Wednesday, 21 December 2011

Berani Jujur, Hebat!!!

PUKAT FH UGM mengadakan sebuah acara bertajuk tembang anti korupsi di UC UGM tanggal 18 Desember 2011 kemarin, Mas Zainal Arifin Muchtar direktur PUKAT memang sudah berencana mengundang Cak Nun dan Kiai Kanjeng karena dianggap sebagai sosok yang mampu membangun dan memandu suasana dialog dan diskusi dengan masyarakat luas dalam nuansa yang cerdas dan memikat serta penuh kehangatan, sehingga harapannya adalah, terbentuknya pemahaman Anti Korupsi yang kokoh dalam fikiran masyarakat. Selain Cak Nun sendiri, hadir pula Pak Mahfud MD, Pak Busyro Muqoddas, Budi Santoso dari OMBUDSMAN, Sahlan Said, mantan hakim Jogja dan beberapa narasumber lain. Buya Syafii dan Bambang Widjoyanto yang awalnya sudah dikonfirmasi akan hadir, ternyata berhalangan hadir. Namun, hal tersebut tidak mengurangi daya tarik diskusi malam itu.

Kiai kanjeng mengawali acara tersebut dengan nomor-nomor Wild World-Ojo Lamis, Kalimah, Sailing-Sholatullah. Dan para hadirin semakin antusias dan yang hadir juga semakin banyak, menjelang dimulainya acara inti, Kiai kanjeng membawakan lagu Gundul Pacul yang sudha diaransemen ulang oleh Kiai Kanjeng, nomor ini dibawakan untuk menandai masa transisi dari nomor-nomor sebelumnya yang "luar negeri" menuju kearifan dn filososfi negeri Indonesia. gagasan utama acara ini adalh agar seluruh lapisan masyarakat tetap menyalakan semangat pemberantasan terhadap korupsi yang merupakan sudah menjadi penyakit yang sangat akut dan krusial dalam neagara dan pemerintahan NKRI.

Ketika pembiacara sudah masuk di dalam ruangan, Kiai Kanjeng menyambut mereka dengan nomor Rampak Osing, lagu yang memberikan pesan yang sangat dalam, "Arep golek opo, arep golek opo kok jegal-jegalan?, Arep ngudak opo, arep ngudak opo kok uber-uberan?", mau nyari apa kok saling jegal, mau ngejar apa,, kok saling uber. Atau yang lebih kontekstual, mau cari apa di dunia ini, kok sampai korupsi segala?.

Cak Nun kemudian mulai memandu acara, mengatur acara dan kemudian mengajak semua yang hadir agar menyatukan hati, bahwa seburuk apapun kondisi Indonesia saat ini, sebobrok apapun pemerintahan yang ada saat ini, kita harus yakin bahwa Indonesia akan berubah menjadi lebih baik. Dengan iringan Kiai Kanjeng, semua hadirin berdiri menyanyikan Indonesia Raya.

Cak Nun kemudian mendoakan, agar apa yang dihajatkan oleh Mas Zainal dari PUKAT malam ini dikabulakan Allah swt. Perlu diketahui, Mas Zainal Arifin Muchtar ini adalah Putra asal Pambusuan Polewali Mandar Sulawesi Barat, daerah tersebut adalah salah satu titik historis sejarah sosial Cak Nun dan Jama'ah Maiyah dalam berdakwah. Kemudian Cak Nun menata acara dan mengucapkan sebuah statement awal, "Jam-jam segini adalah waktu peak time untuk media massa, sehingga saya bacakan urutan pembicaranya, sedangkan giliran saya nanti saja jam 23-an ketika peak time tersebut sudah lewat, sehingga apa yang saya omongkan tidak perlu dimuat di media massa". Kemudian satu persatu parea pembicara diperkenalkan oleh Cak Nun, dimulai dengan memperkanalkan Pak Mahfud MD, diselingi dengan guyonan khas Cak Nun yang mesra kepada Pak Mahfud.

Kemudian Pak Mahfud diberikan waktu untuk memberikan sedikin opening statmentnya. Menurut beliau, Korupsi adalah musuh kita bersama. Tujuan utama dari Reformasi 1998 adalah pemberantasan korupsi. Namun yang terjadi saat ini, proses pemberantasan korupsi berjalan sangat lambat, sehingga akhirnya masyarakat menjadi imun, sekarang masyarakat sudah tidak kaget lagi ketika mendengar korupsi dengan nominal puluhan juta, bahkan milyaran, karen saking banyaknya kasus korupsi. Korupsi sudah pasti menghancurkan kita. Di sisi lain, KPK masih memberikan hukuman yang sangat ringan, sekian banyak yang dikorupsi, terdakwa hanya dihukum dengan hukuman yang sangat pendek. Permasalahan penegakkan korupsi menjadi sangat sulit, karena para penegak hukum itu sendiri menjadi bagian dari korupsi yang terjadi di negara ini.Sekarang, gratifikiasi bukan berbentuk uang saja, tapi juga dalam bentuk cinta asmara, Pak Mahfud menyindir kisah asamara Angelina Sondakh dengan seorang penyidik KPK.

Kemudian, Cak Nun mengatakan, bahwa kalau kita bisa tersambung secara hati seperti ini, maka pori-pori zaman akan lebih terbuka, sehingga ide-ide mengenai pemberantasan korupsi mendapatkan gumpalan kekuatan dan dukungan dari masyarakat luas. Cak Nun juga menanggapi masalah imun-nya masayarakat terhadap kasus korupsi saat ini, menurut Cak Nun, pelaku korupsi justru sudah merasakan titik kesenangan melakukan korupsi, karena para koruptor bisa melakukan Umroh dengan uang korupsi, mereka pikir bisa melakukan "Money Laundrying" dengan melaksanakan Ibadah Umroh.

Kemudian Pak Suparman Marzuki bercerita tentang mimpi dimasa lalu bersama Cak Nun tentang masa depan Indonesia, dilanjutkan oleh Mas Zainal menyampaikan bahwa problem korupsi terletak pada dua ranah, yaitu ranah kemampuan dan ranah kemauan. Mas Zainal mengajak para hadirin untuk menyatukan terlebih dahulu antara pikiran dan tindakan kita. Jangan kita lantang berteriak berantas korupsi, dalam praktik sehari-hari kita melakukan kkorupsi kecil-kecilan seperti menyuap petugas pembuta SIM dan lain sebagainya. Menurut Mas Zainal, para pemimpin di Indonesia saat ini tidak meiliki kemampuan, sayangnya kemudian menyerahan urusan ini kepada para politisi. Kemudian Romo S.T Sunardi dari Universitas Sanata Dharma dipersilahkan Cak Nun untuk menyampaikan sesuatu, beliau menyampaikan usulan, agar KPK membuat sarana media berupa koran atau TV korupsi, sebab saat ini masyarakat luas lebih mengandalakna dua media tersebut dalam mendapatkan informasi. Kemudian Cak Nun menanggapi usulan tersebut dengan mengatakan "Bagus sekali idenya, Nanti koran atau TVnya dibiayai dari uang korupsinya para koruptor, dengan catatan, pembiyaan tersebut tidak mengganggu proses pengadilan teradap para koruptor. Artinya, pengadilan tetap jalan terus".

Cak Nun mengatakan, bahwa Jihad pemberantasan korupsi ini terbagi dalam dua jenis, yaitu Ijtihad pemberantasan korupsi dan Mujahadah pemberantasan korupsi. Yang termasuk dalam kategori Ijtihad adalah para akdemisi, kemudian Kiai Kanjeng membawakan nomor medely nusantara, yang berisi lagu-lagu nusantara, yang diselipi lagu Heal the world dan Imagine.

Kemudian Cak Nun mempersilahkan sahabat lamanya ketika di SMA Muh 1 Jogja, Pak Busyro Muqoddas untuk berbicara didepan para hadirin. Seperti di acara Dialog Kebudayaan di Taman Siswo 2 minggu lalu, Pak Busyro mengawalinya dengan menggojlok Cak Nun, bercerita tentang cerita masa lalu di SMA, sehingga susanan pun menjadi semakin gerr dan hangat. PakBusyro mengatakan, bahwa setidaknya ada 56.000 kasus korupsi yang sudah dilaporkan kepada KPK. Beliau menyampaikan, kasus sebanyak itu tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang singkat, sedangkan personel dari kejaksaan dan kepolisiam tidak sebanding dengan jumlah kasus yang akan dituntaskan. Dari sekian kasus tersebut, KPK baru saja menyelamatkan uang negara dari sektor migas sebesar 156 trilyun rupiah yang sempat berada di luar negeri. Menurut beliau, ada jenis korupsi yang disebut corruption by decission, yaitu korupsi yang dilakukan berdasarkan keputusan dan keputusan tersebut didukung dengan planing/perencanaan yang rapi. Di tingkat masyarakat, permisivisme terhadap korupsi juga sangat marak. Belum lagi kalau bicara korupsi dalam bentuk mark up anggaran suatu pembelanjaan. Yang perlu digarisbawahi, proses politik pada masa reformasi adalah menghendaki pemberantasan korupsi,  tetapi seiring dengan itu pula, para politisi sendiri pula yang menghancurkan semangat melawan korupsi. Terutama saat proses PILKADA atau PILPRES, dimana masyarakat digiring untuk memilih calon berdasarkan uang yang diterima dari calon. Menurut Pak Busyro, Pemberantasan korupsi ini terkait erat dengan sistem dan kultur politik. Beliau berpessan kepada para mahasiswa, agar sepulang dari acara ini, mereka harus berkontemplasi, agar bentuk-bentuk perlawanan terhadap korupsi tidak dilakukan dengan cara-cara yang melawan hukum dan menciptakan chaos.

Setelah beberapa pembicara, Cak Nun mendapatkan sebuah ilham untuk membentuk sebuah jaringan atau networking yang dipimpin oleh PUKAT, Cak Nun menyarankan agar Mas Zainal mengidentifikasi semua hadirin yang datang dari berbagai kampus di Jogja dan elemen lain, agar bisa bekerjasama dan berkoordinasi, sehingga bila ada sebuah keperluan dalam menyikapi kasus korupsi bisa lebih terorganisir disampaikan kepada PUKAT. Asusminya, berperang tidak boleh hanya mengandalakan komandan batalyon saja, melainkan para prajurit harus lebih siap kapan saja ada tugas.Cak Nun menegaskan, kiranya kita bisa sepakat bahwa kita korupsi atau hanya meu melakukan kejujuran karena ada alasan yang merupakan komprehensi. Artinya ada alasan yang bersifat moral, etik, hukum, agama dan bahkan tasawuf. Pasukan jihad pemberantas korupsi hendaknya berlapis-lapis. Ada yang mengolah as[ek kognitifnya, ada juga yang mengolah aspek lainnya.

Dialog sesi pertama dimulai, salah satu penanya mengungkapkan pertanyaan tentang sistem yang ada saat ini. Kemudian Pak Mahfud mencoba menjelaskan, menurut beliau kalau berbicara sistem ada beberapa sub-nya. Salah satunya adalah segi isi/peraturan. Dari sisi sebenaranya peraturan yang ada sudah sangat mencukupi. Kalau berbicara struktur juga demikian, secara umum sudah OK. Artinya, kalau kita berbicara tentang sistem terus menerus nggak akan ada habisnya. Sebab-sebab korupsi juga sudah kita ketahui bersama. Sekarang waktunya bertindak.

Kemudian Mas Zainal merespon secara keseluruhan, bahwa dirinya berharp, pertemuan malam itu menjadi batu pijakan, sebuah milestone, simpul dan pemantik. Pada intinya, gerakan melawan korupsi ini haruslah berjamaah. Korupsi adalah musuh kita bersama, dan kita harus melawan korupsi secara bersama-sama. Menurut Mas Zainal, sejauh ini pembicaraan tentang pemberantasan korupsi berlangsung dalam tiga pendekatan, institusionalis, behavioral dan strukturalis. Institusionalis artinya perbaikan di institusi-institusi. Behavioral artinya perilaku para pejabat diperbaiki dengan berbagai pendekatan. Sedangkan strukturalis artinya adalah bangunan secara keseluruhan yang diperbaiki, termasuk bangunan budaya.

Menyambung apa yang disampaikan Mas Zainal, Cak Nun mengatakan bahwa kedekatannya dengan Pak Busyro saperti terlihat malam ini, salaing ledek, saling gojlok adalah wujud bahwa secara budaya kita sudah jelas kompak mutlak menolak korupsi. Tinggal pembenahan di beberapa aspek lainnya.

Dialog sesi kedua jumlah penanya lebih banyak, di sesi ini banyak yang memunculkan soliditas kekuatan arus yang lebih luas dalam melawan korupsi, juga usulan tentang hukuman koruptor, ada yang usul agar koruptor ditelanjangi, artinya hukuman yang bersifat sosial juga harus ada. Muncul pula usulan agar KPK lebih sinergis dengan masyarakat luas, semisal aktif memberikan informasi sampai pada tahap mana kasus korupsi sedang ditangani. Ketika ada yang menanyakan tentang kasus Century, Pak Busyro kemudian langsung menanggapinya, bahwa Kasus Century adalah masalah politik, sehingga posisinya sekarang dilimpahkan kepada POLRI dan sudah diproses. wewenang KPK hanya mengusut dan menangani kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara. Jadi tidak benar jika ada berita bahwa Kasus Century berhenti.

Kemudian Mas Zainal menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua fihak sekaligus meminta maaf. Sekali lagi, Mas Zainal menegaskan bahwa acara malam itu adalah  batu pijakan, simpul dan pemantik.

Pada puncak acara, karena ada seorang penanya yang tidak sependapat dengan Cak Nun yang sangat serisu berdoa kepada Allah dalam perjuangan melawan korupsi dan mengatakan kita tidak boleh hanya berdoa, harus ada tindakan, karena bisa terjebak dalam faham jabariyah. Cak Nun menanggapi dengan sangat serius mengatakan "Saya mencabut do'a-do'a saya dan omongan-omongan saya yang menyagkut Allah. Karena sesungguhnya saya sangat serius ketika berbicara Tuhan. Tetapi karena anda bilang begitu dan mengatakan jabariah , saya mundur dua langkah, dan sekali lagi saya cabut do'a-do'a saya. Dan mulai sekarang jangan andalkan Tuhan, andalkan dirimu sendiri. Mulai hari ini saya tidak akan ikut-ikut mendukung gerakan pemberantasan korupsi. masih banyak hal yang harus saya bantu besok atau dilain hari. Mas Zainal tenang-tenang saja.".

Memang di puncak acara ada sedikit ganjalan akibat seorang penanya tersebut, Maiyah yang biasanya ditutup dengan do'a pun, malam itu tidak ada do'a yang menutup acara malam itu. Kemudian Cak Nun memeprsilahkan para hadirin untuk bersalaman kepada para narasumber, diiringi lagu Tombo Ati oleh Kiai Kanjeng yang di request oleh Pak Busyro Muqoddas. Kiai Kanjeng menutup acara malam itu, mengiringi para hadirin meninggalkan lokasi dengan "Hati Matahari".

Terima kasih untuk mas Ibrahim atas bantuan share reportasenya dari Maiyah Network.

Monday, 19 December 2011

Sedikit catatan Mocopat Syafaat Desember 2011

Hujan mengguyur Jogja sejak sabtu sore hari menjelang maghrib, namun guyuran hujan tidak menyurutkan niat ikhlas para jama'ah maiyah Mocopat Syafaat untuk tetap hadir di forum ilmu Mocopat Syafaat edisi Desember 2011. Dalam sejarah saya ikut maiyah di Mocopat Syafaat, ketika hujan mengguyur lokasi sejak dimulainya acara, jama'ah tetap setia "ngangsu kawruh", ada yang berbasah-basahan, ada yang beralaskan tikar yang sudah basah, namun kehangatan dan kemesraan Maiyah tidak berkurang sedikitpun. Memang jama'ah yang hadir malam itu tidak sebanyak biasanya, karena faktor cuaca.

Seperti biasanya, tadarusan mengawali acara maiyah, dilanjutkan penampilan beberapa nomor-nomor oleh Kiai Kanjeng, Kiai Tohar a.k.a Toto Raharjo juga tetap setia menjadi moderator maiyah Mocopat Syafaat. Yang spesial malam itu adalah, hadirnya Cak Fuad, Kiai Padhang Bulan yang sudah sejak lama berhasrat ingin hadir di Mocopat Syafaat namun baru diberi kesempatan oleh Allah swt pada edisi Desember 2011 ini. Maka, bliau pun di daulat menjadi narasumber utama malam itu.

"Islam itu agama yang mudah", Cak Fuad mengawali tausiahnya malam itu. Statemen ini adalah statemen yang sangat mendasar, Rasulullah saw sering mengatakan demikian. Ajaran Islam itu sebenarnya simpel, ringan, namun yang membikin berat dan rumit adalah manusianya sendiri. Cak Fuad kemudian menjelaskan beberapa definisi istilah-istilah yang sering kita dengar. Muslim adalah orang yang tidak mencelakai dan menyakiti orang lain, baik perkataan maupun perbuatan. Senantiasa menjaga tangan dan lidah agar tidak mencelakai orang lain. Mu'min adalah orang yang memberi jaminan keamanan terhadap manusia yang tinggal disekitarnya, kemanaan tersebut melingkupi harta, martabat dan nyawa. Definisi ini sesuai dengan isi khutbatul wada' pada ibadah haji yang terakhir dilaksanakan oleh Rasulullah saw. Sejarah menuliskan, bahwa Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji hanya 2 kali semasa hidupnya. Salah satu indikator kehormatan seseorang adalah ketika dia merdeka dari jajahan orang lain. Muhajir adalah orang yang berhijrah. pada zaman Rasulullah saw, hijrah itu wajib hukumnya. Suatu ketika Rasulullah saw ditanya seseorang tentang siaakah Muhajir itu. Rasulullah saw menjawab : Muhajir adalah orang yang berhijrah dari apa yang tidak disukai oleh Allah swt. Mujahid adalah pejuang. Menurut Rasulullah saw, Mujahid adalah orang yang berjuang agar dirinya tunduk kepada Allah swt. Tidak selamanya Jihad mengandalkan fisik, berperang dan lain sebagainya. Namun, Jihad juga dapat dilakukan dengan harta, tenaga, fikiran, waktu bahkan nyawanya.

Agama adalah Nasihat. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah saw, namun memaknai hadits ini juga harus lengkap, jangan sepenggal saja. Agama adalah Nasihat, nasihat ini ditujukan untuk manusia yang memiliki 5 kriteria, yaitu mereka yang setia kepada Allah, Rasulullah, Kitabullah, pemimpin dan sesama muslim. Dari 5 hal tadi, 3 yang pertama hukumnya adalah wajib, sedangkan 2 yang terakhir kondisional.

Begitu mudahnya Islam difahami dan diamalkan, Rasulullah saw banyak sekali memberikan rumusan yang sederhana. Contohnya : "Sayangilah penduduk bumi, maka engkau akan disayang oleh Penghuni Langit". atau contoh yang lain, "Barang siapa yang memudahkan (urusan) orang lain, maka ia akan dimudahkan (urusannya) oleh Allah swt".

Kemudian Cak Fuad menjelaskan pertanyaan dari seorang JM yang menanyakan bagaimana jika kita mendoakan orang non muslim dan bagaimana jika kita mentahlilkan orang meninggal yang non muslim. Cak Fuad menjelaskan dengan penjelasan yang sangat mudah difahami, bahwa sah-sah saja kita mendoakan orang non muslim, misalkan kita mendoakan teman kita yang non muslim akan melaksanakan ujian, maka kita mendoakan agar dia lulus ujian, itu bukan sesuatu hal yang salah. Namun, lebih baik lagi jika kita juga mendoakan mereka agar mereka mendapat hidayah oleh Allah swt sehingga mereka masuk Islam. Terkait tahlilan kepada orang yang non muslim, Cak Fuad menjelaskan, kalau orang yang sudah mati, maka sudah menjadi urusan Allah swt, sudah tidak ada lagi sangkut pautnya dengan manusia yang lainnya, kita saja tentu tidak akan rela kalau diantara orang muslim meninggal, kemudian yang sibuk justru orang non muslim, begitupun sebaliknya. Secara budaya memang Tahlilan sering dilaksankan, namun jangan dicampur adukan antar umat beragama, jangan mentang-mentang tahlilan adalah budaya, kemudian identitas agama dikesampingkan.

Kemudian Dr. Henrich menjelaskan sedikit tentang Adolf Hitler. Kita tahu dalam sejarah, bahwa Hitler adalah pemimpin yang sangat kejam, membunuh sekian manusia yahudi pada zamannya. Konon hitler dimakamkan di Indonesia. Adolf Hitler adalah seorang pemimpin [artai buruh dan sosialis di Jerman pada zamannya, karena dia dikenal sebagai orator yang handal, maka dia bisa menjadi pemimpin Jerman.

Menjelang tengah malam, Cak Nun akhirnya ikut bergabung, meskipun kondisi badan beliau masih belum fit, namun sebagai bukti kecintaan beliau dan kesetiaan beliau kepada Jama'ah Maiyah, beliau tetap hadir di Mocopat Syafaat malam itu. Dan malam itu pun, Cak Nun tidak memberikan bahan diskusi atau materi yang berat, sehingga beliau hanya meneruskan apa-apa yang sudah disampaikan oleh narasumber sebelumnya. pada malam itu juga, diperkenalkan Maiyah Magelang, Meneges Qudroh, forum maiyah yang sudah berjalan 9 bulan. Kemudian dilanjutkan pemaparan teman-teman PUKAT UGM yang akan punya gawe di UC UGM pada tanggal 18 Desember 2011, "Berani Jujur, hebat!". (reportasenya di postingan selanjutnya). Hadir juga malam itu adalah Mas Kimpling, aktivis Tim SAR DIY, karena pada bulan ini, tepat 1 tahun erupsi merapi 2010, sehingga beliau ikut hadir di Mocopat Syafaat. Diskusi tengah malam itu pun diselingi nomor-nomor oleh Kiai Kanjeng, duet antara Mas Kimpling dengan Mbak Yuli, juga penampilan Dr. Henrich bermain drum. Pada sesi dialog, Cak Nun kemudian meminta salah seorang penanya dan juga kepada Dr. Henrich untuk menyebutkan 3 orang yang paling buruk di dunia dan 3 orang yang paling baik di dunia. Yang paling buruk, muncul nama-nama seperti Hitler, Stalin, George Bush, Soeharto, dan 3 orang yang baik muncul nama Rasulullah Muhammad saw dan beberapa nama yang lain, termasuk Cak Nun.

Sekitar jam 2 dinihari, Mas Sabarang dan teman-teman dari Jepara memperkenalkan "Kampus Sawah", dimana komunitas ini adalah mengajak seluruh elemen masayrakat untuk kembali ke sawah, kembali bertani. Fenomena saat ini, anak petani tidak mau jadi petani, apalagi yang bukan petani, lantas 5-10 tahun lagi siapa yang akan bertani. Menurut Mas Sabarang, PR yang cukup besar dan panjang penyelesaiannya adalah, menumbuhkan kepercayaan diri kepada petani, bahwa pekerjaan petani adalah bukan pekerjaan yang rendahan, mau makan apa manusia kalau tidak ada petani. Kemudian Cak Nun menambahkan, mundurnya pertanian Indonesia adalah akibat dari kapitalisasi di sektor pertanian itu sendiri, salah satu contohnya adalah pupuk, ketika para petani sedang musim bertanam, harga pupuk dinaikkan, begitu masa panen, harga gabah malah dihancurkan. Menurut Mas Sabrang, dahulu ada sebuah jenis kupu-kupu yang menebarkan bau yang tidak disukai oleh wereng, namun karena dianggap sulit dikembang biakkan, maka akhirnya punah. Tanah itu butuh maintenance, butuh perawatan, namun bukan dengan bahan kimia.

Cak Fuad kemudian didaulat untuk menutup Maiyah Mocopat Syafaat dengan memberikan sebuah pesan, bahwa setiap Forum Maiyah, baik itu Mcocpat Syafaat, Pdhang Bulan, bangbang Wetan, Kenduri Cinta, gambang Syafaat dan yang lainnya biarkan memiliki ciri khas tersendiri, jangan diatur atau diklasifikasikan, sehingga justru menghilangkan unsur alami Maiyah itu sendiri, dan Cak Fuad menutup maiyah malam itu dengan memimpin do'a.


Sekian, sedikit catatan Mocopat Syafaat Desember 2011, mohon maaf jika ada kesalahan.

Saturday, 10 December 2011

Cultural Night at UIN Jogja

Sebenarnya,,, saya nggak mau bikin reportase maiyahan tadi malam di UIN, karena memang faktanya saya bingung mau nulis apa, karena tadi malam lebih banyak nyanyi-nyanyi bersama Kiai Kanjeng di Auditorium UIN Jogja. Memang sejak awal Cak Nun sudah bilang, bahwa kita nggak akan diajak diskusi yang berat, yang penting pulang dari acara ini, kita memiliki niatan yang baru lagi untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Saya datang sekitar jam 7 lebih sedikit, ketika acara belum dimulai, jadi tempat masih sepi, dan akhirnya saya iseng jalan-jalan ke belakang panggung,  ternyata temen-temen kiai kanjeng lagi duduk-duduk di sana, jadi ya ikut nimbrung aja lah, sempet salaman sama mas Imam fatawi, mas adit, mas helmy, dan yang lainnya, setelah itu, mereka naik ke panggung dan membawakan 2 lagu pembuka, salah satunya adalah Wild World, semua yang hadir sudah sangat antusias, walapun baru sedikit, yaitu kebanyakan adalah [eserta Indonesia Youth Forum. Kiai Kanjeng kembali turun panggung, karena acara di ambil alih oleh IYF, saya pun kembali ke belakang panggung, saat asyik duduk-duduk,  Cak Nun datang, dan ikut duduk-duduk di parkiran motor. Nggak lama kemudian, beliau ngajak masuk, karena acara akan dimulai. Seperti biasanya, dimanapun maiyah diadakan, begitu Cak Nun naik ke panggung, seperti sudah menjadi sebuah sistem yang otomatis, para audience mendekat ke panggug utama acara, mendekat ke Cak Nun. Dan tadi malam, saya tidak kebagian tempat di depan panggung, akhirnya harus ikhlas berada di samping kanan panggung :-) . Tapi walaupun nggak di depan panggung, saya disamping panggung duduk bersama Cak Zaky, manajemen Kiai Kanjeng, dan ngobrol banyak disamping panggung. Salah satunya tentang "perang" dengan Kompas pasca maiyah 30 November 2011 lalu di Taman Siswa bersama KPK.

Suatu saat nanti, Demokrasi yang dibangun Indonesia akan membawa kasih sayang ke seluruh bangsa di dunia, dan bukan untuk menjajah mereka.


Karena memang sejak awal Cak Nun nggak ingin mengajak diskusi yang berat dan panjang, beliau mengundang beberapa mahasiswa dari negara-negara peserta IYF, dan diminta untuk menyanyikan lagu khas negaranya masing-masing diiringi oleh Kiai Kanjeng tentunya. Dan begitu Cak Nun mengundang Mbak Via Sanganingrum alias Novia Kolopaking, seluruh audience kembali riuh bertepuk tangan. Sesaat setelah itu, Kiai Kanjeng membawakan Saloom elechem, sebuah nomor dengan genre campur Islam-Yahudi-Kristen. Kalau orang baru mendengarnya, pasti merasa aneh, bahkan mungkin tidak bisa menerima, video rekaman lagu ini yang beredar di youtube saja menuai banyak kecaman dan kritikan. Dan Cak Nun tadi malam juga tidak menjelaskan kenapa Kiai Kanjeng membawakan lagu tersebut.

Walaupun Cak Nun tidak mengajak diskusi yang berat, tapi ada beberapa poin yang memang bisa menjadi oleh-oleh maiyahan tadi malam. " Pada saatnya nanti, Indonesia dengan demokrasi yang dibangun saat ini, akan membawa kasih sayang ke seluruh bangsa di Dunia, bukan untuk menjajah mereka, tidak seperti Amerika yang menggunakan Demokrasi mereka untuk menjajah Iran, Irak, Libya dan lain sebagainya untuk menjajah minyak mereka". Orasi Cak Nun membuat seluruh yang hadir bertepuk tangan. "Pemerintahan Indonesia bisa saja hancur, tetapi Rakyat Indonesia, Bangsa Indonesia tidak akan bisa dihancurkan oleh Bangsa manapun di Dunia ini dengan cara apapun, bangsa indonesia adalah bangsa yang selalu mengambil resikp-resiko berat dan juga besar dalam kehidupan ini". Dan memang benar adanya, kita mau apa lagi dengan pemerintahan Indonesia?, setiap hari, korupsi bukannya berkurang, malah sekarang berjama'ah. nggak mau kalah dengan sholat dan haji. Jadi, pemerintahan Indonesia akan hancur oleh dirinya sendiri, bukan oleh orang lain, dan jangan harap akan ada kejadian seperti di Mesir atau Libya untuk menggusur pemerintahaan yang ada saat ini di Indonesia, karena bagi Indonesia itu sudah bukan waktunya lagi, apa yang dilakukan Mesir dan Libya, sudha dilakukan Indonesia 1998 silam. Bahkan campur tangan Amerika pun, tidak akan sanggup menghancurkan Indonesia. Kita bisa melihat sekarang Mesir dan Libya kebingungan membangun kembali pemerintahan mereka, salah sendiri nyontek reformasi kok ke Indonesia? hehehehe. "Wahai sekutu, jangan coba-coba kalian datang menjajah Indonesia, jangan sekali-sekali kalian mencoba menginvasi Indonesia, karena akan kalian hadapi ribuan pasukan berani mati syahid yang ada di Indonesia, mereka adalah pasukan pengangguran Indonesia", seklias, orasi Cak Nun memang mengundang gelak tawa,, dan benar saja, seluruh yang hadir pun tertawa dengan orasi Cak Nun tersebut. Namun memang ada benarnya, Nasionalisme rakyat Indonesia sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, kalau saja reog dan beberapa kebudayaan yang di klaim oleh Malaysia itu mengakibatkan perang, Malaysia sudah hancur sekarang. Tapi, itulah Bangsa Indonesia, bangsa yang murah hati, pemaaf, penuh kasih sayang, jangankan kepada Malaysia, kepada pemerintahannya sendiri pun sangat murah hati, tiap hari uang rakyat di korupsi, rakyat Indonesia bisa ketawa-ketawa, masih bisa makan, masih bisa ngutang di warung. Sepakbola kalah dari Malaysia pun, bukan sebuah masalah yang besar, sekalipun komentator sepakbola kemudian banyak mengeluarkan argumen, toh rakyat Indonesia pada akhirnya bisa menerima kekalahan. Wong Sea Games sudah juara umum, masak Sepakbola juga mau diambli, jangan lah, kita bagi satu-satu ke negara tetangga, kebetulan Malaysia dapat jatah Sepakbola. hehehehe....

"Jangan berkeringat untuk sesuatu yang tidak jelas di kemudian hari". Cak Nun kembali mengeluarkan sebuah kalimat, sebelum mengajak jama'ah maiyah ber sholawat. Cak Nun memancing statement itu saat mengajak jama'ah bersholawat, karena memang kita diajarkan untuk bersholawat untuk Rasulullah SAW, dan itu jelas imbalannya di kemudian hari. Dan memang benar apa yang dikatakan Cak Nun, buat apa kita berkeringat, bekerja keras, untuk sesuatu yang tidak jelas hasilnya di kemudian hari. Setiap anda yang membaca postingan ini, pasti anda bisa mengartikan sendiri-sendiri.

Acara semakin hangat, "Apakah kalian setuju dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini?!!", Cak Nun bertanya dan serempak dijawab oleh para hadirin"Tidaaaaaakkkk", "Dadi sakjane koe iki podho gak setuju SBY dadi presiden to??!!". Kemudian seorang mahasiswa diminta naik ke panggung oleh Cak Nun untuk menyampaikan beberapa penguat statement diatas, dan ketika Cak Nun bertanya apakah 10 tahun lagi, dia masih mengatakan hal yang sama atau tidak, mahasiswa tersebut dengan tegas menjawab Iya!. Menurut saya, ini bukan nada pesimis bahwa dalam 10 tahun yang akan datang, tidak ada perubahan yang signifikan di Indonesia, justru ini adalah tantangan kepada para pemuda Indonesia, kalaupun memang tidak cukup waktunya, paling tidak kita tidak menambahi kerusakan yang ada, tidak ikut nambahi korupsi.

Ternyata mahasiswa tersebut adalah orang madura, Cak Nun akhirnya memancing dengan sebuah statement yang sebenarnya sudah lama saya dengar. "Kalau bunyi kokok ayam di Jawa itu kukuruyuk, di sunda kongkorongkong, di Madura, kukurunuuk. Jadi sebenarnya bunyi kokok ayam itu seperti apa?". Seperti biasa, orang madura selalu menjadi bahan lawakan Cak Nun saat maiyahan, kemudian Cak Nun melanjutkan diskusi kecil tersebut dengan menghubungkan keberadaan Muhammadiyah, NU, Syi'ah dan lain sebagainya yang merupakan organisasi Islam. Kalau menurut Muhammadiyah Islam itu seperti ini, menurut NU, Islam itu seperti itu, menurut Syi'ah, Islam itu kayak gitu dan lain sebagainya, jadi sbenarnya Islam itu seperti apa?. Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya itu bukan agama. " Agama kamu apa? NU?", Cak Nun bertanya kepada mahasiswa madura tersebut, "Di madura NU itu agama, bahkan ayamnya saja NU", seluruh hadirin tertawa. Dan memang itu yang terjadi saat ini, munculnya gerakan-gerakan baru, justru membuat masyarakat bingung sebenarnya Islam itu yang seperti apa?. Saya jadi ingat statement Cak Nun di Kenduri Cinta beberapa bulan yang lalu, beliau mengatakan bahwa yang kita cari adalah Islamnya Rasulullah SAW.

"2 jam malam ini tidak akan cukup untuk merubah Indonesia, tetapi saat kita selesai dari acara ini, kita memiliki sebuah niatan yang baru lagi, untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi, bahkan merubah Dunia".
Acara tadi malam sangat meriah, semua aliran musik dibawakan oleh Kiai Kanjeng, mulai dari Rock, Jazz, Campur Sari, sampai Dangdut semua ada. Lagu "Kemesraan" kembali menjadi ending acara maiyahan tadi malam, seperti maiyahan minggu kemarin dengan KPK. Yang juga tidak kalah ramai, walaupun menyisakan sebuah konflik dengan Kompas. (Ini off te record ya). hehehehe.....

Maaf ya, ndak ada photo-photonya, soalnya tadi malam nggak dapat tempat yang bagus, dan juga nggak punya kamera yang bagus juga. hehehehe. Cari aja di Twitter dengan hastag #CNKKUIN , ada beberapa photo acara tadi malam yang diupload temen-temen maiyah.

Thursday, 1 December 2011

Negara Hukum, Manusia Akhlak

Cak Nun bersama para Narasumber di panggung utama
Korupsi memang sudah sangat luar biasa di Indonesia, bahkan bukan hanya uang saja yang dikorupsi, berita juga dikorupsi. Rabu 30 November 2011, KPK mengadakan Dialog Kebudayaan dengan tajuk "Negara Hukum, Manusia Akhlak". Bertempat di Pendopo Taman Siswo, Yogyakarta, KPK bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng menggelar event ini, hadir dalam acara ini Ketua KPK, Busyro Muqoddas bersama Chandra M. Hamzah, Wakil Jaksa Agung, Dharmono, Kabreskrim POLRI, Sutarman. Selain itu, beberapa budayawan, seniman dan tokoh agama juga hadir, Sudjiwo Tedjo, M. Sobary, dan Romo Sindhunata.

Seperti biasanya, dimana-mana, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Cak Nun bersama Kiai Kanjeng memang distur sedemikian rupa agar sedekat mungkin jarak antara pembicara dengan para hadirin yang menghadiri acara tersebut, sehingga saat acara dimulai, Cak Nun meminta para hadirin untuk mendekat kearah panggung utama. Acara dibuka dengan sebuah lagu "Sohibu Baitiy", sebuah lagu yang menggambarkan kedekatan sang pencipta, Allah swt dengan manusia, kemudian Sudjiwo Tedjo menyanyikan "Titi Kolo Mongso" diiringi oleh Kiai Kanjeng, mungkin hanya di acara tadi malam, Sudjiwo Tedjo menyelipkan aurat At Tiin dalam lagunya.

Cak Nun membuka acara dengan sebuah statement, bahwa Islam adalah rahmatan lil 'aalamiin, bahwa Islam harus memberi kenyamanan dan kenyamanan kepada seluruh ummat, memberi keamanan harta, nyawa dan martabat kepada seluruh manusia, sehingga mereka yang bukan Islam merasa nyaman ketika berkumpul dengan orang Islam. Cak Nun kemudian mempersilahkan pembicara satu persatu untuk menyampaikan poin-poin penting dari acara ini. Pak Busyro, Romo Sindhunata, Pak Dharmono dan Pak Sutarman bergantian berbicara di depan para hadirin. Pak Busyro adalah sahabat Cak Nun ketika masih bersekolah di SMU Muhammadiyah 1 Yogyakarta, bahkan mereka adalah orang penting dalam IPM di zaman mereka, Cak Nun adalah ketua IPM dan Pak Busyro adalah Sekretaris IPM, walaupun menurut Cak Nun, kemudian beliau mundur dari Ketua IPM dan digantikan oleh Pak Busyro. Acara mulai hangat, ketika Cak Nun dan Pak Busyro bergantian saling serang, saling gojek mengingat masa lalu mereka saat masih sekolah. Bahkan Pak Busyro memberi label "kiai mbeling" kepada Cak Nun. "Budayawan itu kalau disindir ndak boleh marah", kata Pak Busyro seraya disambut tawa para hadirin. Beliau melanjutkan, bahwa penegakkan hukum tidak boleh didasari atas kebencian, begitu juga menangani korupsi, maka acara dengan Tajuk "Negara Hukum, Manusia Akhlak" direncanakan diselenggarakan di beberapa kota lain. Pendekatan kepada masyrakat seperti acara tadi malam memang sepertinya akan lebih memberikan banyak manfaat, dibandingkan pemberitaan lewat media, nyatanya, media saja sudah korupsi berita. Menurut Cak Nun, hukum itu letaknya berada diluar diri manusia, yang berada didalam manusia adalah nurani dan akhlak. Jika nurani dan akhlak masih terjaga didalam diri manusia, maka sudah tidak diperlukan aparat penegak hukum, sudah tidak perlu ada polisi di sekitar lampu merah, ketika nurani dan akhlak sudah terbentuk, begitu lampu merah menyala, maka pengendara motor akan berhenti bukan karena ada pos polisi di dekat lampu merah, tapi karena nurani memberikan sinyal, bahwa lampu merah itu tandanya harus berhenti. Romo Sindhunata kemudian menyampaikan, bahwa Korupsi adalah perbuatan yang melawan nurani rakyat, korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang sudah sangat membahayakan di Indonesia, tiap hari bukan berkurang, malah bertambah banyak pelakunya. Menurut beliau, tnpa humanisme, maka Indonesia akan hancur. selaras dengan judul acara malam ini, bahwa Manusia Akhlak akan membangun sebuah negara yang bersih, membuat Negara Hukum menjadi lebih kuat.
Hukum itu letaknya diluar diri manusia, yang letaknya didalam diri manusia adalah nurani dan akhlak - Cak Nun
Kabareskrim, Pak Sutarman mengatakan, "KPK Lahir, karena ketidak mampuan Polisi dan Jaksa dalam menangani Korupsi", saat ini POLRI memiliki 44.000 penyidik di seluruh Indonesia, dan 97 penyidik di KPK, beliau menyadari, bahwa tidak mudah membuat mereka itu bersih, namun kita harus yakin pula, bahwa tidak semua polisi itu jelek, masih ada polisi yang benar-benar mnejalankan tugasnya dengan baik, sesuai amanah yang diberikan kepada mereka. Menurut Pak Sutarman, manusia sekarang ini keblinger, karena menjadikan uang dan jabatan sebagai tujuan hidup mereka. Sejatinya, jabatan adalah amanah, namun justru dijadikan target. Beliau mengajak para hadirin untuk bersama-sama menegakkan hukum dengan adil, jujur dan benar. Menurut Pak Dharmono, setidaknya ada 3 penyebab sesorang melakukan tindak korupsi, karena terpaksa, karena kebutuhan dan karena mentalitas. Terpaksa karena saat itu ia sedang membutuhkan dana yang besar, untuk biaya kesehatan, pendidikan atau yang lainnya, karena kebutuhan hidup, istrinya minta sesuatu, anaknya minta dibelikan ini itu, dan yang paling membahayakan adalah karena memang mentalnya sudah terbentuk mental korupsi. Yang terjadi saat ini bukan Ing Ngarso sung Tulodho, tapi justru Ing Ngarso Mumpung Kuoso, menurut Pak Dharmono, kosrupsi terjadi karena aji mumpung, mumpung berkuasa, mumpung sedang menjabat jabatan penting dan aji mumpung lainnya.

"Islam itu adalah input, outputnya adalah hubungan baik dengan sesama manusia", Cak Nun mencoba meralat salah seorang penanya yang mengatakan bahwa kriteria pemimpin harus dilihat juga dari sholatnya, ibadahnya dan lain sebagainya. Seorang aktifis Police Watch, Netapane hadir dan memberikan sebuah file data yang menunjukkan bahwa ada indikasi bahwa dana century mengalir ke RI 1 dan RI 2.

Acara semakin seru ketika Cak Nun, Pak Busyro dan Sudjiwo Tedjo saling serang gojekan. Mungkin hanya dalam acara tadi malam, seorang Busyro muqoddas dipisuhi oleh Cak Nun. Menurut Pak Busyro, faktor keluarga juga seharusnya menjadi pengawas seorang kepala keluarga dalam mencari nafkah, ketika seorang kepala keluarga pulang membawa sebuah mobil mewah atau uang yang banyak, seharusnya istri dan anak-anaknya menanyakan darimana asalnya, bukan justru mendorong untuk melakukan tindakan korupsi yang lebih besar lagi. Beliau menganalogikan, jika memiliki istri lebih dari 1, bisa jadi penyebab tindakan korupsi. Dari sektor migas, KPK baru saja menyelamatkan uang negara sebesar 156 Triliun yang sebelumnya sudah berada di luar negeri. Kemudian Cak Nun mengatakan "Kita masih optimis bahwa kita akan menuju Indonesia yang lebih baik, saya akan pasang badan, ikut bertanggung jawab jika ada apa-apa terhadap Pak Busyro".

Novia Kolopaking ft Kiai Kanjeng

Pak Chandra M Hamzah melengkapi apa yang disampaikan oleh Pak Busyro, "Yang kurang dari pemberantasan Korupsi di Indonesia adalah Niat". Tidak hanya niat dari pengak hukumnya, namun juga niat dari Presidennya, Anggota DPR-nya, menterinya dan semua elemen bangsa ini.

Acara ditutup dengan lagu "Kemesraan", seluruh narasumber bernyanyi bersama para hadirin, diiringi oleh Novia Kolopaking dan Kiai Kanjeng.

Kalau anda merasa masih kurang, silahkan searching di twitter dengan hastag #cnkkkpk , karena cukup banyak livetweet yang ramai di timeline tadi malam.

Saturday, 26 November 2011

Blackberry sukses di Indonesia

Yup,, ane berani bilang bahwa Blackberry besutan RIM sukses meraih pangsa pasar yang besar di Indonesia. Contoh teranyar adalah kemarin, RIM memilih Indonesia sebagai lokasi peluncuran Blackberry seri terbaru mereka. Peluncuran produk dengan judul "Diskon 50%" justru memakan korban, beberapa calon pembeli pingsan, bahkan ada yang patah tulang.

Sebenarnya sudah lama bahwa bangsa Indonesia ini selalu menjadi sasaran pabrikan gadget sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat pembelian yang cukup tinggi. Dan sekarang, bisa jadi penjualan handset blackberry di Indonesia adalah tertinggi dibanding kompetitor lainnya (iPhone, Android, Nokia dll). Selain harga yang masih dapat dijangkau, kebutuhan komunikasi menjadi alasan utama. Pertanyaan selanjutnya, untuk apakah seseorang membeli sebuah handset Blackberry?. Lifestyle?, Kebutuhan?, Biar dibilang gaul?. Well, semua orang berhak punya alasan masing-masing, toh mereka membeli dengan uang mereka sendiri.

Namun, sejauh mana pemilik sebuah handset Blackberry memaksimalkan fitur yang ada didalam handset tersebut?. Mungkin jika ada sebuah penelitian, fitur terbanyak yang digunakan oleh Blackberry user adalah BBM dan Social Network (Twitter dan Facebook), berapa prosentase pengguna Blackberry yang memanfaatkan push email?, browsing?, e-banking?.

Maka tidak heran jika kemudian Blackberry masih sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, ane yakin, jika peluncuran seri terbaru Blackberry dilakukan di Amerika, tidak akan terjadi antrian seperti di jakarta kemarin, karena saat ini Apple sangat mendominasi disana, bahkan di beberapa negara lain juga demikian. Lantas kenapa Blackberry begitu laku dan diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia?. Selain harga yang terjangkau, (handset seri paling bawah atau second), sifat "latah" sepertinya sudah mendarah daging di Indonesia, mungkin kalau iPhone dijual bebas seperti handset lain dengan harga yang juga terjangkau, kejadian serupa juga akan terjadi saat peluncuran iPhone di Indonesia. Namun memang harus diakui, Blackberry memiliki kekuatan utama yang bernama BlackBerry Messenger atau BBM. Fitur ini yang belum dimiliki oleh handset kompetitor, sekalipun muncul aplikasi serupa di handset lain seperti WhatsApp atau iMessage, belum bisa mengalahkan dominasi BBM di Indonesia saat ini. Fitur social network, browsing, push email sudah ada di handset kompetitor Blackberry, namun fitur BBM adalah fitur yang menjadi kekuatan utama Blackberry. Maka banyak yang mengatakan, jika ada sebuah aplikasi yang mampu menyaingi BBM, apalagi bisa digunakan oleh berbagai handset (multiplatform), maka popularitas Blackberry akan turun.

Yang masih selalu menjadi pertanyaan lain adalah, bagaimana dengan handset yang beredar dengan label Black Market?. Di satu sisi, keberadaan barang tersebut sangat merugikan negara, namun sangat mungkin, justru menguntungkan perusahaan produsen pembuat handset tersebut.

Pilihan ada ditangan konsumen.

Tuesday, 22 November 2011

Garudaku, aku bangga kepadamu!

Dan kita masih harus menunggu lagi akan datangnya masa kejayaan Sepakbola kita. Timnas U 23 yang sangat kita harapkan meraih medali emas pada ajang Sea Games tahun ini, gagal. Saya tidak akan banyak mengulas tentang hal-hal teknis, karena banyak yang lebih menguasai pembahasan hal tersebut.

Mental pemain adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi performa di lapangan. Titus bonai dan kawan-kawan sudah membuktikannya di lapangan. Hanya saja, mereka belum siap jika harus menyelesaikan pertandingan dengan adu pinalti. Tidak semua pemain mampu melaksanankan eksekusi tendangan pinalti, apalgi didepan puluhan ribu suporter pendukung. Tidak mudah!. Sekilas kita melihat, "hanya" sebuah tendangan dari titik putih di sebuah kotak pinalti. Namun, justru ketika 1 lawan 1 anatara eksekutor dengan kiper, disinilah pertandingan mental yang sebenarnya, mental siapa yang lebih siap, eksekutor atau kiper. Jangankan seorang gunawan atau ferdinan sinaga, Andrey Shevcenko dan Cristiano Ronaldo pun pernah gagal dalam eksekusi tendangan pinalti. Rahmad Darmawan mengaku, bahwa saat akan dilaksanakan tendangan pinalti, hanya 3 pemain yang siap melakukannya, ini sudah membuktikan bahwa pemain kita belum siap, bahkan bisa dikatakan sudah kalah mental.

Namun ada satu hal yang cukup menggangu di fikiran saya. Kenapa justru kembali oleh Malaysia kita dipecundangi di sepakbola?. Setiap pertandingan olahraga yang melibatkan antara Indonesia dan Malaysia, tidak bisa dipungkiri, isu sentimen antar negara atas konflik yang terjadi selama ini selalu menjadi bumbu. Entah siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas masalah ini, namun yang ane lihat, hal ini sangat mengganggu kosentrasi pemain, dengan dipublishnya isu sentimen karena konflik bilateral ini, secara tidak langsung mengganggu psikologis para pemain saat bertanding, mereka seperti berada dibawah tekanan "harus menang" saat melawan Tim dari Malaysia. Pertandingan sepakbola hanyalah satu contoh, dimana kita melihat pemain Malaysia tetap tenang bermain dan fokus, padahal mereka bermain dihadapan puluhan ribu suporter tim lawan. Satu  kuncinya, Mental. Mereka sangat mampu mengendalikan emosi mereka, kita tidak buta dengan yang terjadi akhir-akhir ini di ajang Sea Games, lagu kebangsaan mereka selalu dihina oleh suporter Indonesia saat dinyanyikan, ingat kawan, kita punya Indonesia raya yang juga pasti akan membuat kita marah jika lagu kebangsaan kita dihina bukan?. Seakan menjadi pelecut semangat, para pemain Malaysia tadi malam justru bermain seperti baisanya, bahkan saat mereka kebobolan di menit-menit awal, mereka tidak panik, mereka sabar menunggu waktu yang tepat untuk bisa menembus pertahanan Indonesia, dan itu berhasil di menit-menit setelahnya.

Dan semua itu sudah berlalu, kalah atau menang dalam sebuah pertandingan itu hal yang biasa, tidak mungkin tidak ada yang menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan. Bahwa kita merindukan kejayaan sepakbola Indonesia, iya. Namun kita masih harus bersabar, ingat, bahwa Timnas U 23 dibawah asuhan RD hanya disiapkan selama 3 bulan saja dengan sedikit laga uji coba, Malysia membangun Timnas U 23 selama 2 tahun yang lalu, pasca Medali emas yang mereka raih di Sea Games 2009. Dan Timnas U 23 Indonesia berhasil menembus Final. Ini tidak buruk, sangat sedih memang melihat kenyataan bahwa kita ahrus kembali melihat Malaysia menjadi Juara di kandang kita.

Bagi saya, Egi Melgiansyah dan kawan-kawan adalah para pahlawan pemersatu bangsa. Mereka berjuang di lapangan hijau selama ajang sea games kali ini, mereka mempersatukan Sabang samapai Merauke, mereka berjuang atas nama bangsa, mereka berjuang demi mengharumkan Indonesia. Saya bangga kepada kalian kawan!!. Teruslah bermain bola, masih ada kompetisi yang lain di depan kalian, masih ada Piala AFF, masih ada Piala Asia, masih ada Piala Dunia 2018 yang bisa menjadi pembuktian kalian. Teruslah bermain bola untuk Indonesia.

Saturday, 19 November 2011

Belajar dari Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah

Kita harus berani mengkhalifahi diri kita sendiri, dan harus mampu menertawakan diri kita sendiri  - Cak Nun
Kita harus khawatir jika kita sudah kehilangan ketahanan dalam berfikir, ketahanan spiritual, ketahanan dalam berlogika, Contoh teranyar adalah saat laga pamungkas Group A penyisihan Sea Games Indonesia vs Malaysia kamis, 17 November 2011. Indonesia yang sudah memastikan diri melaju ke babak semi final melawan Malaysia yang masih membutuhkan minimal 1 poin untuk bisa lolos ke babak semi final. Rahmad Darmawan, sang arsitek Timnas Indonesia memasang pemain lapis kedua untuk melawan Malaysia yang turun dengan kekuatan penuh karena mereka membutuhkan poin. Ekspektasi supporter Indonesia berbanding terbalik dengan skenario Rahmad Darmawan, Coach RD memasang pemain lapis kedua, karena kalah atau menang, Indonesia sudah memegang tiket semi final, sehingga tidak akan berpengaruh, dan di hari-hari sebelumnya, RD sudah mengatakan, bahwa para pemain harus siap untuk melawan Vietna atau Myanmar di babak semi final. Nah, jika kita tidak bisa memahami apa yang ada di fikiran RD, maka hasil akhir kekalahan 0-1 yang dialami Indonesia akan sangat mengecewakan. Namun jika kita berfikir rasional, apa yang diskenariokan oleh RD malam itu adalah memberikan kesempatan untuk pemain lapis kedua agar merasakan atmosfir pertandingan internasional. Secara psikologis ini sangat menguntungkan bagi Indonesia. Terbukti, permainan para Garuda lapis kedua tidak mengecewakan, hanya kecolongan 1 gol di babak pertama. Satu hal lagi, lini belakang Malaysia adalah para pemain yang bermain saat piala AFF tahun lalu.

Setiap kita mengalami kesedihan, maka kita harus memiliki kecerdasan dalam memahami kesedihan yang kita alami - Cak Nun

Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah yang diberikan kepada beberapa orang yang terpilih adalah untuk meneguhkan 5 prinsip nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai tersebut adalah :
  • Kebenaran
  • Kesungguhan
  • Otensitas
  • Kesetiaan
  • Keikhlasan
Orang-orang yang mendapatkan kehormatan diberikan Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah adalah mereka yang memegang 5 nilai kehidupan itu sendiri. Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah tidak diberikan bagi mereka yang memiliki keunggulan profesional. Karena dalam Maiyah, manusia tidak perlu mengungguli sesama manusia. Mayoritas manusia saat ini sedang bahkan sudah mengalami puncak kebobrokan dan kebusukan karena mereka terperdaya oleh pilihan mereka sendiri, mereka tertipu oleh kebanggaan mereka sandiri, terbentur dan terjerembab didalam apa yang mereka unggulkan dan yang mereka banggakan. Maiyah menemukan bahwa salah satu jenis kehancuran yang mendasar yang sedang kita alami secara nasional dan sebentar lagi akan berada di titik puncak kehancuran itu sendiri adalah, bahwa dimanapun manusia berada, sebagai apapun ia, perilakunya semakin memiliki kecenderungan untuk tidak bermaksud sesuai dengan kosakata yang termakna dari kosakata tersebut. Saat ini kita melihat "manusia", tapi mereka bisa seperti "hewan", "setan", atau "benda". "Masyarakat" yang dimaksud saat ini sangat bias, yang bisa saja berarti "penduduk", "gerombolan", atau bahkan tidak ada perbedaannya dengan "ummat", "kaum", "bangsa" atau "suku". "Negara" saat ini pada kenyataanya adalah "Perusahaan". dan masih banyak lagi kosakata-kosakata yang tidak sesuai dengan makna aslinya.


Mereka yang mendapatkan Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah adalah mereka yang membuktikan konsistensi mereka dalam memegang teguh 5 nilai kehidupan diatas. Kita melihat Bunda Cammana adalah Bunda Cammana yang konsisten berdakwah puluhan tahun dengan metode yang ia pilih. Cak Kartolo adalah Cak Kartolo yang tidak pernah menjadi orang lain dalam menekuni bidangnya. Begitu juga Pak Joko Temon, ia adalah Joko Temon yang sesungguhnya.

Apa yang bisa kita ambil dari mereka?. Lima nilai dasar yang menjadi "Passing Grade" Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah adalah nilai-nilai kehidupan yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan kita. Kita melihat banyak sekali manusia yang hancur, gagal atas apa yang dijalaninya, karena mereka tidak memiliki Kebenaran, tidak Sungguh-sungguh, tidak memiliki Otensitas, tidak Setia dan tidak Ikhlas dalam menjalani apa yang mereka pilih.

Setiap hari, bahkan setiap waktu, kita harus mampu dan berani membunuh diri kita sendiri dan melahirkan diri kita yang baru - Cak Nun

Kalau disebut ‘manusia’, ternyata bisa berarti ‘hewan’, ‘setan’ atau ‘benda’.
Kalau diucapkan ‘masyarakat’, yang dimaksud bias ‘penduduk’, ‘gerombolan’, juga tidak diurus perbedaannya dengan ‘ummat’, ‘kaum’, ‘bangsa’ atau ‘suku’.
Dikatakan ‘Negara’, padahal kenyataannya ‘Perusahaan’.
Dibilang ‘Demokrasi’ faktanya ‘Jebakan’.
Disebut ‘Agama’, maksud tersembunyinya adalah ‘Komoditas’.
Diumumkan kata ‘Umroh’, maksud aslinya adalah ‘Money Laundring’.
Dipidatokan ‘Pembangunan’, kandungannya adalah ‘Pegadaian’.
Diorasikan ‘Kemajuan’, prakteknya adalah ‘Kemacetan’.
Membangga-banggakan ‘Kesejahteraan’ tanpa menyebutkan bahwa itu tidak dimaksudkan untuk rakyat.
Menuturkan ‘Keadilan’, tidak ada ilmunya, sehingga tak ada pula kenyataannya.
Kita pikir ‘Pemerintah’, ternyata Buruh yang berlaku Juragan.
Ngomongnya politik, ternyata yang dimaksud adalah Penipuan.
Yang dimaksud ‘Nabi’ adalah Dukun
Yang dimaksud ‘Malaikat’ adalah adalah Peri
Yang dimaksud ‘Tuhan’ adalah Artis.


Sabrang Mowo Damar Panuluh

Oleh-oleh Maiyah Mocopat Syafaat 17 November 2011 dan cuplikan dari "Kalam Maiyah"

Thursday, 17 November 2011

Sepakbola menyatukan semua

Malam ini, sekitar 30 menit lagi, di stadion Gelora Bung Karno akan digelar laga pamungkas Group A antara Indonesia melawan Malaysia. Tidak bisa dipungkiri, pertandingan melawan Indonesia melawan Malaysia akan selalu berjalan dalam tensi yang tinggi, hal ini dikarenakan banyaknya konflik antara Indonesia dengan Malaysia. Konflik klaim kebudayaan lah, sengketa ambalat lah, kasus penyiksaan TKI dan lain sebagainya sudah sangat menyakiti hati rakyat Indonesia pada umumnya. Tak pelak, setiap pertandingan sepakbola yang melibatkan antara Indonesia dan Malaysia pasti akan berjalan dalam tensi tinggi. Selain sepakbola, badminton juga selalu dihiasi aroma konflik yang sama ketika Indonesia melawan Malaysia di berbagai kejuaraan.

Sayangnya, dalam dua tahun terakhir, Indonesia justru lebih sering dipecundangi oleh Malaysia. Masih ingat tentunya ketika di Piala AFF tahun lalu, Timnas Indonesia menghancurkan Malaysia di fase group dengan skor telak 6-0, tapi saat di Final, justru Indonesia yang harus gigit jari karena Malaysia yang mengankat piala. Aroma dendam ini juga akhirnya akan terbawa pada pertandingan malam ini.

Sepakbola menyatukan semua rakyat Indonesia. Sejenak kita akan melupakan sejumlah kekecewaan kita terhadap pemerintah saat ini, banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat, anggota dewan yang bergaya hidup hedon dan lain sebagainya, sejenak akan dilupakan oleh rakyat. Semua bersatu. Sayangnya, apa yang selalu tersaji saat pertandingan Olahraga, tidak mengetuk hati para pejabat-pejabat itu, mereka asyik saja dengan apa yang menjadi rutinitas mereka.

Well, laga malam ini memang tidak merubah kepastian bahwa Indonesia sudah lolos ke babak semi final, tapi sekali lagi, laga malam ini tetap dengan judul yang sama. "Laga Harga Diri". Salam olahraga!

Wednesday, 16 November 2011

Indonesia sudah penuh dengan Lobang Tikus

Hampir semua orang saat ini membenci Koruptor, sampai Koruptor itu sendiri juga membenci Koruptor lainnya, karena ia merasa dikalahkan nilai korupsinya.....

Ibaratnya, saat ini KPK sedang menguber-uber tikus di lumbung tikus, tapi sebenarnya KPK juga sadar bahwa mereka dibawah penguasa Tikus itu sendiri, sehingga sudah ndak jelas sebenarnya KPK ini benar-benar dibentuk untuk memberantas Tikus atau ndak, lha yang berada di belakang KPK itu sendiri adalah Raja Tikus. secara kasat mata mungkin Raja Tikus itu tidak secara langsung ada di belakang KPK, tapi dia memiliki kekuatan yang bisa mengatur KPK, memberi isyarat kepada KPK untuk bergerak kearah mana. Tapi KPK itu sendiri juga ndak tahu, siapa sebenarnya Raja Tikus itu. Dimana dia berada, dimana markasnya. Ini yang terjadi sekarang.

Kapitalisme di Indonesia sudah meluas, sampai dibidang Pertanian yang dulunya adalah Indonesia ini dikenal sebagai negara penghasil beras terbesar, kita bahkan sempat menjadi negara Swasembada beras. Kapitalisme di pertanian adalah di bidang Pupuk. Kiasannya begini, dulu kita makan itu ndak perlu memakai kerupuk, lalu muncul inovasi manusia menciptakan makanan pendamping yang namanya kerupuk. Sampai akhirnya, mayoritas merasakan bahwa makan tanpa kerupuk rasanya tidak lengkap. Nah, saya sambungkan ke Pupuk, dahulu petani di Indonesia ini tidak memakai Pupuk, lantas kemudian dibuatlah sebuah skenario bagaimana caranya agar petani ini menggunakan Pupuk, dari mulai kampanye kemajuan teknologi lah, pupuk dan bibit akan disubsidi lah, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, petani di Indonesia sudah merasa ketergantungan dengan Pupuk, harga padi tergantung dengan harga Pupuk. Nah disinilah lubang tikus di bidang pertanian Indonesia. Lubang ini awalnya kecil, namun semakin tahun semakin menyiksa para petani, dengan Pupuk ini secara tidak langsung merusak lahan pertanian, petani gk perduli, yang penting padi yang ditanam subur, masalah nanti saat panen harganya kemudian jatuh, itu urusan lain, karena harga jual padi saat panen juga sudah ada tikus lain yang mengatur. Inilah lubang yang cukup besar di Indonesia saat ini.

Wednesday, 2 November 2011

Masih tentang Komodo

Komodo


Yup, kita tahu bahwa beberapa hari terakhir, Komodo menjadi perbincangan yang sangat ramai di dunia maya, terutama di Twitter. Salah satu kontestan New 7 Wonders ini ternyata mendapat perhatian yang sangat banyak dari pengguna twitter, kita tahu banyak pro kontra terhadap sebuah organisasi yang membuat kontes New 7 Wonders, bahkan UNESCO sendiri mengeluarkan sebuah pernyataan resmi di laman websitenya, yang pada intinya, Kampanye 7 kejaiban dunia yang didirikan oleh Bernard Webber ini tidak ada sangkut pautnya dengan UNESCO.

Dari berbagai Informasi yang saya dapatkan, bahkan UNESCO sudah sejak 1986 menetapkan Pulau Komodo sebagai situs warisan dunia. Kampanye Pulau Komodo sebagai salah satu dari New 7 Wonders ini sudah dimulai sejak Jero Watjik masih menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, hal ini juga bertujuan untuk mengangkat nama Pulau Komodo di mata Internasional, tapi pada faktanya, Pulau Komodo sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Kontroversi muncul ketika pihak penyelenggara menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan kontes New 7 Wonders ini, ternyata Indonesia diharuskan mengeluarkan sejumlah uang yang nominalnya mencapai ratusan milyar agar bisa melaksanakan event tersebut, karena uang yang dibutuhkan sangat banyak, kabarnya Indonesia memutuskan untuk megundurkan diri menjadi tuan rumah acara ini, tapi pihak penyelenggara tidak terima dengan keputusan ini, bahkan pernah mencoret Pulau Komodo dari finalis New 7 Wonders karena masalah ini. Aneh, hanya karena menolak menjadi tuan rumah, terus dicoret. Belakangan, panitia lokal, menunjuk Pak Jusuf Kalla untuk menjadi salah satu Ambassador untuk mengkampanyekan Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 kejaiban dunia. Hingga akhirnya, digalakkan sebuah dukungan dengan sistem SMS. Perbincangan tentang masuknya Pulau Komodo sebagai salah satu finalis New 7 Wonders terekam di situs salingsilang.

UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.

Ramainya perbincangan tentang Pulau Komodo semakin hari semakin ramai, sehingga banyak sekali informasi yang beredar di Twitter, yang lucu, tadi malam (1 November 2011), muncul sebuah hastag (tagar) #komodomovie , terpantau hastag tersebut muncul sekitar pukul 9 malam, dan sangat ramai, sehingga banyak tweet yang menggunakan tagar tersebut. Statistik yang direkam oleh salingsilang menunjukkan, bahwa tagar tersebut di tweet oleh sekitar 1800-an user.

Bagi saya, tanpa pengakuan dunia, Pulau Komodo adalah sebuah Kejaiban Dunia yang dianugerahkan oleh Allah swt kepada bangsa Indonesia.

Link terkait yang lain :

Komodo dan Nasinalisme buta kita
Maladewa mundur dari kontes 7 Keajaiban Dunia
Ancaman pencoretan Pulau Komodo dari daftar finalis New 7 Wonders

Sunday, 30 October 2011

Persamaan Indonesia dengan bulan Dzulqo'dah

Indonesia merupakan sebuah negara yang secara geografis terletak diantara dua samudera dan dua benua, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, Benua Asia dan Benua Australia. Pulau-pulau di Indonesia disebut sebagai Dwi Pantara, yaitu kepulauan yang letaknya diantara dua benua dan dua samudera. Letak geografis Indonesia disebut Strategis, namun juga berbahaya. Strategis karena Indonesia adalah perlintasan dua angin muson, sehingga tercipta keseimbangan hawa. Berbahaya, karena apabila arah kedua angin muson itu bertengkar, maka Indonesia menjadi arena pertempuran.

Istilah lain Indonesia adalah, Dwi Panga, toto tentrem, karto raharjo, repihan surga dan banyak lagi istilah-istilah yang bisa menggambarkan keadaan Indonesia secara Geografis. Letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua dan dua samudera adalah keputusan yang Istimewa dari Sang Maha Rahman da Rahiim. Coba kita lihat peta Indonesia, kemudian kita tarik garis silang antara dua samudera dan dua benua tersebut diatas. Maka akan kita dapati Indonesia terletak ditengah garis silang tersebut. Istimewa!!!!

Indonesia adalah serpihan surga, dengan kekayaan alam yang melimpah.

Dalam Al-Qur'an ada sebutan sebuah kaum yang diberi gelar "Umatan Wasathan", umat yang berada ditengah-tengah, istilah ini selalu ditafsirkan sebagai umat yang moderat dan tidak berat sebelah. Jika diambil pemahaman secara Geografis, maka Bangsa Indonesia adalah Umatan Wasathan tersebut, Bansga yang tinggal di sebuah Negara yang dilintasi Garis Khatulistiwa, terletak diantara dua samudera dan dua benua. Bangsa Indonesia mampu menengahi keberagaman keyakinan : Islam, kristen, katolik, hindu, budha, konghucu, kebatinan, kejawen dan lain sebagainya. Tapi semua damai. Menurut saya, terorisme yang terjadi di Indonesia adalah ulah sekelompok orang yang tidak ingin terciptanya kedamaian di Indonesia. Karena hanya Bangsa Indonesia yang mampu menjadi pelopor perdamaian Dunia. Tindakan dan ajaran radikal tidak akan tumbuh subur di Indonesia, karena peradaban yang tercipta di Nusantara ini sudah mencapai pada puncaknya jauh sebelum Nabi Muhammad SAW ditus berdakwah di tanah arab. Keseimbangan khatulistiwa dan apitan dua benua dan dua samudera tidak akan mudah dikalahkan bahkan tidak bisa dikalahkan oleh riak-riak gerakan ekstrim dan radikal di Indonesia.

Mari kita padukan letak Geografis Indonesia di Bumi dan Letak Geografis Bulan Dzulqo'dah dalam kalender Hijriyah. Bulan Dzulqo'dah merupakan salah satu dari 4 bulan dimana pada bulan-bulan tersebut orang arab (dahulu) dilarang berperang, membunuh, merampok atau melakukan pertumpahan darah. Kedudukan 4 bulan haram tersebut dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 109. Dalam budaya Indonesia, bulan Dzulqo'dah disebut sebagai bulan yang terhimpit. Terhimpit diantara dua hari raya. Idul Fitri dan Idul Adha. Keistimewaan bulan Dzulqo'dah ini sama dengan keistimewaan letak Indonesia secara Geografis, diapit dua Samudera dan dua Benua. Adakah Negeri yang letak Geografisnya sama dengan letak Indonesia?. Adakah bulan selain bulan Dzulqo'dah yang terhimpit dua hari raya?. Dalam taradisi Jawa, bulan Dzulqo'dah dikenal juga sebagai bulan selo (jeda). Pesta pernikahan atau proses pernikahan sangat jarang dilakukan dibulan Dzulqo'dah, walaupun tetap ada yang melaksanakan pada bulan tersebut, contohnya adalah Pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudhanegara yang dilaksanakan oleh Kesultanan Nyayogyakarto Hadiningrat beberapa waktu yang lalu.

Maka tidak salah banyak yang menyebut bahwa Indonesia adalah serpihan surga, kekayaan alam yang melimpah, bahkan berkali-kali dieksploitasi oleh bangsa asing, seakan-akan tidak habis-habisnya keayaan alam yang ada di Indonesia.

Wallahu a'lam bishowab...

Monday, 24 October 2011

Race in Peace, Simoncelli.....

Marco Simoncelli - 1987-2011

Dunia olahraga, khususnya MotoGP berduka. Grand Prix seri Sepang yang dihelat pada hari ahad, 23 Oktober 2011 awalnya berjalan sesuai rencana, seperti biasa, kelas 125 cc dan Moto 2 mengawali balapan sebelum kelas primer Moto GP. Tidak ada yang aneh dari race-race sebelumnya, semua sudah melaui kualifikasi di ahri sebelumnya dan sudah mendapatkan posisi start sesuai dengan catatan tercepat pada sesi kualifikasi.

Adalah Marco Simoncelli, seorang rider muda dari Italia, pembalap yang digadang-gadang menjadi The Next Valentino Rossi, saat melaju di tikungan ke 11 lap ke 2, ia tidak bisa  mengendalikan laju motornya, tunggangannya selip, jika dilihat di video rekamannya, ia tampak gagal mengendalikan sisi depan motornya, sehinggga saat ia melakukan manuver membelok di tikungan, posisinya terlalu miring, dan akhirnya terpeleset. Nahas, begitu ia terpeleset, ia tergelincir ke sisi kanan trek, dari belakang 2 rider dengan kecepatan tinggi tidak bisa menghindari tubuh dan motor Simoncelli, mereka adalah Wolin Edwards dan Valentino Rossi. Crash tidak bisa dihindari, Edwards yang pertama kali menghantam badan Simoncelli dan motornya, Rossi menyusul setelah Edwards, dalam sebuuah photo yang dilansir oleh Kompas, tampak ban depan Rossi menghantam Helm Simoncelli, disinyalir hantaman ini yang menyebabkan Helm yang digunakan Simoncelli lepas dari kepala Simoncelli. Begitu crash terjadi, Edwards tidak bisa mengendalikan motornya, ia terpelanting jatuh dan berguling-guling di rumput, Rossi, meskipun motornya rusak, karena ia juga menabrak sisi kanan motor Edwards, masih bisa mengendalikan laju kendaraannya, ia sempat melaju beberapa puluh meter di atas rumput, kemudian kembali ke trek sirkuit. Tubuh Simoncelli tidak bergerak diatas trek, Edwards masih sempat berdiri, Red Flag dikibarkan. Dari video rekaman tersebut, posisi Edwards dan Rossi memang sudah tidak mungkin menghindari tergelincirnya Simoncelli, akhirnya crash terjadi. Semua fihak menyadari, bahwa ini murni kecelakaan, siapapun pembalapnya, tidak akan mampu menghindari tubuh dan motor Simoncelli saat tergelincir diatas trek.


Sejarah menuliskan, Simoncelli memang pembalap berbakat, diusianya yang masih sangat muda, ia sudah membalap di Moto GP. Sirkuit Sepang seakan menjadi Sirkuit yang banyak meninggalkan kenangan tersendiri bagi Simoncelli, tahun 2008 ia memastikan gelar Juara Dunia kelas 250cc di Sirkuit Sepang, tahun 2010 yang lalu, ia melakukan debut Race Moto GP di Sirkuit Sepang, dan 2011 ia mengalami kecelakaan horor di Sirkuit yang sama, Sepang. Kecelakaan horor terakhir di dunia balap motor terjadi tahun lalu, di kelas 250cc, Shoya Tomizawa, pembalap muda dari Jepang jatuh, dan ditabrak dua motor sekaligus dibelakangnya. 2003, Daijiro Kato mengalami kecelakaan individu di Sirkuit Suzuka Jepang.
Sirkuit Sepang seakan menjadi Sirkuit yang banyak meninggalkan kenangan tersendiri bagi Simoncelli, tahun 2008 ia memastikan gelar Juara Dunia kelas 250cc di Sirkuit Sepang, tahun 2010 yang lalu, ia melakukan debut Race Moto GP di Sirkuit Sepang, dan 2011 ia mengalami kecelakaan horor di Sirkuit yang sama, Sepang.

Dalam karir balapnya, Simoncelli memang terkenal dengan gaya balapnya yang sangat agresif, seringkali ia membahayakan rider lain sehingga terjadi crash saat race, tentu ingatan kita masih belum lepas, ketika Simoncelli memblokir laju motor Alvaro Bautista sesaat menjelang finish di race 250 cc dua tahun lalu. Musim ini ia juga terlibat insiden dengan Dani Pedrosa, yang akhirnya mengakibatkan Dani Pedrosa mengalami patah tulang selangka dan harus absen di beberapa seri. Jorge Lorenzo juga pernah mengalami insiden crash dengan Simoncelli, meskipun akhirnya ia bisa finish, tapi ia tetap mengkritisi gaya balap Simoncelli yang terlalu agresif dan membahayakan.

Pada akhirnya, kematian adalah rahasia Allah, tinggal bagaimana dan kapan ia menghampiri kita.

Race in Peace, Super Sic.....

Friday, 21 October 2011

Oleh-oleh Maiyyahan Mocopat Syafaat 17 Oktober 2011

Seperti biasanya, Mocopat Syafaat diawali dengan tadarus al-qur’an, setelah tadarrus beberapa bulan terakhir selalu ada bintang tamu yang ikut menampilkan karya seni di Mocopat Syafaat, malam itu hadir Komuinitas Musik Sobaya yang ikut manggung.
Kiai Tohar a.k.a Gus Dob naik kepanggung bersama mas Helmi yang diminta membacakan review Kenduri Cinta dan Padhangmbulan bulan Oktober, yang pertama adalah tentang kalimah thoyyibah di surat Ibrahim ayat 24-27. Kalimah Thoyyibah itu bagaikan sebuah Pohon yang akarnya menghujam ke dalam bumi dan ujung pohonnya menjulang ke langit. Kemudian pembahasan tentang surat Al Anfal ayat 60, tafsiran Cak Fuad di Padhangmbulan tentang sebuah kata “turhibuuna”, kata tersebut mengingatkan tentang sebuah film dokumenter sekitar tahun 2008 silam, film yang berjudul “fitna”, dimana pembuat film tersebut salah menafsirkan kata “turhibuuna”, dalam film tersebut diartikan sebagai teror, padahal tafsiran sebenarnya adalah menggetarkan semangat, menggalang pertahanan, untuk menjadikan musuh Islam segan dengan Islam, bukan takut dengan Islam.
Sesi selanjutnya adalah presentasi Dr. Heinrich Melcher, Doktor ahli Biologi, asli Jerman dan sudah n terbarunya adalah penemuan obat tetes mata yang merupakan hasil pengolahan dari biji Keben yang ada di Papua, mampu mengobati berbagai macam penyakit dan kelaianan mata. Tetes mata Radix Vitae. Penelitian terhadap biji keben ini dimulai sejak tahun 2003, dan pengolahannya menggunakan teknologi Deep Freezing System yang merupakan teknologi Jerman. Uniknya, hanya biji keben yang ada di Papua yang bisa diolah menjadi tetes mata ini.
Sesi selanjutnya adalah sebuah presentasi dari teman-teman Bangbang Wetan, dimana pada bulan November diamanahi melaksanakan sebuah Event Besar Jama’ah Maiyyah Nusantara, yaitu pemberian Ijazah Maiyyah Nusantara kepada beberapa orang yang dinilai layak mendapatkan Ijazah Maiyyah. Acara ini akan dihelat di Taman Budaya Suarabaya tanggal 14 November 2011, yang juga akan dihelat Konser Kiai Kanjeng dan Kesenian Sholawat Mandar.
Ada 3 orang yang akan diberi Ijazah Maiyyah ini, yaitu Bunda Cemanna dari Mandar atas eksistensinya berdakwah melalui kesenian sholawat mandar, kemudian ada Cak Kartolo atas eksistensinya dalam melestarikan seni parikan jawa, yang ketiga adalah Pak Joko Temon atas eksistensinya dalam melakukan pengabdian di bidang kesehatan.
Ada lima parameter pemberian Ijazah Maiyyah ini kepada orang-orang tersebut diatas :
Kesungguhan-Kualitas-Kesetiaan-Otensitas-Keikhlasan
Setelah beberapa nomor dimainkan oleh Kiai Kanjeng, berurutan Cak Nun, Cak Mustofa W Hasyim, Gus Candra Malik dan Gus Yusuf naik ke panggung. Seperti biasanya, Cak Nun mengajak seluruh Jama’ah Maiyyah untuk berdzikir dan bersholawat, kemudian Cak Nun mengajak seluruh jama’ah untuk membaca surat yasiin. Setelah itu, Kiai Kanjeng membawakan sebuah nomor “Duh Gusti”.
Kemudian Gus Yusuf memberikan beberapa uraian yang ia alami di tempat dakwahnya, bahwa masyarakat masih belum bisa melepaskan tradisi kejawen, seperti membakar kemenyan dan lain sebagainya. Sehingga, diperlukan dakwah yang lain untuk menjelaskan tradisi kejawen yang tidak boleh dilaksanakan. Kalau hanya sebatas membakar kemenyan, kenapa kemudian dikatakan haram? Wong Cuma mbakar kemenyan kok, kalau mbakar rumah orang baru tidak boleh, bisa dilaporkan ke polisi. Zaman sekarang, orang boros takbir, kalau zaman belanda takbir digunakan untuk membuat nyali belanda ciut, namun zaman sekarang, takbir dibunakan untuk sweeping orang makan siang di bulan ramadhan. Bahkan seorang ustadz diajak salaman kok kemudian ditanya dalilnya apa?. Apa susahnya berjabat tangan, kemudian dicium tangannya?, kok perlu dijelaskan dalilnya apa. Bagi orang desa, hal-hal seperti ini adalah hiburan bagi mereka. Tinggal bagaimana kita menjelaskannya dengan cara yang halus, bukan dengan cara yang radikal. Cak Nun menambahkan penjelasannya, bahwa batas syirik adalah pada niatnya, bukan bendanya, jangankan bakar kemenyan, bakar rambut sendiri kalau niatnya syirik, dosa. Sama halnya dengan bid’ah, bid’ah itu batasannya pada ibadah mahdhoh, kalau habis sholat kemudian salaman, itu bukan bid’ah, jangankan salaman, habis sholat terus makan juga boleh kok. Tandanya Islam itu adalah bagusnya akhlaq, bukan kuantitas ibadah. Akhlaq adalah output dan Ibadah adalah inputnya.
Kemudian Gus Candra Malik diminta Cak Nun untuk melengkapi uraian yang sudah dipaparkan, beliau menggarisbawahi bahwa Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin, bukan hanya lil muslimin atau lil mu’minin saja. Selama kita hanya melindungi orang Islam saja, maka kita belum Rahmatan lil ‘alamiin, Gus Candra mengaitkan dengan surat Al Ashr, bahwa dalam ayat tersebut bukan hanya orang islam yang merasa merugi, tapi seluruh manusia di dunia, bahkan Allah menyindir orang-orang yang sholat dalam ayat yang lain “fawailul lil mushollin”. Rasulullah dalam sebuah haditsnya juga menyindir orang yang berpuasa, mereka hanya mendapatkan lapar dan dahaga.  Kita seringkali shodaqoh, zakat, infaq bahkan qurban, yang muncul dalam perasaan kita adalah berkurangnya harta kita. Orang yang berangkat Haji, Allah berfirman bahwa Haji adalah bagi yang mampu, namun seharusnya orang yang melaksanakan Ibadah Haji tetap harus merasa tidak mampu. Berangkat Haji benar-benar karena terpanggil menjadi tamu allah, bukan merasa jadi tamunya Allah, akibatnya pulang Ibadah Haji tidak mau dipanggil namanya kalau tidak ada embel-embel “Haji”.  Iman itu berada di dalam hati kita, iman ibaratnya adalah fondasi diri kita. Sesuatu yang paling kuat, namun keberadaannya tersembunyi, tidak ditunjuk-tunjukkan. Berbuat baik, harus merasa bahwa seolah-olah Allah melihat kita, kita diajarkan memberi dengan tangan kanan, tangan kiri jangan samapai melihat. Menyampaikan kebenaran dan mengingatkan kesabaran. Yang benar hanyalah Allah swt, apa yang disampaikan manusia bisa saja salah, bahkan banyak salahnya. Kita harus selalu saling mengingatkan untuk sabar. Yang jadi Cak Nun harus sabar, yang jadi gus Yusuf harus sabar, yang jadi pedagang juga harus sabar. Kemudian Gus Candra Malik menjadi “penyanyi tiban”, membawakan dua buah lagu yang diciptakan olehnya “Shirotol Mustaqiim” dan “Jiwa yang tenang”.
Syair lagu “shirotol mustaqiim” Gus Candra Malik kemudian diminta oleh Cak Nun untuk dianalisis oleh Cak Mustofa W Hasyim, sang penyair “rusak-rusakan”. Menurut Cak Nun, Filsafat itu adalah tulang belulang kehidupan, dan nuansa hidup terletak dalam urat syaraf yang sifatnya sangat halus, maka jangan terlalu berlebihan dalam berfilsafat. Kenapa ubun-ubun kita dulu waktu kecil jika diraba tidak sekeras tulang yang lainnya, ini merupakan salah satu isyarat Allah. Man ‘arofa nafsahu, faqod ‘arofa robbahu. Sekarang ini diterjemahkan dengan identitas, say ini sarjana, saya ini islam, saya ini jawa dll. Itu tafsiaran kuantitas bukan kualitas. Gus Candra Malik menambahkan, kalau kita ingin mengenal Allah itu muluk, mengenal diri itulah suluk. Untuk mengenal diri sendiri, kita bisa belajar dari Polisi saat melakukan olah TKP dalam sebuah kasus. Kita bisa melakukan olah TKP dalam diri kita, setidaknya adal 3 hal, yang pertama adalah tanggal lahir kita, itu adalah bukti otentik yang pertama, kemudian adalah tempat lahir kita, dimana lahir kita, yang ketiga adalah dari mana kita lahir, kita lahir dari rahim ibu kita, maka ritual tradisi sungkeman saat kita lebaran, kita sungkem ke Ibu kita menghadap ke rahim ibu kita.
Seperti biasa, Cak Mustofa adalah “lakon utama” dalam Maiyyah Mocopat Syafaat, membawakan syair-syair “rusak”-nya yang menghibur jama’ah maiyyah hingga membuat tertawa terpingkal-pingkal.
Peribahasa yang retak makna...
Ada gula ada semut, ah itu biasa,, <<--yang tidak biasa adalah ada gula ada munyuk...
Burung dara terbang dikejar, burung puyuh sepuluh ditangan, dilepaskan <<-Goblok.. kenapa nggak dibakar aja puyuhnya, kan bisa kenyang....
Berat sama dipikul, ringan sama dilemparkan..<<-- tidak bertanggung jawab
Apa beda tahu sama tempe???, <<--kalau Tahu bisa menghasilkan tempe gembus, sedangkan tempe tidak bisa menghasilkan tahu gembus....
Berakit-rakit kehulu, berenang-renag ketepian..<<-- pekerjaan nelayan...
Jauh panggang dari api...<<-- Ayam bakarnya kapan matangnya???
Tong kosong nyaring bunyinya <<-- karena memukul Tong-nya keras sekali...
Setali tiga uang, sejuta tinggal hutang, setrilyun tinggal korupsi <<-- Brengsek!!!
Habis manis sepah dibuang <<-- kalau sepahnya ditelan juga, selain rakus, malah menyebabkan keselek....
 
Setelah Cak Mustofa, Kiai Kanjeng menampilkan sebuah nomor hasil aransemen mas Ari Blothong, violis Kiai Kanjeng yang diaransemen untuk thesis S2 beliau, “Ajar, Ajur, Ajer”.
Maiyyah malam itu ditutup dengan ‘indal qiyam yang diiringi “shohibu baiti”.

Sunday, 16 October 2011

Bagaikan audisi pencarian bakat

Memasuki pertengahan perjalanan pemerintahan periode kedua, SBY melakukan reshuffle kabinet.

Namun, yang lebih banyak justru pemilihan calon wakil menteri, bahkan sudah 13 calon wakil menteri yang sudah dipanggil.

Jadi judul yang paling tepat untuk drama reshuffle ini apa? Menteri yang ditukar, Cikeas mencari bakat atau Cikeas Idol?

Untung tidak muncul isu pemangilan calon wakil Ibu Negara... heuheuheuheuheu....

Bravo Reshuffle.... Mending shuffle lagu di iPod aja... :D

Thursday, 13 October 2011

Who Is The Real Red in England ?

Success has many fathers

Sejarah memang menuliskan bahwa Liverpool menguasai titel King of England selama 18 tahun, sejak 1990, dan sejak itu United terus mengejar gelar juara yang sudah dicapai oleh Liverpool, hingga akhirnya musim lalu, united berhasil meraih gelar ke 19 di Liga Inggris, namun kubu Liverpool tetap memiliki kebanggaan, karena mereka selain mengoleksi 18 Gelar Juara Liga Inggris, Liverpool sudah memenangi 5 gelar Liga Champions, sedangkan United baru 3, padahal dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, mereka lolos ke Final Liga Champions sebanyak 4 kali, dari 3 kali Final tersebut, United hanya bisa meraih Trofi saat melawan Chelsea di Luzniki musim 2007-2008 silam, itupun setelah melewati adu pinalty, dimana Terry terpeleset, sehingga arah bola terbaca oleh Van Der Sar dan berhasil ditangkap. 2 final setelahnya, United kalah oleh Tim yang sama, yaitu Barcelona. Liverpool terakhir meraih Trofi Liga Champions adalah musim 2004-2005, saat final dihelat di Istanbul, turki, Liverpool memenangi trofi Liga Champions dengan sangat indah, berhasil mengejar defisit 3 Gol di babak kedua, memaksa AC. Milan melewati adu pinalty, dan liverpool yang berhasil menjadi Juara saat itu, musim 2006-2007 Final tersebut sempat terulang, hanya saja AC. Milan saat itu yang berhasil meraih trofi. Well, raihan trofi Liga Champions pun menjadi salah satu bumbu yang mewarnai Big Match Liverpool vs United, Kalau sekarng United merasa menjadi King of England, Liverpool masih berbangga dengan menjadi satu-satunya Klub Inggris yang tergabung dalam Badge Of honour UEFA.

Badge Of  Honour yang dimiliki oleh Liverpool
Rivalitas kedua Tim ini memang sangat klasik, sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu, bumbu lain dalam setiap laga Liverpool vs United adalah sosok Howard Webb, sang pengadil yang sering memberi keuntungan kepada United saat kedua tim dipimpin olehnya, tak jarang, ketika laga sebesar ini dipimpin oleh Howrad Webb, maka fans Liverpool sudah harus siap kecewa dengan hasil akhir, dan untungnya, Laga akhir pekan nanti tidak dipimpin oleh Howard Webb, maka laga akhir pekan ini akan menjadi laga yang sangat menarik, terlepas dari jumlah gelar juara EPL yang diraih oleh Liverpool atau United, Laga akhir pekan ini akan membuktikan, siapa yang berhasil melakukan pembelanjaan terbaik saat bursa transfer musim panas kemarin, di kubu Liverpool, ada banyak nama baru yang muncul di starting XI, selain Suarez dan Carroll yang masuk sejak Januari 2011, ada Charlie Adam, Downing, Henderson, Jose Enrique, di bangku cadangan, ada Sebastian Coates, Alexander Donni dan Craig Bellamy yang kembali merumput bersama the Reds. Di kubu United, nama-nama pemain muda seperti Wellbeck, Cleverly, Young dan de Gea yang sudah mengisi starting XI musim ini.
Steven Gerrard, Captain Fantastic
Gerrard dan Vidic. Kembalinya dua kapten. Steven Gerrard mengalami cedera pasca bigmatch Liverpool vs United maret silam, ia sudah pulih sejak bulan lalu, namun belum pernah menjadi starter saat liverpool bermain, dan bisa jadi Kenny Dalglish akan memasang Steven Gerrard sebagai starter akhir pekan nanti, tentu ini akan menjadi tambahan semangat bagi Anfield Gank, Gerrard adalah kapten sejati di Liverpool, loyalitasnya sudah tidak diragukan lagi, ia sudah menjadi Legenda di Liverpool, dan sudah disejajarkan dengan Kenny Dalglish, he is Captain Fantastic. Itulah label yang tersemat padanya. Begitu juga di kubu United, kembalinya sang Kapten Nemanja Vidic akan menjadi suntikan kekuatan di lini belakang, absennya Vidic di beberapa laga sebelum ini menjadi titik lemah pertahanan United, siapa sangka FC Basel bisa menahan United 3-3 di Old Trafford, padahal United sudah unggul 2-0 di babak pertama?, Fergie tentu sangat mengkhawatirkan lini belakang United dengan absennya Vidic, bahkan Norwich City berhasil membobol lini pertahanan United saat laga EPL, walaupun akhirnya United yang memenangkan laga tersebut, namun lini pertahanan United dinilai lemah, karena klub sekelas Norwich City berkali-kali mendapat peluang. Kehadirn Vidic dipastikan akan menambah kekuatan di lini belakang United yang masih beradaptasi dengan kiper baru mereka, De Gea.
Aksi Suarez maret silam saat Liverpool mengalahkan United 3-1 di Anfield

Suarez dan Rooney. Liverpool memiliki sebuah amunisi yang harus diwaspadai oleh United, dialah Suarez. Tentu kita masih ingat, laga Liverpool vs United maret silam, dimana United harus menelan kekalahan 3-1 di Anfield berkat 3 gol Dirk Kuyt, tapi bintang dalam laga saat itu adalah Luiz Suarez, striker yang dibeli dari Ajax Amsterdam januari 2011 silam berhasil memporak-porandakan pertahanan United saat itu. Suarez bahkan sudah membuat Liverpudlian melupakan kesedihan atas kepindahan Toress ke Chelsea pada transfer window yang sama saat kedatangan Suarez ke Liverpool. United memiliki Rooney yang sangat lincah, walupun memiliki tubuh yang gemuk. Striker Inggris ini cukup produktif di awal musim 2011-2012, namun kasus yang menimpa ayahnya sedikit mempengaruhi gaya bermainnya saat laga Internasional, ia mendapat kartu merah saat kualifikasi euro 2012, dan Inggris ditahan 2-2 oleh montenegro, ini menjadi Pekerjaan rumah bagi Ferguson, apakah akan tetap memasang Rooney sebagai tandem Chicarito atau justru memasang Berbatov yang musim lalu mencetak Hattrick saat United menjamu Liverpool di Old Trafford. Ferguson masih memiliki Owen dan macheda. Namun, memasang Owen juga sedikit beresiko, karena Owen sudah dianggap pengkhianat oleh kubu Anfield. Kita akan melihat keberanian Ferguson, siapa diantara Striker-striker yang ada di bangku cadangan ini yang akan dipasang jika ia tidak berani memainkan Rooney.

Keuntungan yang dimiliki oleh Liverpool lainnya adalah, bahwa United terakhir kali meraih 3 poin di Anfield adalah tahun 2007, dengan skor 0-1, setelahnya berturut-turut kalah 2-1 pada 2008, 2-1 pada 2009 dan 3-1 pada 2011 tahun lalu.

Pelatih-pelatih Legendaris di Kubu Liverpool
Well, laga Liverpool vs United memang bukan hanya sebuah laga yang mempertaruhkan "Who is The Real Red in England", tapi juga menjadi motivasi besar bagi kedua Tim, bahkan laga ini bisa menjadi kunci, siapa yang akan menjadi Juara Liga Inggris musim ini, bukan bermaksud melupakan Man. City dalam perebutan Juara, tapi City masih harus beradaptasi dengan Liga Champions. Momentum bulan Oktober-November ini akan dimanfaatkan oleh Liverpool, dimana Liverpool tidak disibukkan dengan laga-laga Eropa seperti United, City dan Chelsea. Momentum seperti ini akan terulang pada medio Februari dan Maret, dalam dua momentum tersebut, Liverpool akan menghadapi United, City dan Hotspur, tentu bagi Liverpool ini adalah kesempatan untuk meraih poin sehingga tetap menjaga peluang untuk meraih gelar juara musim ini. Kemenangan atas United akhir pekan ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi Liverpool, jika menang, maka gelar EPL musim ini masih realistis bagi The Reds, namun jika kalah, maka target realistis Liverpool adalah finish 4 besar di akhir musim ini. Jika United yang menang, tentu juga akan menambah motivasi bagi anak asuhan Ferguson dalam mengarungi sisa musim EPL 2011-2012 kali ini, kemenangan atas Liverpool bisa disetarakan kemenangan dalam sebuah Final Liga Champions bagi United. Kita lihat saja, Who is The Real Red in England, Liverpool or United.