Monday, 17 March 2014

We are genuine Title Challenger

 
Steven Gerrard
Steven Gerrard
"We are genuine title challenger", itulah kalimat yang keluar dari Steven Gerrard setelah laga tadi malam adalah kalimat yang bernada optimis. Liverpool saat ini berada pada posisi yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fans mulai melupakan musim-musim dimana mereka melihat Liverpool bahkan tidak berdaya saat melawan klub-klub papan tengah. Tapi musim ini, pelan namun pasti, Brendan Rodgers mengantarkan skuad Liverpool berada pada posisi yang sangat meyakinkan.

Brendan Rodgers diwarisi skuad King Kenny yang dipenuhi oleh pemain berharga mahal, namun minim kontribusi. Andy Carroll dan Stewart Downing hanyalah contoh. Di tahun pertamanya, Brendan Rodgers mendatangkan pemain terbaiknya di Swansea, Joe Allen. 6 bulan kemudian, Philippe Coutinho yang tidak terpakai di Inter Milan dibelinya bersamaan dengan Daniel Sturridge yang juga tersingkirkan di skuad Chelsea era Rafael Benitez. Awal musim ini, pemain-pemain yang didatangkan oleh Rodgers pun bukan pemain kelas atas apalagi pemain terkenal, fans Liverpool hanya disuguhi rumor-rumor yang berhembus mulai dari Christian Erikssen, Henrikh Mikhtaryan dan yang terakhir adalah Yevhen Konoplyanka. Saya pribadi tidak begitu berharap banyak pada bursa transfer beberapa tahun terakhir,  tidak bermain di Liga Champions memang menjadi satu alasan tersendiri kenapa pemain-pemain bagus sulit untuk didatangkan. Jika berbicara strategi transfer pemain, maka fans Liverpool akan sangat bersyukur dengan keputusan Kenny Dalglish yang mendatangkan Luis Suarez dari Ajax Amsterdam 3 tahun lalu, meskipun juga harus legowo karena Fernando Torres memilih untuk dijual ke Chelsea saat itu.

Luis Suarez
Luis Suarez
 Musim ini Liverpool mengawali dengan 3 kemenangan dan 3 gol dari Daniel Sturridge yang memang harus menanggung beban sebagai striker utama karena Luis Suarez masih menjalani sanksi 6 pertandingan. Di paruh musim pertama, Liverpool sempat terjungkal di Anfield oleh Saints FC, kemudian 4 kali takluk di kandang lawan; Arsenal, Hull City, Man. City dan Chelsea. Kekalahan atas Arsenal dan Hull City sudah dibayar lunas pada awal paruh kedua musim ini. Bahkan, kemenangan telak atas Arsenal di Anfield awal februari silam sepertinya akan menjadi salah satu dari 100 laga terbaik sepanjang masa Liverpool. Seperti yang sudha pernah saya kemukakan di blog ini, transfer terbaik Liverpool musim ini adalah mempertahankan Luis Suarez, yang kemudian bersedia memperpanjang kontrak di Anfield. Terima kasih Steven Gerrard, yang telah berhasil membujuk Suarez untuk bertahan di Liverpool.

Brendan Rodgers bersama staffnya sejauh ini sukses mengkondisikan psikologis para pemain. Sejak awal musim, ia hanya menargetkan finish di 4 besar untuk memastikan 1 tiket Liga Champions musim depan. Secara hitung-hitungan diatas kertas, target tersebut sudah tercapai meskipun musim belum selesai. Melihat posisi klasemen dalam perolehan poin dan melihat lawan-lawan yang akan dihadapi oleh Liverpool di 9 pekan tersisa, banyak sekali fans yang kemudian memiliki ekspektasi bahwa Liverpool akan menjadi Juara Liga Inggris musim ini. Saya sendiri tidak menafikkan ekspektasi mereka, laga terberat Liverpool di 9 pekan tersisa adalah melawan Man. City, Spurs dan Chelsea yang kesemuanya akan dihelat di Anfield. Ya, di Anfield tempat dimana Everton dan Arsenal dibantai dengan skor yang besar.

Anfield sendiri sudah kembali menjadi Stadion yang angker. Setiap tim yang datang ke Anfield akan disambut oleh riuhnya chant dan teriakan Kopites yang datang ke stadion. Melihat performa Man. City dan Chelsea yang akhir-akhir ini mulai inkonsisten, tidak berlebihan jika fans sangat optimis akan hasil positif pada dua laga tersebut, terlebih dua laga tersebut akan dihelat pada jeda waktu yang cukup jauh. Spurs? Saya rasa kemenangan 5-0 di kandang mereka November silam bisa saja terulang di Anfield. Setidaknya, 3 poin akan mudah didapatkan oleh Liverpool saat menjamu Spurs di Anfield. 6 pertandingan lainnya, jika melihat performa anak asuh Brendan Rodgers saat ini, 3 poin bukanlah hal yang sulit diraih, meskipun harus bertanding di kandang lawan.

Brendan Rodgers
Brendan Rodgers

Steven Gerrard secara tegas setelah laga melawan Man. United mengatakan, bahwa Liverpool adalah salah satu pesaing dalam perburuan juara liga inggris musim ini. Meskipun Brendan Rodgers lebih memilih untuk fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, saya yakin dalam hati kecilnya pun merasa bahwa Liverpool memang berada pada jalur perburuan gelar juara musim ini, hanya saja Rodgers lebih memilih untuk menahan diri dalam hal ekspektasi. Bagi pria Irlandia utara ini, laga selanjutnya lebih penting dibandingkan memikirkan peluang dalam perburuan gelar juara. Teruslah membumi, B-Rod.

Liverpool juara atau tidak, itu bukan masalah bagi saya. Melihat Steven Gerrard cs bermain dengan wajah optimis dan penuh semangat setiap laga, sudah cukup bagi saya untuk merasa bangga kepada Liverpool. Just remember, Form is Temporary, but Class is Permanent. You'll Never Walk Alone, Liverpool.

Monday, 10 February 2014

Anfield yang kembali angker

This is Anfield. Jika anda mencoba mengetik kalimat tersebut di mesin pencari Google, maka anda akan disajikan sebuah poster Lambang Liverpool jaman dulu yang terpamapang di lorong menuju lapangan Anfield. Poster ini sudah disentuh oleh banyak pemain Liverpool,  seakan menjadi aturan wajib yang tidak tertulis, bahwa menyentuh poster ini adalah syarat bagi pemain dan pelatih sebelum memasuki lapangan hijau di Anfield. Bahkan para fans yang berkesempatan mengunjungi Anfield, pasti akan memamerkan foto dirinya menyentuh poster tersebut.

Lorong Anfield menuju lapangan
Anfield merupakan salah satu stadion yang disegani oleh tim sepakbola manapun. Atmosfer stadion yang mampu menampung 45.276 penonton ini memang luar biasa. Anda tak perlu datang kesana untuk mengetahui seperti apa suasana Anfield. Anda cukup menyaksikan pertandingan Liverpool yang dihelat di Anfield lewat layar televisi anda dan dengarkan suara suporter Liverpool bagaimana selama 90 menit tidak berhenti menyanyikan chant, yel-yel, lagu You'll Never Walk Alone sampai lagu-lagu buatan mereka untuk menyemangati pemain-pemain Liverpool. 

Keangkeran Anfield seakan sirna ketika Liverpool rutin absen dari kancah Liga Champions sejak tahun 2009. Anfield seakan tidak bertaji bagi tuan rumah. Manchester United dan Arsenal bahkan pernah pulang dari Anfield dengan 3 poin penuh. Belum lagi tim-tim semenjana yang memaksa Liverpool bermain imbang di Anfield, seakan Anfield sudah tidak menyeramkan lagi bagi siapa saja yang datang ke kandang Liverpool ini.

Tapi musim ini sedikit berbeda. Jika beberapa tahun sebelumnya Liverpool mengawali liga dengan pertandingan tandang, musim ini jadwal yang disusun memberi kesempatan Liverpool untuk membuka liga dengan pertandingan kandang melawan Stoke City. Hasilnya, kemenangan perdana dengan skor tipis mengantarkan Liverpool memuncaki klasemen di laga pembuka EPL musim ini. Meskipun setelahnya harus tergusur ke posisi kedua. Namun perlahan, Steven Gerrard cs berhasil membuat para tamu yang datang ke Anfield pulang membawa tangan hampa. Hanya Southampton yang berhasil membawa 3 poin dari Anfield di awal musim. Dan Aston Villa yang mencuri 1 poin di pertengahan Januari lalu. Sisanya, semua klub yang bertamu ke Anfield harus pulang dengan tangan kosong.

Jika pada paruh pertama musim ini, Liverpool membenamkan tim sekelas Fulham, Norwich, West Ham dan West Bromwich dengan skor yang cukup telak, lain halnya pada paruh musim kedua. Pada bulan Januari, Everton sebagai tim rival sekota dibenamkan dengan skor yang sangat telak, 4-0. Akhir pekan lalu, giliran Arsenal sang pemuncak klasemen dipaksa bertekuk lutut sejak 20 menit pertama. Jika tren positif ini dapat terus dilanjutkan oleh anak asuh Brendan Rodgers, maka para tim tamu yang sudah memegang kartu antrian wajib waspada ketika datang ke Anfield. Kombinasi suporter dan atmosfer stadion Anfield seakan menjadi suplemen tambahan bagi Luis Suarez cs saat bertanding di di kandang sendiri.

Brendan Rodgers di musim keduanya menukangi The Reds berada dalam jalur yang benar. Sejak awal musim dirinya memasang target untuk menempatkan Liverpool kembali finish di 4 besar yang artinya tiket ke Liga Champions musim depan dapat diraih oleh Liverpool. Masih ada 13 pertandingan tersisa dimana 6 diantaranya akan dihelat di Anfield. 3 dari 6 pertandingan itu adalah menjamu Chelsea, Tottenham Hotspurs dan Manchester City. Tim yang juga merupakan pesaing dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Semoga Brendan Rodgers tetap membumikan para pemain-pemain Liverpool, sehingga hasil positif yang selama ini mereka raih dapat terus berlanjut. This is Anfield!.

Monday, 23 December 2013

Luis Suarez, he is not walking alone.

Luis Alberto Suarez Diaz. Striker uruguay kelahiran 24 Agustus 1987 yang baru saja memperpanjang kontraknya di Liverpool ini adalah Striker yang penuh dengan catatan kontroversi. Ia menjadi pesakitan bagi Ghana di Piala Dunia 2010 ketika menahan bola sepakan pemain Ghana di bawah mistar gawang. Ketika bermain di Ajax Amsterdam, ia menggigit telinga pemain lawan yang berbuah hukuman larangan pertandingan. Liverpool menjadi pelabuhan selanjutnya dalam karirnya di sepakbola. Kontroversinya masih berlanjut, isu rasisme, aksi diving sampai mengigit lengan Ivanovic saat pertandingan melawan Chelsea adlah kejadian-kejadian yang membuat media Inggris seakan selalu memiliki bahan untuk dijadikan headline mereka.
Luis Suarez
Sempat meminta untuk dijual, Suarez akhirnya memilih bertahan di Liverpool. Tim Merseyside merah berhasil meyakinkan bahwa di Liverpool-lah tempat yang cocok baginya. Keluarganya pun merasa betah tinggal di Liverpool. Suarez baru bermain di pekan ke 6 Liga Inggris musim ini akibat hukuman FA atas tindakan tidak profesionalnya ketika laga melawan Chelsea musim lalu yang berakhir 2-2. Saat itu Suarez tampak frustasi karena gagal menjebol pertahanan Chelsea, ditambah ia melakukan handsball yang mengakibatkan tendangan pinalti bagi Chelsea. Namun siapa sangka, mengawali musim dengan absen di 5 laga awal, Suarez kini bercokol di peringkat pertama sebagai pencetak gol terbanyak di Liga inggris dengan torehan 19 gol, tanpa pinalti.

Brendan Rodgers bersama Ian Ayre, bergerak cepat untuk memagari Suarez agar tidak diganggu oleh spekulasi isu transfer di bulan Januari tahun depan. Suarez menerima tawaran perpanjangan kontrak yang konon berdurasi hingga 2018, dan kenaikan gaji pada awal musim depan yang dikabarkan menjadi gaji termahal sepanajnag sejarah Liverpool. Ini artinya, ia akan mendapat bayaran lebih tinggi dari sang legenda Steven Gerrard.

Dengan adanya kesepakatan baru ini memang tdiak menutup ekmungkinan bahwa Suarez akan hijrah di akhir musim nanti. Spekulais akan tetap berhembus. Klub kaya raya Real Madrid tentu akan siap membobol brangkasnya lagi untuk mendapatkan Suarez. Tapi melihat gajinya yang konon melebihi 180.000 pundsterling per pekan, sepertinya Real Madrid akan berfikir 2 kali untuk mendatangkan Suarez. Apakah Arsenal masih berharap mampu membeli Suarez? mari kita tanyakan Arsene Wenger saja.

Suarez adalah tipikal striker predator yang tidak mengenal lelah. 23 gol di Liga Inggris musim lalu adalah bukti nyata. Ia hanya tertinggal 3 gol dari Robin Van Persie yang menjadi Top skor musim lalu. Kini, ia baru bermain 12 pekan, ia saudah menghasilkan 19 gol tanpa satupun ia buat dari titik putih. Fans Liverpool yang pada akhir musim lalu sudah pasrah akan penjualan dirinya, akan sangat bersyukur Suarez saat ini masih berbaju merah Merseyside.

Tanyakan saja kepada fans Liverpool saat ini, satu-satunya pemain yang tidak diharapkan cedera adalah Luis Suarez. Sejauh ini, Liverpool ditinggal oleh beberapa pemain pilar seperti Jose Enrique, Daniel Sturridge dan Steven Gerrard. Namun, ketidak hadiran 3 pemain itu mampu ditutupi oleh pemain pelapis yang berhasil mebuktikan bahawa mereka juga layak menjadi starter; Joe Allen, Jon Flanagan dan Raheem Sterling. Ketika Luis Suarez belum bermain karena masih menjalani hukuman, Liverpool mengawali musim ini dengan catatan 3 keemenangan, satu imbang dan satu kekalahan. Produktivitas Liverpool saat itu pun tidak terbilang bagus. 3 pertandingan awal hanya menang 1-0. Menghadapai Swansea di kandanganya dengan skor 2-2, dan dikalahkan oleh Soton 1-0. Comebacknya Suarez terjadi ketika Liverpool bertandang ke kandang rival abadi di Old Trafford dalam laga Capital One Cup yang berkesudahan kekalahan bagi Liverpool. Namun, pada laga itu Liverpool sebenarnya tidak bermain jelek, justru terlihat sangta dinamis dengan kehadiran Suarez. Laga melawan Crystal Palace menjadi awal kembali mengucurnya keran gol Suarez untuk Liverpool, bersama Daniel Sturridge, ia terlihat trengginas. Label SAS disematkan kepada duet striker ini. Sayang, Sturridge harus menepi setelah laga melawan Everton akibat buntut dari cedera yang ia dapatkan saat kualifikasi piala dunia 2014.

Ketika Sturridge dikabarkan akan absen hingga akhir tahun, tidak sedikti fans Liverpool yang mulai khawatir akan inkonsistensi Liverpool. Tapi Suarez berhasil meyakinkan fans bahwa Liverpool akan tetap berada pada jalur kemenangan. Sejak Suarez kembali, Liverpool menjalani 12 pertandingan dengan raihan 8 kemenangan, 2 kali imbang dan 2 kali kalah. Fans kembali dibuat khawatir ketika sang kapten, Steven Gerarrad dinyatakan harus menepi hingga 6 pekan, ini artinya Liverpool akan menjalani jadwal padat akhir tahun tanpa kehadiran sang kapten. Namun, Suarez kembali membuktikan bahwa Liverpool akan tetap kompetitif meskipun tanpa Steven Gerrard. 2 kemenangan besar Liverpool diraih ketika Gerrard tidak bermain, dan ketika melumat West Ham 4-1, 2 gol Suarez tercipta ketika Gerrard sudah ditarik keluar. Laga melawan Tottenham Hotspurs adalah pembuktian awal dari konsistensi Liverpool. Kemenangan 5-0 di White Hart Lane adalah hasil yang tdiak diprediksi sebelumnya oleh pundit manapun di dunia ini. Impresifnya Liverpool sejauh ini menjadikan banyak pundit mulai memperhitungkan Liverpool dalam persaingan gelar juara liga inggris musim ini.

Saya sendiri sebagai fans Liverpool mencoba bersikap tidak jumawa dengan raihan Liverpool saat ini. Target awal Brendan Rodgers adalah membawa Liverpool kembali ke Big Four, alias zona Liga Champions yang juga diyakini sebagai kunci terakhir untuk menahan Luis Suarez agar tidak merengek lagi untuk dijual. Seperti yang Suarez katakan, kita tidak perlu memikirkan perburuan gelar juara sebelum 2 laga pamungkas di bulan desember melawan Manchester City dan Chelsea di kandang mereka diyakini menjadi acuan kemana arah Liverpool akan mengakhiri musim ini. Ketidak hadiran Gerrard yang awalnya menjadi kekhawatiran publik Anfield sepertinya sudah mulai hilang. Jordan Henderson berkembang sangat baik, bermain apik dibelakang Suarez. Raheem Sterling mulai rajin mencetak gol. Oh, duet SAS sekarang mungkin patrut disematkan pada Suarez-Sterling?. Coutinho melakukan tugasnya seperti biasanya. Mini double pivot Liverpool Lucas-Allen, merujuk pada postur tubuhnya yang kecil, lini pertahanan yang cukup padu dipimpin Skrtel, dan ciamiknya Simon Mignolet dibawah mistar gawang adalah bukti bahwa ini buakn Suarez FC. Suarez not walk alone. 2 laga tandang di penghujung tahun benar-benar akan menjadi jawaban, apakah Liverpool menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar liga inggris musim ini atau Liverpool hanya harus menuntaskan target awla musim, yaitu finish di 4 besar. Keep calm, Liverpool. You'll never walk alone.

Monday, 16 December 2013

Is this the end of the storm, Liverpool?

When you walk through a storm, hold your head up high And don’t be afraid of the dark At the end of the storm, there’s a golden sky And the sweet, silver song of a lark

Bait diatas adalah sebagian lirik dari lagu You'll Never Walk Alone, lagu kebanggaan seluruh fans Liverpool di dunia, lagu yang mampu membangkitkan semangat bahkan tidak jarang membuat merinding para fans yang menyanyikannya ketika menonton pertandingan Liverpool. Meskipun lagu tersebut seakan tidak bertaji beberapa tahun terakhir.

Brendan Rodgers.
Sosok pelatih yang tidak dikenal sebelumnya oleh pecinta bola Liga Inggris. Sebelum menjadi manajer Liverpool, ia adalah manajer Swansea yang berhasil membawa Swansea promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris. Itulah prestasi mantan murid Jose Mourinho hingga saat ini. Ketika Mourinho menjadi manajer Chelsea, Rodgers adalah pelatih tim muda Chelsea. Ketika jendela transfer pemain baru akan dibuka, Liverpool pada medio mei 2012 justru memecat Kenny Dalglish, legenda hidup Liverpool yang menyelamatkan Liverpool dari jurang degradasi, memberikan sebuah trofi dan mengantarkan Liverpool ke final kompetisi domestik dua kali dalam setahun. Ketika kemudian FSG memilih Brendan Rodgers, mayoritas pendukung Liverpool bertanya-tanya, siapakah ia. Seberapa hebatkah ia sehingga John W. Henry memutuskan memilihnya untuk memegang jabatan manajer Liverpool.

Brendan Rodgers
Brendan Rodgers

Setengah musim awalnya di Liverpool tidak berjalan mulus, 2 pemain baru pilihannya justru harus berkutat dengan cedera; Fabio Borini dan Joe Allen. Transfer bulan januari lalu sepertinya menjadi titik awal bagaimana Rodgers benar-benar serius membawa Liverpool kembali ke jajaran klub elit Liga Inggris. dengan hanya menggelontorkan 20 Juta poundterling, Rodgers membeli Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho. Hasilnya? Liverpool terlihat atraktif dan seperti menemukan kepingan pelengkap  puzzle yang selama ini sedang disusun oleh Rodgers.

Pun dengan tarnsfer musim panas juli lalu, tidak ada nama besar yang berhasil didatangkan oleh Liverpool, sekian incaran akhirnya berlabuh di tim-tim lain yang saat itu memang lebih stabil dari Liverpool. Satu-satunya keberhasilan Liverpool di bursa transfer musim panas lalu adalah mempertahankan luis Suarez.

Luis Suarez.
Kenny Dalglish mendatangkan striker Urugay ini dari jax Amsterdam bersama dengan Andy Carroll dari Newcastel. Uang hasil penjualan Fernando Torres ke Chelsea digunakan untuk membeli kedua pemain ini. Namun, Andy Carroll justru yang berharga lebih mahal dari Suarez harus meredup dan akhirnya dijual ke West Ham United, hingga kini masih berkutat dengan cedera di West Ham.

Luis Suarez adalah striker bertalenta yang kontroversial. Kasus tuduhan rasisme terhadap Evra menjadi halaman utama cerita hidupnya di Inggris. Emosinya yang sering meluap, hingga aksi diving yang dikecam oleh banyak orang. Akhir musim lalu, ia kembali membuat media inggris sibuk memberitakan dirinya setelah kasus gigitan kepada Ivanovic. Luis Suarez akhirnya dihukum 10 pertandingan oleh FA, 4 pertandingan di akhir musim lalu, dan 6 pertandingan di awal musim ini. Absennya Suarez di 5 laga awal liga inggris memaksa Rodgers menggunakan 2 strategi dalam satu pertandingan. Ketika Liverpool berhasil unggul di babak pertama, maka Liverpool akan bermain pragmatis di babak kedua.

Luis Suarez
Luis Suarez

Saga transfer musim panas lalu sepertinya sudah membuat Luis Suarez berubah, dan sepertinya Sofia Balbi sangat penting perannya dalam hal ini. Dibalik keberhasilan seorang pria, ada wanita hebat dibelakangnya, kalimat ini sepertinya memang benar adanya. Musim 2013-2014 bergulir, Luis Suarez harus absen di 5 laga awal plus 1 pertandingan Capital One Cup. Dari 5 laga yang tidak ia ikuti, Liverpool meraih 4 kemenangan (1 diantaranya di laga Capital One Cup), 1 kali imbang dan 1 kali kalah. Pertandingan dimana ia kembali dari sanksi, Liverpool harus menelan kekalahan dari rival abadi Manchester United di laga Capital One Cup. Setelahnya?. Luis Suarez seakan ingin membuktikan bahwa ia tidak bisa dihentikan oleh sanksi FA. Absen di 5 laga awal premier league tidak membuatnya gentar dalam mencetak gol. Siapa sangka, dalam 11 pekan ia mengemas 17 gol, tanpa ada satupun yang ia cetak dari titik pinalti. Duetnya bersama Sturridge masih harus diuji meskipun mereka berdua saling mencetak gol ketika dimainkan. Tugas Rodgers adalah menyeimbangkan ego mereka berdua sehingga mampu bekerja sama di lapangan dalam hal mencetak gol. Saya sendiri sangat bersyukur manajemen Liverpool berhasil membuat Suarez bertahan di Anfield, meskipun pada jeda transfer lalu sangat mungkin ia dilepas dengan harga yang cukup mahal. 17 gol dalam 11 laga adalah bukti bahwa Suarez menjadi pemain paling penting bagi Liverpool saat ini. Masih ada yang kenal Fernando Torres?

Steven Gerrard.
Kapten Fantastik. Steven Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Steven Gerrard. Tidak dipungkiri, dalam satu dekade terakhir Liverpool sangat identik dengan Steven Gerrard. Final Istanbul 2005 menjadi titik penting baginya untuk bertahan di Liverpool. Saat itu, ia didekati oleh Jose Mourinho untuk bergabung bersama Chelsea. Bahkan ketika Mourinho menjadi manjaer INter Milan dan Real Madrid, ia tetap gagal membujuk Gerrard untuk bergabung bersamanya.

Steven Gerrard
Steven Gerrard

Sosok Gerrard sendiri menjadi sangat penting, bahkan Liverpool menjadi timpang ketika sang kapten harus absen. Namun sepertinya hal itu sudah mulai diakhiri oleh Brendan Rodgers. Sang manjaer jelas tidak mungkin menyingkirkan Gerrard begitu saja seperti Mourinho mengistirahatkan Frank Lampard di Chelsea pada beberapa laga. Satu-satunya cara agar Gerrard beristirahat adalah cedera. Pertandingan melawan West Ham United pekan ke 15 adalah waktunya. Gerrard memberikan isyarat agar digantikan sekitar menit ke 60. Seluruh fans Liverpool gusar. Bagaimana tidak, Gerrard membuat 6 assist sejauh ini, mencetak 3 gol dan menciptakan 39 peluang. Setelah Gerrard ditarik keluar, Liverpool justru kebobolan oleh gol bunuh diri Skrtel saat itu. Pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 4-1 itu menyisakan sebuah kesedihan, Gerrard divonis cedera hamstring dan harus menepi 4-6 pekan. Ini artinya Gerrard akan melewatkan pertandingan penting melawan Spurs, City dan Chelsea.

Sosok gelandang 33 tahun ini memang sangat penting keberadaannya dalam tim. Ia lebih dari sekedar seorang kapten. Namun, yang harus disadari oleh fans Liverpool adalah, sudah saatnya Liverpool tidak bergantung kepada Gerrard. Cepat atau lambat ia akan pensiun. Jika Liverpool tidak dibiasakan dengan keadaan ini, maka Gerrard justru akan menjadi bumerang tersendiri bagi Liverpool. Seakan mengamini hal ini, ketika laga melawan West Ham, Suarez mampu menciptakan 2 gol tanpa bantuan Gerrard. Banyak para analis sepakbola kemudian mengatakan bahwa inilah saat yang tepat membuktikan Liverpool tidak bergantung kepada sosok Steven Gerrard. Dan laga melawan Tottenham Hotspurs menjadi bukti awal, bahwa ketidak hadiran Gerrard tidak mengurangi keganasan Liverpool dalam menjebol gawang lawan. 5 gol dari skema open play dan tercipta ketika Gerrard tidak bermain. Sepertinya anak-anak Anfield sudah mulai tidak sopan kepada Gerrard dengan tidak mengajaknya berpesat di lapangan hijau.

Badai Cedera.
Secara bergantian, pemain-pemain Liverpool mendapat cedera. Tercatat : Daniel Sturridge, Jose Enrique dan Steven Gerrard masih harus berada menjalani masa perawatan. 3 pemain ini sangat penting perannya dalam tim. Namun, hal ini juga membuat Brendan Rodgers berani memainkan pemain-pemain muda. Pemain seperti Jon Flanagan yang berposisi di bek kanan, ia mainkan di posisi bek kiri menggantikan Jose Enrique. Hasilnya, ia menjadi man of the match pada Derby Merseyside dan semalam ia mencetak gol perdananya setelah menerima assist dari Luis Suarez. Raheem Sterling, wonderkid yang pernah dilirik oleh Ferguson musim lalu tetap menjadi pemain kepercayaan Rodgers setelaDaniel Sturridge cedera. Bahkan, hingga akhirnya Gerrard cedera, ia tetap dipercaya selalu masuk dalam starting XI. Henderson yang biasanya bergerak di sisi kanan, dengan cederanya Gerrard ia mengisi posisi Gerrard dan Sterling mengisi posisi Henderson di sisi kanan. Laga melawan Hostpurs semalam menjadi bukti bahwa anak-anak muda ini adalah pemain berbakat. Lucas dan Joe Allen yang didapuk menjadi double pivot, sukses mengontrol ritme permainan, meskipun masih ada kekurangan, hasil melawan Hotspurs kan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Liverpool.

Transfer Januari.
Beberapa pemain yang didatangkan pada transfer awal musim belum terlihat tajinya. Kolo Toure harus bersaing dengan Agger dan Sakho. Luis Alberto pun harus rela menjadi pelapis Sterling, begitu juga dengan Victor Moses. Iago Aspas?. Saya sendiri sudah lupa kapan ia terakhir kali dimainkan. Thiago Illori bahkan ingin dipinjam oleh Sporting Lisbon, klub yang menjualnya ke Liverpool. Beberapa nama sudah mulai muncul sebagai pemain incaran Liverpool di bursa transfer januari. Julian Dexler, Martin Montoya dan Mohammed Salah diantaranya. Menarik ditunggu, apakah tarsnfer januari nanti akan sangat berpengaruh kepada Liverpool layaknya Sturridge dan Coutinho?.

