Sunday, 30 October 2011

Persamaan Indonesia dengan bulan Dzulqo'dah

Indonesia merupakan sebuah negara yang secara geografis terletak diantara dua samudera dan dua benua, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, Benua Asia dan Benua Australia. Pulau-pulau di Indonesia disebut sebagai Dwi Pantara, yaitu kepulauan yang letaknya diantara dua benua dan dua samudera. Letak geografis Indonesia disebut Strategis, namun juga berbahaya. Strategis karena Indonesia adalah perlintasan dua angin muson, sehingga tercipta keseimbangan hawa. Berbahaya, karena apabila arah kedua angin muson itu bertengkar, maka Indonesia menjadi arena pertempuran.

Istilah lain Indonesia adalah, Dwi Panga, toto tentrem, karto raharjo, repihan surga dan banyak lagi istilah-istilah yang bisa menggambarkan keadaan Indonesia secara Geografis. Letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua dan dua samudera adalah keputusan yang Istimewa dari Sang Maha Rahman da Rahiim. Coba kita lihat peta Indonesia, kemudian kita tarik garis silang antara dua samudera dan dua benua tersebut diatas. Maka akan kita dapati Indonesia terletak ditengah garis silang tersebut. Istimewa!!!!

Indonesia adalah serpihan surga, dengan kekayaan alam yang melimpah.

Dalam Al-Qur'an ada sebutan sebuah kaum yang diberi gelar "Umatan Wasathan", umat yang berada ditengah-tengah, istilah ini selalu ditafsirkan sebagai umat yang moderat dan tidak berat sebelah. Jika diambil pemahaman secara Geografis, maka Bangsa Indonesia adalah Umatan Wasathan tersebut, Bansga yang tinggal di sebuah Negara yang dilintasi Garis Khatulistiwa, terletak diantara dua samudera dan dua benua. Bangsa Indonesia mampu menengahi keberagaman keyakinan : Islam, kristen, katolik, hindu, budha, konghucu, kebatinan, kejawen dan lain sebagainya. Tapi semua damai. Menurut saya, terorisme yang terjadi di Indonesia adalah ulah sekelompok orang yang tidak ingin terciptanya kedamaian di Indonesia. Karena hanya Bangsa Indonesia yang mampu menjadi pelopor perdamaian Dunia. Tindakan dan ajaran radikal tidak akan tumbuh subur di Indonesia, karena peradaban yang tercipta di Nusantara ini sudah mencapai pada puncaknya jauh sebelum Nabi Muhammad SAW ditus berdakwah di tanah arab. Keseimbangan khatulistiwa dan apitan dua benua dan dua samudera tidak akan mudah dikalahkan bahkan tidak bisa dikalahkan oleh riak-riak gerakan ekstrim dan radikal di Indonesia.

Mari kita padukan letak Geografis Indonesia di Bumi dan Letak Geografis Bulan Dzulqo'dah dalam kalender Hijriyah. Bulan Dzulqo'dah merupakan salah satu dari 4 bulan dimana pada bulan-bulan tersebut orang arab (dahulu) dilarang berperang, membunuh, merampok atau melakukan pertumpahan darah. Kedudukan 4 bulan haram tersebut dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 109. Dalam budaya Indonesia, bulan Dzulqo'dah disebut sebagai bulan yang terhimpit. Terhimpit diantara dua hari raya. Idul Fitri dan Idul Adha. Keistimewaan bulan Dzulqo'dah ini sama dengan keistimewaan letak Indonesia secara Geografis, diapit dua Samudera dan dua Benua. Adakah Negeri yang letak Geografisnya sama dengan letak Indonesia?. Adakah bulan selain bulan Dzulqo'dah yang terhimpit dua hari raya?. Dalam taradisi Jawa, bulan Dzulqo'dah dikenal juga sebagai bulan selo (jeda). Pesta pernikahan atau proses pernikahan sangat jarang dilakukan dibulan Dzulqo'dah, walaupun tetap ada yang melaksanakan pada bulan tersebut, contohnya adalah Pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudhanegara yang dilaksanakan oleh Kesultanan Nyayogyakarto Hadiningrat beberapa waktu yang lalu.

Maka tidak salah banyak yang menyebut bahwa Indonesia adalah serpihan surga, kekayaan alam yang melimpah, bahkan berkali-kali dieksploitasi oleh bangsa asing, seakan-akan tidak habis-habisnya keayaan alam yang ada di Indonesia.

Wallahu a'lam bishowab...

0 komentar: