Sunday, 31 July 2011

Tidak usah khawatir dengan kondisi Indonesia....


“Ada satu idiomatik bahwa Indonesia bisa diibaratkan sebagai sawah yang jumlah alang-alangnya melebihi batas. Bagaimana bisa? Karena padi-padi itu semakin tidak berani menjadi padi. Padi-padi itu menjadi gabug, dan saat ini alang-alang sudah hampir memenuhi seisi sawah. Maka Allah akan melakukan pencabutan alang-alang secara besar-besaran. Ada term rowasiyah, yaitu jodohnya gravitasi yang saat ini belum dikenal dunia Fisika. Pencabutan besar-besaran itu bisa melalui tsunami, bisa gempa, bisa amblesnya kota, dan sebagainya. Tapi itu bisa ditawar. Anda harus berani menjadi padi, yaitu berani berbuat baik. Saya hidup tidak karena atau untuk dipercaya oleh manusia.”  (Cak Nun).

Separah apapun kondisi Indonesia saat ini, tidak usah khawatir, sebagai manusia, kita hidup di dunia ini seperti perniagaan dengan Allah swt, kita memiliki hak tawar kepada Allah swt, lho kok bisa??. Salah satu alat penawar kita adalah Ibadah kita, silahkan saja kau buktikan, ketika kau butuh sesuatu, pasti kau berdo'a kan?. Ya Allah aku ingin bulan depan bla..bla..bla.., Ya Allah aku ingin tahun depan bla..bla..bla...

Jadi, kita punya hak tawar kepada Allah swt agar Indonesia tidak dihancurkan atas akibat perusakan yang terjadi di Indonesia saat ini. Korupsi yang tidak tahu kapan berakhirnya, kedzaliman pemimpin dan penguasa yang semakin menjadi, rakyat yang semakin tertindas, sebenarnya sudah cukup menjadi alasan bagi Allah untuk menimpakan gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus dan lain sebagainya.

Menurut Cak Nun, ada 3 alasan utama kenapa Allah swt tidak segera saja memberikan "hadiah" tersebut kepada Indonesia.
  1. Adanya Forum semacam Kenduri Cinta yang mendiskusikan Indonesia dimana para peserta yang hadir di forum tersebut tidak mengharapkan apa-apa, hanya berbekal ke Ikhlasan. Mendiskusikan permasalahan bangsa dan memberikan berbagai solusi, namun tidak mengharapkan solusi itu didengar bahkan dilaksanakan oleh para penguasa, cukup Allah swt yang tahu. Ikhlas kuncinya.
  2. Keluarga. Mau seperti apapun keadaan Indonesia, asalkan Keluarga benar-benar dibina dengan baik, maka semuanya akan merasa nyaman, tenteram dan sejahtera. Kepala keluarga tetap mencari nafkah untuk anak-istrinya, tetap berusaha membiayai anak-anaknya sekolah, terlebih lagi dengan cara yang halal, asalakan Kepala Keluarga tetap bertanggung jawab dengan keluarganya, Insya Allah akan nyaman hidupnya.
  3. Ibadah. Sebagai orang yang beragama Islam, maka Sholat adalah ibadah yang dilaksanakan 5 waktu setiap harinya. Tidak usah memperdebatkan bagaimana caranya agar khusyuk, toh sampai saat ini belum ada yang berani meregulasikan ke-Khusyuk-an Sholat. Kalau ada yang berani membuat regulasi Khusyuk Sholatnya seseorang, luar biasa sekali ia, melebihi malaikat derajatnya.

Jadi, ndak usah khawatir dengan kondisi Indonesia kedepan asalkan 3 hal diatas tadi tetap dilakukan oleh rakyat Indonesia. Wallahu a'lam.

0 komentar: