Wednesday, 12 October 2011

Oleh-oleh Maiyyahan di UGM 11 Oktober 2011

Maiyah bulan ini di Jogja diawali Konser Kiai Kanjeng di Graha Saba Pramana UGM dalam rangka Research Week yang diselenggarakan oleh UGM. Seperti biasa, waktu yang dijadwalkan pasti molor, dan yang sangat disayangkan adalah waktu durasi konser yang dibatasi oleh panitia, ini konsekuensi kalau Kiai Kanjeng di undang.

Setelah beberapa nomor-nomor baru dibawakan oleh Kiai Kanjeng, Cak Nun mengawali Maiyah tadi malam dengan komentar pasca kekalahan timnas Indonesia dari Qatar dengan skor 2-3. " Ya nggak apa-apa, gaya sepakbola kita ini kan gaya sepakbola yang penuh dengan perikemanusiaan, jadi keteraluan kalau tadi kita mengalahkan Qatar, mereka sudah datang dari jauh, negaranya lebih kecil dari Indonesia, budayanya lebih sedikit dari Indonesia, masak sepakbola juga kita kalahkan".

" Manusia yang paling mulia dihadapan Tuhan adalah dia yang berani meninggalkan kwajiban terhadap Tuhannya, kemudian ia merubah kewajiban tersebut menjadi sebuah kebutuhan". Seperti halnya zakat, puasa, sholat, kalau kita masih merasa itu sebagai sebuah kewajiban, maka derajatnya belum tinggi.

"Dengan sistem Hukum yang ada di Indonesia, dengan adanya KPK, Korupsi di Indonesia baru akan selesai diberantas dalam kurun waktu 600 tahun".
"Kehancuran Indonesia adalah diawali dari kehancuran cara berfikir para pemimpin bangsa  " Emha Ainun Nadjib


Mbak Via bersama Kiai Kanjeng menutup Konser dengan "Hati Matahari"




0 komentar: