Monday, 24 October 2011

Race in Peace, Simoncelli.....

Marco Simoncelli - 1987-2011

Dunia olahraga, khususnya MotoGP berduka. Grand Prix seri Sepang yang dihelat pada hari ahad, 23 Oktober 2011 awalnya berjalan sesuai rencana, seperti biasa, kelas 125 cc dan Moto 2 mengawali balapan sebelum kelas primer Moto GP. Tidak ada yang aneh dari race-race sebelumnya, semua sudah melaui kualifikasi di ahri sebelumnya dan sudah mendapatkan posisi start sesuai dengan catatan tercepat pada sesi kualifikasi.

Adalah Marco Simoncelli, seorang rider muda dari Italia, pembalap yang digadang-gadang menjadi The Next Valentino Rossi, saat melaju di tikungan ke 11 lap ke 2, ia tidak bisa  mengendalikan laju motornya, tunggangannya selip, jika dilihat di video rekamannya, ia tampak gagal mengendalikan sisi depan motornya, sehinggga saat ia melakukan manuver membelok di tikungan, posisinya terlalu miring, dan akhirnya terpeleset. Nahas, begitu ia terpeleset, ia tergelincir ke sisi kanan trek, dari belakang 2 rider dengan kecepatan tinggi tidak bisa menghindari tubuh dan motor Simoncelli, mereka adalah Wolin Edwards dan Valentino Rossi. Crash tidak bisa dihindari, Edwards yang pertama kali menghantam badan Simoncelli dan motornya, Rossi menyusul setelah Edwards, dalam sebuuah photo yang dilansir oleh Kompas, tampak ban depan Rossi menghantam Helm Simoncelli, disinyalir hantaman ini yang menyebabkan Helm yang digunakan Simoncelli lepas dari kepala Simoncelli. Begitu crash terjadi, Edwards tidak bisa mengendalikan motornya, ia terpelanting jatuh dan berguling-guling di rumput, Rossi, meskipun motornya rusak, karena ia juga menabrak sisi kanan motor Edwards, masih bisa mengendalikan laju kendaraannya, ia sempat melaju beberapa puluh meter di atas rumput, kemudian kembali ke trek sirkuit. Tubuh Simoncelli tidak bergerak diatas trek, Edwards masih sempat berdiri, Red Flag dikibarkan. Dari video rekaman tersebut, posisi Edwards dan Rossi memang sudah tidak mungkin menghindari tergelincirnya Simoncelli, akhirnya crash terjadi. Semua fihak menyadari, bahwa ini murni kecelakaan, siapapun pembalapnya, tidak akan mampu menghindari tubuh dan motor Simoncelli saat tergelincir diatas trek.


Sejarah menuliskan, Simoncelli memang pembalap berbakat, diusianya yang masih sangat muda, ia sudah membalap di Moto GP. Sirkuit Sepang seakan menjadi Sirkuit yang banyak meninggalkan kenangan tersendiri bagi Simoncelli, tahun 2008 ia memastikan gelar Juara Dunia kelas 250cc di Sirkuit Sepang, tahun 2010 yang lalu, ia melakukan debut Race Moto GP di Sirkuit Sepang, dan 2011 ia mengalami kecelakaan horor di Sirkuit yang sama, Sepang. Kecelakaan horor terakhir di dunia balap motor terjadi tahun lalu, di kelas 250cc, Shoya Tomizawa, pembalap muda dari Jepang jatuh, dan ditabrak dua motor sekaligus dibelakangnya. 2003, Daijiro Kato mengalami kecelakaan individu di Sirkuit Suzuka Jepang.
Sirkuit Sepang seakan menjadi Sirkuit yang banyak meninggalkan kenangan tersendiri bagi Simoncelli, tahun 2008 ia memastikan gelar Juara Dunia kelas 250cc di Sirkuit Sepang, tahun 2010 yang lalu, ia melakukan debut Race Moto GP di Sirkuit Sepang, dan 2011 ia mengalami kecelakaan horor di Sirkuit yang sama, Sepang.

Dalam karir balapnya, Simoncelli memang terkenal dengan gaya balapnya yang sangat agresif, seringkali ia membahayakan rider lain sehingga terjadi crash saat race, tentu ingatan kita masih belum lepas, ketika Simoncelli memblokir laju motor Alvaro Bautista sesaat menjelang finish di race 250 cc dua tahun lalu. Musim ini ia juga terlibat insiden dengan Dani Pedrosa, yang akhirnya mengakibatkan Dani Pedrosa mengalami patah tulang selangka dan harus absen di beberapa seri. Jorge Lorenzo juga pernah mengalami insiden crash dengan Simoncelli, meskipun akhirnya ia bisa finish, tapi ia tetap mengkritisi gaya balap Simoncelli yang terlalu agresif dan membahayakan.

Pada akhirnya, kematian adalah rahasia Allah, tinggal bagaimana dan kapan ia menghampiri kita.

Race in Peace, Super Sic.....

0 komentar: