, ane lihat Pandji udah duduk di salah satu kursi, langsung aja ane samperin dan kita ngbrol-ngobrol di situ.

Break 1, ngobrol bareng Pandji Pragiwaksono

Obrolan ringan dan santai, penuh canda, tanya-tannya tentang Stand Up Comedy yang sedang digalakkan oleh Pandji.

Sesi kedua dimulai, kali ini presentasi diisi oleh 3 narasumber yang tidak kalah keren dari sesi pertama, yaitu Enda Nasution, Tendy Naim dan Eya Grimonia. Enda Nasution, sesuai dengan label yang sudah tersemat pada dirinya, Bapak Blogger Indonesia, jadi presentasinya tidak jauh dari Teknologi Internet. Bang Enda sudah mulai nge-Blog sejak tahun 2001, ketika ane sendiri baru pertama kali kenal yang namanya E-Mail. Bang Enda mempresentasikan tentang meningkatnya pengguna internet di Indonesia, peningkatan akun twitter dan facebook yang di Indonesia menjadikan posisi Indonesia masuk ke dalam 3 besar pengguna social media tersebut. Bahkan banyak sekali data yang dipresentasikan oleh Enda, dan diperkirakan 2014, dengan meningkatnya pengguna Internet di Indonesia, diperkirakan mencapai 140 juta orang, maka Indonesia seharusnya menjadi raksasa IT kelak. Menurut Enda, Internet adalah media yg mampu membentuk kelompok-kelompok sekaligus mengakomodasi percakapan.

   Twitter is something, blogging is another thing - Enda Nasution


Kenapa kita sangat aktif di Social Media? 1. Pertumbuhan ekonomi, 2. Iklim politik demokratis, dan 3. Budaya untuk membentuk komunitas - Enda Nasution

Selanjutnya Bang Tendi Naim mempresentasikan tentang pendidikan di Indonesia yang jauh sekali melenceng dari apa yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, ketika Bang Tendy menanyakan kepada audience tentang hal sepele, "Berapa kali kalian ke Museum?, Ada berapa Museum di Bandung?, DI Jakarta?",, hanya sedikit yang bisa menjawabnya. Bahkan ketika beliau diundang ke Manchester, beliau malah ditanya tentang Ki Hajar Dewantara oleh bule disana, awasome!! Ajaran Ki Hajar Dewantara justru dipakai dalam sistem pembelajaran di Inggris, dan kita justru semakin meninggalkan ajaran Ki Hajar Dewantara. Sepertinya harus segera berburu bukunya Ki Hajar Dewantara nich.
"Kuliah yang penting masuk dulu, tanpa tujuan akan bekerja apa nantinya, fenomena masa kini. problem yang dialami oleh guru di dunia pendidikan yaitu mengalami kesulitan menyampaikan informasi/pelajaran. Memberikan gaji tinggi kepada tenaga pendidikan : YES, tapi belum menjadi solusi pendidikan - Tendy Naim"

Sesi kedua ini ditutup oleh presentasi oleh violis muda berbakat, Eya Grimonia,16 tahun. Jujur, ane gk bisa nulis apa yang dipresentasikan oleh violis ini,, soalnya terpukau dengan penampilannya dan juga kecantikannya #eaaaaaa. Dalam sehari, selama 9 jam ia habiskan untuk melatih ketrampilan menggesek violinnya, ia memilih untuk home schooling.

Musik juga ada hubungannya dengan Fisika - Eya Grimonia

Break sesi kedua diberikan kepada peserta, selain untuk makan siang, juga kembali agar bisa lebih dekat dengan para speaker, dapat kesempatan lagi, kali ini ane punya kesempatan satu meja dengan Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo

Lunch with President of Jancukers
Sambil makan siang, kita ngobrol banyak hal tentang Indonesia, menurut Sudjiwo Tedjo, ia kecewa dengan teman-teman pers, dimana event-event yang "sesuatu" seperti TEDx Bandung ini malah luput dari pemberitaan, rakyat justru sering dicekoki dengan berita-berita yang membuat kita semakin pesimis dengan masa depan Indonesia. Ditengah-tengah obrolan, ane ajak Mbah Tedjo untuk hadir di Maiyyah tanggal 17 Oktober minggu depan di kediaman Cak Nun di Bantul, dan beliau mengatakan "Aku sudah merencanakan tanggal 17 mau main ke rumah Cak Nun, nanti tolong di ingatkan di twitter ya...". semoga Mbah Tedjo bisa hadir di Maiyyah Mocopat Syafaat bulan ini.

3 komentar:

Rizky said...

Eya.. #eaaaaa

Enda Nasution said...

mantap laporannya :D

Fahmi Agustian said...

makasih bang Enda.... see you next time...