The end of storm?
Seperti lirik lagu You'll Never Walk Alone. Akankah ini akhir dari badai?. Sebaiknya Brendan Rodgers bersama Liverpool tetap fokus untuk mencapai hasil positif dari setiap laga yang akan dijalani. Seperti yang sudah dicanangkan di awal musim, target Liverpool adalah finish di 4 besar klasemen. Jikalau sekarng Liverpool berada di posisi 2 dibawah Arsenal dengan margin 2 poin, itu adalah hasil dari kerja keras 16 pekan liga inggris. Liverpool harus menghindari hasil negatif seperti saat melawan Hull City. Liverpool harus menghormati tim manapun yang akan dihadapi. Melihat hasil skor di 3 laga terakhir Liverpool, sepertinya Liverpool mulai tidak sopan.

Tetaplah membumi, Liverpool.

Thursday, 12 December 2013

Belajar kepada Nabi Khidir

Sebuah kisah antara Nabi Musa AS dengan Nabi Khidir yang sangat masyhur di telinga kita. Singkat cerita dalam sebuah perjalanan beliau berdua, ada 3 kejadian yang menurut Nabi Musa tidak sesuai dengan akal sehat. Kejadian pertama Nabi Khidir membocorkan sebuah perahu, kejadian kedua Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil dan kejadian ketiga Nabi Khidir mendirikan sebuah papan yang sudah rapuh. Karena perjanjian awal apabila Nabi Musa mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir, maka mereka bersepakat untuk berpisah dalam perjalanan. Dalam perpisahan itu akhirnya Nabi Khidir menjelaskan apa alasannya melakukan 3 perbuatan yang dianggap aneh oleh Nabi Musa. Membocorkan sebuah perahu adalah sebuah pencegahan karena perahu tersebut akan dirampok, membunuh anak kecil karena anak tersebut berpotensi membuat orang tuanya kafir, sedangkan sebuah papan yang rapuh didirikan kembali karena dibalik papan tersebut ada harta anak yatim.

Akan ada banyak tafsiran mengenai kisah Nabi Khidir ini. Ada yang hanya menjadikan cerita ini sebagai cerita pengantar tidur anaknya, ada juga yang mencoba menjadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga yang mungkin saja akan terjadi dimasa yang akan datang dalam skala dimensi ruang dan waktu yang berbeda.

Jika boleh saya ibaratkan Indonesia adalah sebuah perahu besar yang sangat banyak sekali asetnya. Perahu besar ini sudah dijarah berkali-kai namun entah kenapa tidak ada habis-habisnya. Ada potensi perampokan besar-besaran terhadap aset-aset bangsa ini di tahun-tahun yang akan datang. Apakah perahu yang besar ini perlu dibocorkan agar perampok mengurungkan niatnya untuk merampok perahu ini? Apakah Indonesia ini perlu dibocorkan pada skala tertentu sehingga sebuah harta masa depan tidak bisa dijarah oleh para perampok masa depan?.

Proses pembocoran perahu itu bisa bermacam-macam bentuknya. Gunung meletus, gempa bumi, banjir, tsunami dan lain sbagainya adalah beberapa opsi untuk membocorkan perahu yang besar ini. Seleksi alam terhadap calon generasi penerus yang berpotensi menjadi perampok masa depan juga merupakan bagian dari opsi tersebut.

Ada sebuah harta karun yang sangat besar yangmasih tersimpan dan belum terpublikasi di masyarakat, namun berpotensi menjadi rebutan bagi para perampok tahun depan. Dan ada sebagian orang yang sedang menegakkan pagar masa depan agar harta ini tidak mudah dicapai oleh tangan-tangan culas para perampok masa depan.

Ah, ini hanya sebuah tulisan saja. Anggap saja sebagai tulisan orang bodoh yang masih perlu banyak belajar kepada alam.